Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 16


__ADS_3

"Semenjak apa?" tanya Bu Dewi penasaran.


"Semenjak Abian menjadi dewa penolong bagi saya."


"Dewa penolong? maksudnya gimana ya Tante kok gak ngerti?" ujar Bu Dewi dengan mimik muka bingung.


"Mmm ... begini Tante, waktu itu kan saya di tampar dan di pukul oleh pacar saya, dan Abian melihat kejadian itu lalu dia menghardik Beno pacar saya dan lebih membela saya dan menyalahkan perbuatan Beno yang kasar itu Tante."


Bu Dewi menganggukkan-anggukkan kepalanya sambil menatap Mala.


"Begitu ceritanya, dan akhirnya kalian jadi dekat?"


"Iya Tante, saya merasa sangat berhutang Budi pada Abian karena sudah menyelamatkan saya dari kebengisan Beno."


"Mala, kamu gak usah berkata begitu, Abian itu memang orangnya suka begitu apalagi kalau dia melihat perempuan yang teraniaya, dia paling gak bisa membiarkan hal itu terjadi."


"Iya Tante, Abian memang orangnya baik sekali dan saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang seperti Abian."


"Kamu hobinya memasak Mala?"


"Iya Tante," jawab Mala.


"Tante juga suka memasak," ujar Bu Dewi sambil tersenyum pada Mala.


"Mmm ... hobi kita samaan ya Tante," kata Mala dengan girang.

__ADS_1


"Iya, bagaimana kalau lain kali kamu bantuin Tante masak masakan di sini, mau?"


"Mau sekali Tante."


"Ya udah nanti Tante kabari ya."


"Iya Tante, oh ya Tante saya pamit pulang dulu," pamit Mala pada Bu Dewi.


"Kenapa buru-buru, gak nunggu Abian bangun?"


"Mmm ... gak usah Tante, saya takut mengganggu istirahatnya Abian."


"Ya sudah kalau begitu, terimakasih ya untuk rendangnya."


"Iya tante sama-sama, nanti saya main-main kesini lagi."


Mala tersenyum mendengar perkataan Bu Dewi, lalu Mala bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah pintu depan.


Sementara Bu Dewi mengantarkan Mala sampai ke teras depan.


Sebelum berjalan menuju ke arah mobilnya, Mala berpamitan lagi pada Bu Dewi.


"Tante, saya pamit dulu," ujar Mala sambil mencium tangan kanan Bu Dewi dengan sopan.


"Ya," ucap Bu Dewi sambil memperhatikan Mala yang berjalan menuju ke arah mobilnya.

__ADS_1


Sejurus kemudian Mala sudah masuk ke dalam mobilnya dan perlahan mobil itupun bergerak keluar dari halaman rumah Abian.


Bu Dewi lalu masuk kembali ke dalam rumah sembari menutup pintu depan.


Pandangan Bu Dewi tertuju pada kotak yang berisi rendang buatan Mala tadi.


Kemudian Bu Dewi membawa masuk kotak itu dan meletakkan nya di atas meja makan.


Dari arah kamar Abian terlihat Abian keluar dengan wajah yang sudah segar, sepertinya Abian baru selesai mandi tadi.


Bu Dewi yang melihat Abian langsung saja berjalan menghampiri anaknya itu dan berkata padanya.


"Baru bangun Bi?" tanya Bu Dewi.


"Iya ma."


"Tadi ada yang nyari kamu Bi?"


"Siapa ma?" tanya Abian langsung membelalakkan matanya menatap mamanya.


"Perempuan."


"Perempuan? jangan-jangan Reyna yang kesini mencari aku, tapi .....kayaknya gak mungkin kalau Reyna ke sini," Abian mencoba menepis prasangka nya.


"Bi, kamu kok jadi kaget seperti itu?" tanya Bu Dewi heran melihat sikap Abian yang mendadak berubah agak tegang.

__ADS_1


"Gak apa-apa ma, oh ya ma siapa tadi perempuan yang mencari aku?" tanya Abian penasaran.


"Mala, teman sekantor kamu, dia tadi kesini dan membawa oleh-oleh masakan nya sendiri dia memasak rendang khusus buat kamu Bi," ujar Bu Dewi sambil tersenyum.


__ADS_2