
Dewa dan Mala sudah tiba juga di kantin, lalu keduanya pun mencari meja yang kosong untuk duduk.
Setelah menemukan meja yang masih kosong akhirnya Dewa dan Mala duduk lalu mereka memesan makanan dan minuman untuk makan siang mereka.
Dan tak berapa lama makanan dan minuman yang mereka pesan pun tiba.
Tapi tiba-tiba pandangan Dewa tertuju pada sebuah meja yang ada di depannya sana di mana di sana terlihat Abian dan Reyna sedang makan siang bareng.
Mala memperhatikan Dewa yang sedang fokus melihat pada sesuatu, lalu Mala mencoba mencari-cari apa yang sedang di perhatikan oleh Dewa dan tepat ketika pandangan nya lurus ke depan, Mala juga melihat Abian dan Reyna yang sedang makan siang bareng.
Lalu dengan refleks Mala menoleh lagi pada Dewa yang masih fokus melihat ke arah Abian dan Reyna itu.
Mala mencebikkan bibirnya sambil terus memperhatikan Dewa yang masih asyik melihat ke arah Abian dan Reyna.
"Hmm ... aku tahu sekarang siapa cewek yang sudah menjadi incaran Dewa ini si playboy kelas kakap ini," Mala mencebikkan bibirnya lagi sambil bermonolog.
Dewa masih terus saja fokus melihat ke arah Reyna dan Abian yang sedang bergurau mesra membuat dirinya juga iri dan cemburu.
__ADS_1
"Pak, pak, pak Dewa...!" pekik Reyna pada Dewa.
"Eh iya apa? ada apa?" tanya Dewa kaget.
"Pak Dewa lagi liatin apa sih?" tanya Mala.
"Mmm ... gak ada kok," ujar Dewa bohong.
"Halah... pak Dewa jangan mungkir, saya tahu kok siapa yang sedang pak Dewa perhatikan," ujar Mala sambil mengangkat kedua alisnya.
"Memang siapa?"
Dewa mencibirkan bibirnya melirik pada Mala sambil berkata padanya.
"Kalau iya kenapa dan kalau enggak kenapa juga," ujar Dewa.
"Hmm ... kalau iya kita satu misi, tapi kalau enggak kita...gak sejalan," kata Mala sambil memainkan kepalanya menatap Dewa.
__ADS_1
Dewa mengernyitkan kedua alisnya mendengar perkataan Mala barusan dan dia diam sesaat mencoba memahami apa yang barusan di ucapkan oleh Mala padanya.
"Satu misi? maksudnya?" tanya Dewa penasaran pada Mala.
"Iya satu misi, jadi....begini, pak Dewa mengincar Reyna dan saya juga punya misi mengincar Abian," tutur Mala sambil menatap Dewa.
"Kamu! mengincar Abian yang jelas-jelas pacarnya Reyna teman kamu sendiri?"ujar Dewa terperangah.
"Halah...pak Dewa jangan sok-sokan kaget begitu deh, terus apa bedanya dengan pak Dewa yang saat ini mengincar Reyna yang jelas-jelas sudah punya Abian?" balas Reyna pada Dewa.
"Ya bedalah, secara.....aku kan memang pengincar wanita-wanita cantik dan kamu, sepertinya kamu gak ada tipe seperti itu," kata Dewa menatap tajam ke arah Mala.
"Abian itu cowok yang baik banget.....saya punya chemistry dengan Abian yang akhirnya membuat saya jatuh cinta pada nya," tutur Mala.
"Oh ya, chemistry? chemistry apa itu?" pak Dewa penasaran.
"Pingin tahu kan," cibir Mala dengan genit pada Dewa.
__ADS_1
Dewa menaikkan kedua alisnya sambil mengangkat kedua bahunya.
"Oke, kalau pak Dewa memang penasaran dengan chemistry-nya, Dulu Abian itu pernah menjadi dewa penyelamat saya sewaktu saya mendapat kekerasan fisik dari mantan pacar saya sampai-sampai pacar saya jadi takut kalau ketemu sama Abian, Abian itu manly banget pokoknya pak," tutur Reyna sambil tersenyum bangga.