Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 97


__ADS_3

Abian,Reyna dan Mala berjalan menuju ke mobil Abian yang ada di basemen dan tak lama kemudian mereka bertiga pun mulai membuka pintu mobil.


"Rey, kamu duduk depan!" teriak Abi pada Reyna yang sudah memegang gagang pintu mobil sebelah belakang.


Reyna diam sesaat begitu juga dengan Mala yang jadi terpaku di tempatnya berdiri.


"Gak apa-apa Rey kamu di depan saja dan sepertinya Beno gak melihat kita kok," ucap Mala pada Reyna yang kelihatan gak enak pada dirinya.


"Mmm ... Iya Mala," ucap Reyna yang kemudian berjalan tuker posisi dengan Mala.


Kemudian Reyna pun duduk di depan bersebelahan dengan Abi yang duduk di belakang kemudi, sedangkan Mala duduk di kursi belakang.


Abian menoleh pada Reyna yang sudah menempatkan posisi duduknya sesuai permintaan darinya.


Lalu Abian mulai menjalankan mobilnya meninggalkan area basemen tersebut dan melaju di jalanan yang padat dengan kendaraan lalu lalang karena memang jam nya adalah jam pulang kerja jadi jalannya ramai sekali.


Suasana di dalam mobil jadi hening tidak ada yang mengeluarkan sepatah katapun di antara mereka bertiga.


Sampai pada akhirnya Reyna yang bersuara "Bi, kok gak berhenti di rumahku?" tanya Reyna kaget ketika Abian melewatkan mobilnya begitu saja di depan rumah Reyna.

__ADS_1


"Aku mau nganterin Mala dulu," jawab Abi tanpa menoleh pada Reyna.


"Tapi kan.....nanti kamu jadi bolak-balik kalau nganterin Mala dulu," kata Reyna sambil mengerutkan wajahnya.


"Iya," ucap Abian pendek.


Reyna mengerutkan kedua alisnya sambil menatap Abian yang masih fokus menatap ke depan.


Mala juga tak kalah heran dengan sikap Abian, biasanya Abian mesti menurunkan Reyna dulu karena memang rumah Reyna sebelum rumahnya Mala tapi ini malah mau nganterin Mala dulu.


Dan ketika sampai di rumah Mala, Abian menghentikan mobilnya lalu tanpa menunggu perintah dari Abian, Mala mulai membuka pintu mobil.


"Iya Mala," ucap Reyna tersenyum pada Mala.


Kemudian Abi langsung mengemudikan mobilnya pergi meninggalkan Mala yang masih berdiri di jalan melihat kepergian mobil Abian.


"Bi, kamu kenapa? Kamu marah sama aku?" tanya Reyna pada Abi yang kelihatan masih enggan bersuara.


"Iya aku marah Rey, karena kamu selalu nuruti permintaan Mala," ucap Abian dengan kesal.

__ADS_1


"Bi...banyak pertimbangan kenapa aku selalu menuruti permintaan Mala," kata Reyna.


"Pertimbangan apa Rey ....," Abian mendengus dengan kesal menatap Reyna.


"Pertimbangannya karena Mala sudah pernah menolong papa kamu Abi...," ucap Reyna sambil menatap Abi juga.


"Balas budi!! lagi-lagi masalahnya balas budi, gak mama gak kamu sama aja ngomongnya gak enak karena balas budi tapi kalian gak tahu yang tersiksa aku harus mengikuti apa maunya Mala, aku capek Rey...!!" Abi menatap tajam ke arah Reyna.


Reyna tahu Abian memang benar-benar kesal saat ini dan itu semua terlihat dari caranya bicara dan juga tatapan matanya yang penuh amarah.


Suasana di dalam mobil jadi hening


Abian dan Reyna sama-sama terdiam hanyut dan kalut dalam pikiran masing-masing.


Mobil Abian sudah memasuki halaman rumah Reyna, Abian mematikan mesinnya sementara Reyna tidak segera turun dari mobil dia menoleh pada Abian yang sedang menyandarkan kepalanya di punggung kursi yang di duduki nya.


"Bi, aku turun dulu ya," ucap Reyna perlahan pada Abi yang masih menyandarkan kepalanya di punggung kursi mobilnya.


Abian menoleh pada Reyna "Maafkan aku Rey, aku tadi benar-benar kesal dan capek," ucap Abi sambil menarik lengan Reyna dengan halus.

__ADS_1


"Ya, aku paham Bi," ujar Reyna melukis senyum di bibirnya membuat Abian sedikit lega.


__ADS_2