
Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam ini dan Abian menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit setelah tadi habis mengantar kan rantang ke rumah Reyna.
Abian mulai memasuki halaman parkir mobil rumah sakit dan sekelebat tadi dia seperti melihat mobil Mala yang baru saja keluar dari halaman rumah sakit juga.
Lalu Abian memarkir mobilnya dan segera turun dari mobil lantas ia pun bergegas berjalan menyusuri koridor demi koridor rumah sakit menuju ke kamar papanya.
"Abi,kamu sudah datang," ucap Bu Dewi ketika melihat Abian sudah masuk ke dalam kamar pak Yuda.
"Iya ma," jawab Abian yang kemudian mengambil kursi dan duduk di samping mamanya.
"Jam segini kamu kok sudah pulang dari rumah Reyna?" tanya Bu Dewi pada Abian.
"Iya ma, tadi Reyna nyuruh aku untuk cepat-cepat pulang karena kasihan sama mama kalau di tinggal sendirian di rumah sakit," tutur Abi pada Bu Dewi.
Bu Dewi menatap Abian sambil tersenyum pada anak semata wayangnya itu " Reyna baik ya Bi," ujar Bu Dewi.
Abian tersenyum menatap mamanya ketika mendengar ucapan itu.
"Mmm ... sepertinya ada juga orang lain yang menyukai kamu Bi," lanjut Bu Dewi lagi.
Abian mengerutkan kedua alisnya sambil menoleh pada Bu Dewi.
__ADS_1
"Siapa ma?" tanya Abian penasaran.
"Mala, sepertinya dia juga menyukai kamu dan....tadi dia juga ke sini jenguk papa, terus pas nanya kamu dan ternyata kamu gak ada dan mama bilang kamu pergi ke rumah Reyna, Mala kelihatan kecewa tadi," tutur Bu Dewi.
Abian hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkomentar apapun.
"Oh ya ma, bagaimana kata dokter tentang perkembangan kondisi papa?" Abian sengaja mengalihkan pembicaraan.
Bu Dewi tahu kalau Abi memang tidak senang kalau di ajak membahas soal Mala, lalu Bu Dewi berkata pada Abian.
"Tadi setelah dokter memeriksa papa dia bilang perkembangan kondisi papa sudah semakin baik dan besok papa sudah boleh pulang," ujar Bu Dewi pada Abian.
Pak Yuda melihat Abian yang sedang mendekati dirinya.
"Pa, besok papa sudah boleh pulang," ucap Abian pada pak Yuda.
"Iya Bi," kata pak Yuda sambil menganggukkan kepalanya pada Abian.
Pak Yuda meraih tangan Abian ketika Abian hendak berbalik ke kursinya yang di duduki nya tadi.
"Bi," panggil pak Yuda sambil memegangi lengan Abian.
__ADS_1
"Iya pa, ada apa?" tanya Abian penasaran.
"Kalau papa sudah di rumah nanti papa pingin ngucapin terimakasih pada Mala yang sudah mendonorkan darahnya pada papa," kata pak Yuda.
"Iya nanti Abi sampaikan ucapan terimaksih papa pada Mala," ujar Abian sambil tersenyum.
"Enggak Bi maksud papa, kamu ajak Mala ke rumah biar papa ngomong sendiri ke Mala," kata pak Yuda dengan suara masih lirih.
"Mmm ... iya pa nanti," ucap Abian.
Pak Yuda menganggukkan kepalanya tersenyum menatap Abian.
"Ma, aku mau beli kopi susu dulu ya," ujar Abian pada Bu Dewi.
"Iya Bi, mama juga titip belikan kopi hitam ya," ucap Bu Dewi pada Abian.
"Iya ma," jawab Abian sambil berjalan menuju keluar kamar.
Abian berjalan menuju ke kantin rumah sakit dan di sana dia mengambil tempat duduk setelah memesan kopi.
"Bagaimana caranya membawa Mala ke rumah ya," gumam Abian sambil mengerutkan kedua alisnya.
__ADS_1