Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab.60


__ADS_3

"Ma, Abi antarkan Reyna dulu ya," pamit Abian pada mamanya.


"iya," jawab Bu Dewi.


Lalu Abian menoleh pada pak Yuda yang memperhatikan dirinya tadi.


"Pa, aku mau nganterin Reyna dulu ya."


Pak Yuda menganggukkan kepalanya pada Abian.


Kemudian Abian dan Reyna berjalan keluar dari kamar pak Yuda.


Sesampai di mobil mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan dengan segera Abian menjalankan mobilnya mengantarkan Reyna ke kantor.


"Rey, kamu nanti bakalan terlambat datangnya ," ujar Abian sambil fokus menyetir dengan kecepatan agak tinggi.


"Gak apa-apa Bi, kamu jangan ngebut kayak gitu aku jadi takut," ujar Reyna sambil menoleh pada Abian.


"Gak apa-apa bagaimana ini sudah jam delapan lewat sepuluh menit Rey," ucap Abian agak panik takut nanti Reyna datang terlambat ke kantor nya.


"Aku tadi sudah minta ijin ke pak Dewa kalau hari ini datang nya agak telat," ucap Reyna.


"Oh gitu, kenapa gak bilang dari tadi," ujar Abian sambil mengurangi kecepatan laju mobilnya.

__ADS_1


"Kamu tadi langsung ngebut gitu aja Bi, aku jadi takut kalau kamu ngebut-ngebut gitu."


"Iya, maaf masalahnya aku tadi panik takut kamu terlambat nanti ke kantor," ujar Abian sambil menoleh pada Reyna dan mengembangkan senyumnya untuk Reyna.


"Iya gak apa-apa Bi."


"Sekarang sudah gak takut lagi kan?" tanya Abian memandang wajah Reyna.


Reyna menggelengkan kepalanya sambil menipiskan bibirnya menoleh pada Abian.


"Maaf ya, lain kali aku gak akan ngebut lagi."


"Iya," jawab Reyna tersenyum pada Abian.


"Nah sudah sampai," ucap Abian.


"Silahkan tuan putri...," seloroh Abian sambil tersenyum menatap Reyna.


"Apaan sih," kata Reyna sambil tersenyum dan keluar dari mobil Abian.


"Hati-hati ya, kerja yang bener jangan keluar kemana-mana," pesan Abian sambil menatap Reyna.


"Iya Bi...,aku gak akan ke mana-mana aku akan diam di dalam kantor sampai nanti waktunya jam pulang," seloroh Reyna pada Abian.

__ADS_1


"Oke, kalau begitu aku balik ke rumah sakit lagi ya," ujar Abi.


"Iya, kamu hati-hati gak usah kebut-kebutan kayak tadi," ujar Reyna.


"Iya, oh ya nanti pulang kerja aku jemput ya?"


"Gak usah Bi, aku naik taxi saja kasihan kamu capek ke sana kemari," tolak Reyna pada Abi.


"Ya udah, tapi ingat jangan mau kalau di antar pulang sama Dewa," Abian menatap Reyna tajam.


"Iya, aku ngerti."


"Aku sayang kamu," lirih Abi berbisik ke telinga Reyna dan setelah itu dia masuk ke dalam mobilnya dan melaju meninggalkan Reyna.


Reyna tersenyum tersipu dengan tingkah Abian tadi, tapi dia tidak memungkiri kalau hatinya juga berbunga-bunga saat ini mendengar kata sayang yang di ucapkan Abian barusan padanya.


Lalu Reyna masuk ke dalam gedung perkantoran nya dan berjalan melewati ruangan demi ruangan menuju ke ruang kantornya.


"Rey, baru datang?" sapa Dewa ketika berpapasan dengan Reyna di depan ruang kantornya.


"Mmm ... iya pak, maaf pak kalau terlambatnya agak lama," ujar Reyna pada Dewa.


"Gak apa-apa Rey, mmm ... kamu habis dari rumah sakit?" Dewa menebak.

__ADS_1


"Iya pak, saya tadi habis mengirim makanan untuk Abi dan mamanya," tutur Reyna.


Dewa tersenyum dan menghela nafas panjang menatap Reyna.


__ADS_2