
"Iya sayang makasih," ujar Abian sambil menerima nasi Padang yang di sodorkan Reyna padanya.
Kemudian Reyna juga menyodorkan kopi susu pada Abian yang sudah di belinya tadi barengan dengan nasi Padang.
"Bi, nasi Padangnya buat mama kamu belum di kasihkan," kata Reyna sambil menunjukkan bungkusan nasi Padang yang ada di tangannya.
"Oh iya, sini aku yang akan kasihkan ke mama," kata Abian sambil meraih nasi Padang yang di kasihkan Reyna padanya.
Kemudian Abian bangkit dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam kamar papanya, Abian melihat mamanya sedang duduk di kursi di samping kepala pak Yuda dengan menyandarkan badannya di kursi dan dengan mata terpejam.
Abian berjalan mendekati mamanya " Kasihan mama, pasti mama kecapekan," ucap Abian sambil menatap mamanya dengan prihatin.
Lalu dengan perlahan Abian menepuk-nepuk lengan mamanya "Ma, mama, ma," ucap Abian sambil menunggu mamanya terbangun.
Perlahan Bu Dewi membuka matanya dan melihat Abian yang masih berdiri di depannya.
"Ma, makan dulu mama tadi belum makan kan?" kata Abian.
"Iya Bi, perut mama terasa melilit dari tadi," kata Bu Dewi sambil memegangi perutnya.
"Kalau begitu mama makan ini dulu ya," Abian menunjukkan bungkusan nasi Padang yang di bawanya pada mamanya.
__ADS_1
"Apa ini Bi?" tanya Bu Dewi sambil melihat bungkusan di tangan Abian.
"Ini nasi Padang ma," ujar Abian.
"Nasi Padang? kamu beli?" tanya Bu Dewi lagi.
"Enggak ma, ini yang beli Reyna tadi, dia juga belikan aku nasi Padang dan segelas kopi susu," tutur Abi.
"Reyna, di mana sekarang ?" tanya Bu Dewi lagi.
"Ada di depan kamar ma, dari tadi dia menemani aku di sana."
"Oh ya sudah kamu balik ke depan lagi temui Reyna," ucap Bu Dewi sambil meraih nasi Padang itu dan mulai membuka bungkusnya.
"Iya," jawab Bu Dewi.
Lalu Abian keluar dari kamar papanya dan kembali menemui Reyna yang masih menunggu nya di depan kamar.
"Bi, Tante Dewi sudah makan nasi Padangnya?" tanya Reyna ketika Abian sudah duduk di sebelahnya.
"Sudah Rey, tadi mama langsung makan nasi Padangnya kata mama sedari tadi perutnya melilit," ucap Abian.
__ADS_1
"Mungkin karena Tante Dewi menahan rasa laparnya dari tadi, makanya perutnya sampai melilit gitu kasihan Tante Dewi," ujar Reyna menunjukkan raut keprihatinannya.
"Iya kasihan mama jadi kurang istirahat mulai kemaren ikut jagain papa," imbuh Abian sambil menyantap nasi Padangnya dengan lahap.
"Makanya Bi kamu harus jaga kesehatan jangan sampai sakit, kan kasihan juga sama Tante Dewi kalau sampai kamu sakit," ujar Reyna pada Abian.
"Kalau aku sakit kan ada yang merawat," ucap Abian sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Siapa?" tanya Reyna sambil mengerutkan kedua alisnya menatap Abian yang masih makan.
"Mau tahu siapa?"
"Dia adalah wanita yang baik,cantik dan selalu membuatku nyaman bila ada di sampingnya," tutur Abian.
"Siapa wanita itu?" tanya Reyna lagi.
"Cemburu ya?"goda Abi pada Reyna.
"Enggak, aku gak cemburu kok," ujar Reyna agak kesal.
"Hmmm ... cemburu juga gak apa-apa aku malah senang kalau kamu cemburu dan marah gitu, tambah manis," seloroh Abian terus menggoda Reyna.
__ADS_1
"Apa sih ah," Reyna jadi tersipu malu di goda terus sama Abian.