Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 102


__ADS_3

Abian sudah tiba di rumah Reyna dan tak lama kemudian mereka berdua pun pergi menuju ke kantor mereka.


Di dalam mobil, Reyna masih bertanya-tanya kenapa pagi ini Abian terlambat menjemput nya.


Reyna menoleh melihat pada Abian yang masih fokus menyetir dengan kecepatan tinggi.


"Bi, kamu kenapa? Kenceng banget mobilnya?" tanya Reyna ketika Abian menaikkan kecepatan mobilnya.


"Nanti kita terlambat sampai kantor Rey," jawab Abian tanpa menoleh pada Reyna dan tetap fokus melihat ke depan.


Reyna tahu Abian sedang punya masalah karena tidak biasanya dia menyetir dalam keadaan diam seperti itu.


"Bi, gak usah kencang-kencang nyetirnya, aku sudah ijin pada pak Dewa kalau hari ini aku datang terlambat," ujar Reyna pada Abian.


"Oh ya," ucap Abian sambil mengurangi kecepatan mobilnya dan menoleh pada Reyna.


Abian menatap Reyna cukup lama seperti ada sesuatu yang ingin dia sampaikan padanya.

__ADS_1


Sepertinya Reyna paham dengan tatapan Abian "Ada apa Bi?" tanya Reyna.


Abian tidak langsung menjawab pertanyaan dari Reyna, Abian terlebih dahulu masuk ke lantai basemen dan memarkir mobilnya di sana.


Abian sudah mematikan mesin mobilnya dan menghadapkan tubuhnya pada Reyna yang masih duduk di sebelahnya.


Reyna menunggu Abian berkata padanya, sesaat Abian menghela nafas dalam-dalam lalu ia berkata pada Reyna.


"Rey, kita harus segera menikah," kata Abi menatap Reyna tajam.


"Ya, menikah," ujar Abi.


"Kenapa harus mendadak begini dan ada apa sebenarnya Bi!?"tanya Reyna masih tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Abian barusan.


"Tadi sewaktu aku sarapan bareng papa dan mama,papa cerita kalau kemaren itu om Hendra papanya Mala dan istrinya datang ke rumah dan meminta tolong pada papa untuk segera menikahkan aku dengan Mala karena Mala mendapat ancaman dari Beno," tutur Abian.


"Tapi....kenapa harus meminta kamu untuk menikah dengan Mala!?" pekik Reyna kembali membolakan matanya menatap Abian.

__ADS_1


"Karena dulu papanya Mala pernah memberikan bantuan dana yang sangat besar pada papa sewaktu usaha papa mengalami kebangkrutan dan sekarang om Hendra ganti minta bantuan papa terakait soal Mala yang di ancam Beno."


Reyna diam mulutnya seperti terkunci ketika lagi-lagi yang di dengarnya adalah masalah balas budi.


"Rey, kita harus segera menikah supaya aku tidak di paksa lagi menikahi Mala sama om Hendra," ujar Abian sambil memegang Reyna.


"Tapi Bi, papa kamu kan harus membalas budi atas bantuan yang dulu pernah di berikan oleh papanya Mala dengan menuruti permintaan dari pak Hendra," kata Reyna agak tercekat mengucapkannya.


"Aku gak perduli dengan permintaan om Hendra!!" Abian menaikkan kedua alisnya menatap Reyna.


"Bi, papa dan mama kamu apa setuju kalau kamu akan menikahi aku?" tanya Reyna khawatir.


"Semua aku yang akan urus Rey, papa dan mama tidak bisa memaksakan kehendaknya begitu saja dengan mengorbankan aku," kata Abi dengan mengerutkan keningnya.


"Iya aku paham soal itu Bi, tapi... bagaimana dengan papa kamu, yang jelas papanya Mala gak akan membiarkan om Yuda begitu saja dan papanya Mala jelas akan membuat perhitungan soal hutang Budi itu....," ujar Reyna masih dengan mimik muka penuh kekhawatiran.


"Iya aku tahu, aku tahu akibatnya kalau aku tidak mau menikahi Mala, yang jelas om Hendra akan menghancurkan usaha papa lagi dan tidak akan membiarkan keluargaku hidup dengan tenang," ujar Abi dengan emosi.

__ADS_1


__ADS_2