Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 22


__ADS_3

"Kamu mau apa lagi, kita sudah gak ada hubungan apa-apa lagi!" teriak Mala pada Beno.


"Kamu harus tanggung jawab karena kamu sudah mutusin aku secara sepihak hanya gara-gara laki-laki itu hah!!!" teriak Beno juga penuh amarah sambil menunjuk ke arah Abian yang masih berdiri di samping Mala.


Perlahan Reyna meringsek mendekati Abian dan memegangi lengan Abian dengan kencang seperti takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada kekasihnya itu.


Abian menoleh pada Reyna dan menggenggam tangan halus itu sambil menganggukkan-anggukkan kepalanya secara perlahan seperti berkata pada Reyna jangan khawatir.


Reyna merasa agak tenang setelah mendapat isyarat dari Abian tersebut.


Kemudian Reyna dan Abian kembali melihat ke arah Mala dan Beno yang saling bersitegang.


"Mau kamu apa sih Ben...!!??" ujar Mala dengan kesal.


"Aku mau ganti rugi!!"


'Ganti rugi!!??" pekik Mala keheranan.


"Yah ganti rugi, kamu paham kan!!"


"Ganti rugi apa sih Ben!!?" tanya Mala lagi sambil membolakan matanya menatap Beno.

__ADS_1


"Ya ganti rugi uang lah....," ujar Beno sambil mencibirkan bibirnya.


"Ganti rugi uang!!!??? kamu jangan gila!!!," teriak Mala.


"Ya, aku memang gila gara-gara kamu Mala!!!"


"Pokonya aku minta ganti rugi uang seratus juta!!!" teriak Beno dengan pongahnya sambil menatap tajam ke arah Mala.


"Kamu gila Beno!! aku gak punya uang sebanyak itu!" kata Mala dengan geram nya.


"Terserah, kalau kamu gak ngasih aku uang itu tunggu saja ancaman ku selanjutnya," ancam Beno dengan mata melotot pada Mala.


Kemudian Beno berjalan meninggalkan Mala, Abian dan Reyna menuju ke arah mobilnya yang masih terparkir di sana, setelah berjalan beberapa langkah tiba-tiba Beno membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah Abian yang masih berdiri bersama Reyna dan Mala.


Reyna kembali memegangi lengan Abian dengan kencang seperti menahan rasa takutnya mendengar ancaman Beno barusan.


"Gak apa-apa sayang, ada aku kamu tenang saja," bisik Abian ke telinga Reyna yang berdiri di sampingnya.


Setelah berkata demikian Beno langsung masuk ke dalam mobilnya dan melaju dengan kencang meninggalkan area parkiran tersebut.


"Sudah ayo kita masuk ke dalam mobil," ucap Abian sambil menggandeng lengan Reyna berjalan menuju ke mobil Abian.

__ADS_1


Sementara Mala mengikuti Abian dan Reyna di belakang.


Kemudian Reyna masuk ke dalam mobil Abian dan Abian pun masuk juga ke dalam mobil lalu duduk di belakang kemudi di samping Reyna.


Sedangkan Mala duduk di kursi belakang.


"Bi, aku anterin sampai depan rumahku ya, soalnya aku takut Beno akan mengikuti aku dari belakang," ujar Mala sambil melihat Abian lewat kaca mobil yang terpampang di atas kepala Abian.


Abian menoleh pada Reyna seolah meminta persetujuan dari nya.


Reyna menganggukkan kepalanya dan berkata pada Abian.


"Ya Bi, anterin saja Mala sampai rumahnya kasihan dia," tutur Reyna.


"Ya sayang," ujar Abi yang kemudian fokus dengan jalan yang di lalui nya.


Tak berapa lama kemudian mobil Abi pun sudah sampai di lokasi perumahan tempat Mala tinggal.


"Aku turun sini saja," ujar Mala sambil tangan nya siap-siap membuka daun pintu mobil Abian.


"Bi, Rey ...makasih ya sudah bantuin aku," tutur Mala pada Reyna dan Abian.

__ADS_1


"Sama-sama Mala," jawab Reyna sambil melihat Mala yang sudah keluar dari mobil.


__ADS_2