Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 58


__ADS_3

Di rumah Reyna sana tampak Reyna sedang sibuk membantu Bik Sum menyiapkan makanan dan memasukkannya ke dalam rantang susun.


"Non nasinya segini cukup?" tanya Bik Sum sambil menunjukkan rantang yang berisi nasi itu pada Reyna.


"Iya Bik cukup segitu," ujar Reyna sambil menata ayam goreng ke dalam rantang yang satunya.


"Ayamnya sudah selesai bik," ujar Reyna sambil meletakkan rantang ayam di atas rantang nasi.


"Lalapan nya jangan lupa non!" teriak bibik dari dapur.


"Oh iya," ujar Reyna sambil meraih piring yang berisi lalapan dan sambel.


Lalu Reyna menata lalapan dan sambel itu dalam satu rantang yang lain, dan setelah semua masuk ke dalam rantang, Reyna lalu menyusunya dan memasukkannya ke dalam paper bag yang sudah dia siapkan di atas meja.


"Bik aku mau buat kopi susu ya," ucap Reyna pada Bik Sum.


"Buat mas Abi?" tanya bibik sambil tersenyum.


"Iya Bik," kata Reyna sambil tersenyum juga.

__ADS_1


"Hmm ... non Reyna sayang banget sama mas Abi seperti mas Abi juga dia kelihatan sayang juga sama non Reyna, bibik senang melihatnya non," ujar bibik pada Reyna.


"Iya Bik, Abi memang sangat sayang dan perhatian sama aku dan aku juga harus sebaliknya pada Abi Bik."


"Iya non," bibik tersenyum pada Reyna gadis kecil yang ia asuh dari dulu sekarang sudah dewasa dan menemukan pasangan yang sebaik Abian.


"Bik, bibik...,kok jadi melamun gitu," ucap Reyna sambil mengguncang-guncangkan bahu Bik Sum.


"Eh iya non," kata bibik kaget.


"Ngelamunin apa sih bik....?" seloroh Reyna pada Bik Sum.


"Bibik....," Reyna menghambur dalam pelukan Bik Sum orang yang sudah dia anggap seperti keluarga sendiri.


Bik Sum menyambut pelukan Reyna sambil mengelus rambut Reyna yang hitam legam.


"Bik, Reyna mau ke rumah sakit dulu," pamit Reyna kemudian pada Bik Sum sambil melepaskan dari pelukan Bik Sum.


"Iya non hati-hati di jalan ya," pesan bibik sambil mengantarkan Reyna sampai teras depan.

__ADS_1


Taxi yang sudah di pesan Reyna sudah tiba di depan rumah, lalu Reyna bergegas masuk ke dalam taxi itu.


Dan tak berapa lama kemudian taxi itupun melaju ke arah rumah sakit sesuai pesanan Reyna.


Tepat pukul setengah delapan pagi ini, taxi yang di tumpangi Reyna sudah tiba di halaman rumah sakit tempat papanya Abian di rawat.


"Terimakasih pak," ucap Reyna pada sopir taxi itu sambil membuka pintu taxi dan bergegas keluar.


Lalu Reyna berjalan menuju ke arah kamar aster nomer dua tempat pak Yuda, dan setiba di depan kamar itu Reyna menelpon Abian yang ada di dalam kamar tersebut menemani papa dan mamanya.


"Bi, aku ada di rumah sakit sekarang ada di depan kamar papa mu," ujar Reyna pada Abian.


"Sepagi ini kamu sudah ke sini Rey," kata Abian agak kaget.


"Iyyya aku mau nganterin sarapan buat kamu dan Tante Dewi," ujar Reyna.


"Sebentar ya aku akan keluar kamu tunggu di sana," lanjut Abi.


"Siapa Bi?" tanya Bu Dewi yang mendengar pembicaraan Abi barusan.

__ADS_1


__ADS_2