Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 36


__ADS_3

Lalu Reyna berjalan menuju ke ruangan pak Dewa sambil membawa semua berkas-berkas yang di minta pak Dewa.


Sesampai di depan pintu ruang kantor pak Dewa dengan perlahan Reyna mengetuk daun pintu tersebut.


"Tok tok tok ...," sejenak Reyna menunggu jawaban dari dalam.


"Masuk!" kata pak Dewa dari dalam ruang kantor nya.


Kemudian Reyna membuka pintu kantor itu dan masuk ke dalam.


"Permisi pak," ucap Reyna sambil masuk dan berjalan mendekat ke arah meja pak Dewa.


"Iya Rey, taruh di sini semua laporannya," ujar pak Dewa pada Reyna.


"Iya pak," ujar Reyna sambil menaruh semua laporan yang di bawanya tadi.


"Mmm ... kamu pulang sama siapa Rey?" tanya pak Dewa berbasa-basi pada Reyna padahal sebenarnya dia tahu kalau setiap hari Reyna pasti pulang bareng Abian.


"Mmm ... sama Abian pak," jawab Reyna pada Dewa.


"Oh aku kira kamu pulang sendiri Rey," sedikit kecewa nada suara Dewa mendengar jawaban jujur dari Reyna.

__ADS_1


"Pak, saya kembali ke ruangan saya ya," kata Reyna.


"Iya," jawab pak Dewa sambil menipiskan bibir nya menatap Reyna.


Pak Dewa menatap Reyna sampai Reyna keluar dari ruang kantornya dan menghilang dari pandangan matanya.


"Aku tak bisa memungkiri perasaan ku sendiri, aku memang mengagumi Reyna karena menurutku dia adalah wanita yang baik, lembut, dan cantik," Dewa bermonolog sambil tersenyum sendiri.


Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore ini, waktunya Reyna mengakhiri semua pekerjaannya.


Reyna segera membereskan semua kertas-kertas yang berserakan di atas meja kerjanya.


Setelah meja kerjanya bersih, Reyna meraih tas kerjanya yang ada di rak sebelah kanan meja kerjanya.


Ketika sampai di pintu kantor ruangan Abian Reyna bertemu dengan Mala yang sepertinya juga sedang berjalan ke arah ruangan Abian.


"Hai Rey, kamu mau ke ruangannya Abian?" tanya Mala sambil menyapa Reyna.


"Iya Mala," jawab Reyna.


"Mmm ... sebenarnya aku juga mau ke tempatnya Abian juga sih," ucap Mala sambil tersenyum pada Reyna.

__ADS_1


Reyna sedikit mengerutkan keningnya mendengar perkataan Mala.


"Tadi itu kan Abi sakit kepala, jadi.....kalau saat ini kepalanya masih sakit, aku mau tawarin untuk aku aja yang nyetir mobilnya nanti kan kasihan kalau Abi sendiri yang nyetir, iya kan Rey?" tutur Mala pada Reyna.


Reyna menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Mala.


"Iya Abi tadi memang sakit kepala, coba aja nanti kamu tanya Abi soal itu," ucap Reyna sambil tangannya mulai memegang gagang pintu ruang kantor Abian.


"Ayo masuk Mala," ajak Reyna pada Mala.


Kemudian mereka berdua pun masuk ke dalam ruang kantor Abian.


Abian yang melihat Reyna dan Mala masuk secara bersamaan merasa kaget dan heran sambil mengerutkan kedua alisnya menatap kedua wanita itu.


"Bi!" tanpa sengaja Reyna dan Mala secara bersamaan menyapa Abian yang sedang duduk di meja kerja nya melihat kedatangan mereka ke ruang kantornya.


Reyna dan Mala saling pandang karena barusan mereka memanggil Abian secara bersamaan, kemudian Reyna berjalan mendekat ke arah Abian yang sedang duduk.


"Bi, kamu sudah baikan?" tanya Reyna pada Abian dengan lembut.


"Iya Rey, kepalaku sudah mendingan setelah minum obat yang dari kamu tadi," ucap Abian tersenyum.

__ADS_1


"Mmm ... kalau masih pusing kepalanya sebaiknya jangan di paksakan untuk nyetir dulu Bi, bagaimana kalau nanti aku aja yang gantiin kamu nyetir mobilnya?" timpal Mala pada Abian.


Abian menatap Reyna dan mereka saling berpandangan sesaat, lalu pandangan Abian beralih pada Mala yang juga berdiri di samping Reyna.


__ADS_2