
Lalu Abian menghidupkan mesin mobilnya dan setelah itu Abian melaju pergi menuju ke kantor nya.
Tepat pukul delapan kurang sepuluh pagi ini Abian sudah memarkir mobilnya di basemen gedung kantornya.
Setelah itu Abian berjalan masuk ke dalam gedung perkantoran itu, dan terus berjalan menuju ke ruang kantornya.
Sementara Mala yang masih berada di rumah Abian juga bergegas hendak pergi ke kantor dan Mala pun berpamitan pada papa dan mama Abian yang masih mengobrol dengannya di ruang tengah.
"Mmm ... Tante, Om, saya pamit pulang dulu soalnya langsung mau ke kantor," kata Mala.
"Oh iya," ucap Bu Dewi sambil tersenyum pada Mala.
Lalu Mala berjalan keluar dari rumah Abi menuju ke mobilnya yang di parkir di halaman rumah Abian.
Kemudian Mala masuk ke dalam mobilnya dan tak lama ia pun sudah berlalu pergi meninggalkan rumah Abian.
Di dalam ruang kantor Abian terlihat Abian sudah mulai mengerjakan pekerjaannya.
"Permisi mas Abian," tiba-tiba masuk seorang office boy kedalam ruangan Abian sambil membawa segelas air putih dan meletakkan nya di atas meja kerja Abian.
"Eh Fan!" panggil Abian tiba-tiba pada Ifan petugas office boy tersebut yang sudah berdiri di depan pintu ruang kantor Abian.
__ADS_1
Ifan menghentikan langkahnya dan berbalik sambil melihat pada Abian.
"Iya mas, ada apa?" tanya Ifan pada Abian.
"Mmm ... di ruang meeting apa masih ada meeting saat ini?" tanya Abian pada office boy tersebut.
"Sepertinya masih mas," jawab Ifan.
"Oh ya sudah, makasih ya infonya," ujar Abian sambil menipiskan bibirnya.
"Baik mas, ada lagi yang mau di tanyakan?" tanya Ifan pada Abian.
"Gak ada," jawab Abian.
"Ya," jawab Abian.
Kemudian office boy itupun keluar dari ruangan Abian.
Di dalam ruang meeting tampak pak Dewa sedang memimpin jalannya meeting dan Reyna duduk di samping pak Dewa yang juga ikut menyimak materi meeting yang sedang di bahas oleh pak Dewa.
Beberapa jam meeting telah berjalan dan tepat pada pukul sepuluh pak Dewa sudah mengakhiri meeting yang sedang di pimpin nya tadi.
__ADS_1
Reyna segera membereskan berkas-berkas yang ada di meja tempatnya duduk dan satu persatu anggota meeting pun sudah pergi meninggalkan ruang meeting tersebut.
"Pak, saya kembali dulu ke ruangan saya," ucap Reyna pada pak Dewa yang masih duduk di kursinya sambil mengamati Reyna yang sedang beres-beres.
Pak Dewa tidak langsung memberikan jawaban pada Reyna, dia malah menatap Reyna sampai membuat Reyna tidak nyaman.
"Rey, nanti temani aku makan siang ya sekali ini saja," nada suara pak Dewa memelas pada Reyna.
"Mmm ... maaf pak, kalau untuk makan siang saya selalu bareng sama Abian pak," kata Reyna dengan nada suara sangat hati-hati takut pak Dewa tersinggung.
Pak Dewa mencibirkan bibirnya sambil menatap Reyna dan berkata padanya.
"Jadi, gak bisa di ganggu ya?" tanya pak Dewa agak kesal.
"Mmm ... maaf pak," kata Reyna lagi.
"Ya sudah kalau memang kamu gak bisa di ganggu mungkin lain kali kamu ada waktu buat saya," ucap pak Dewa berharap pada Reyna.
Reyna diam tidak memberi komentar atas ucapan Dewa barusan.
"Kalau begitu saya balik ke ruangan saya pak," ucap Reyna mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Ya," jawab pak Dewa singkat sambil menelan rasa kecewa karena Reyna menolak ajakannya lagi kali ini.