
"Aku tetap gak mau menikah dengan Mala ma!!" Abian menatap tajam pada Bu Dewi.
"Iya mama ngerti nak, tapi bagaimana dengan nasib papa dan kita, papa takut om Hendra tidak main-main dengan ucapannya," Bu Dewi hampir menangis.
Abian diam sejenak bagaimana pun dia juga harus memikirkan keluarganya.
Abian meraih tangan mamanya dan berkata padanya "Mama tenang ya, Abian akan coba pikirkan caranya," ujar Abi.
Bu Dewi menatap Abian dengan penuh harap dan sambil menangis Bu Dewi berkata " Iya Bi, mudah-mudahan kamu bisa menemukan cara yang lain."
"Ya, mama doakan Abi ya," kata Abi menenangkan mamanya.
"Pasti mama doakan kamu Bi."
"Makasih ma, kalau begitu Abi berangkat ke kantor dulu ya ma, mama yang tenang dan tolong bilang pada papa kalau Abi mau usahakan cara yang lain," ujar Abi sambil mencium tangan mamanya.
"Iya," ujar Bu Dewi sambil mengantar Abian keluar dari kamar.
Bu Dewi dan Abian keluar dari kamar tapi tiba-tiba bibik berlari tergopoh-gopoh mendekat ke arah Bu Dewi dan Abian.
__ADS_1
"Buk...ibuk...bapak buk,bapak buk....!!" teriak bibik pada Bu Dewi dengan panik.
"Bapak,bapak kenapa bik!!?" Bu Dewi jadi ikutan panik.
"Papa kenapa Bik?" Abi juga panik melihat bibik begitu.
"Bapak sepertinya mengalami sesak nafas dan sekarang masih ada di meja makan sambil memegangi dadanya buk, den....," kata bibik.
Kemudian Bu Dewi dan Abian segera berjalan menuju ke meja makan dan benar saja di sana pak Yuda terlihat mengalami sesak nafas dan sembari memegangi dadanya.
"Bi, cepat ambilkan obat di kamar mama!!" teriak Bu Dewi pada Abian sambil memeluk suaminya dan mengurut dada pak Yuda dengan perlahan.
"Ini ma, obatnya," Abi menyodorkan obat itu pada Bu Dewi.
"Pa, minum obatnya dulu ya," ucap Bu Dewi sambil membantu pak Yuda meminum obat itu.
Kemudian dengan perlahan pak Yuda meminum obat sesak nafas itu dan secara berangsur-angsur nafas pak Yuda mulai tertata lagi.
Abi merasa bersalah sekali melihat papanya mengalami sesak nafas karena mungkin pak Yuda shock setelah melihat sikap dan penolakan yang Abi lakukan tadi.
__ADS_1
"Ayo pa, istirahat di kamar saja ya," ajak Bu Dewi sambil membantu pak Yuda bangkit dari duduknya.
Kemudian Bu Dewi membawa pak Yuda masuk ke dalam kamar dan Abi mengikutinya dari belakang.
Setelah tiba di kamar Bu Dewi membaringkan tubuh pak Yuda ke atas tempat tidur.
Abi mendekat pada pak Yuda dan berkata padanya "Pa, maafkan sikap Abi tadi ya," ujar Abi sambil menatap pada pak Yuda.
Pak Yuda menganggukkan kepalanya dengan perahan sambil mengedipkan matanya.
"Bi, kamu berangkat aja sana biar nanti mama yang urus papa ya," kata Bu Dewi berbisik di telinga Abian.
"Iya ma," lalu Abian berjalan keluar dari kamar papa dan mamanya.
Waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi ini dan itu tandanya Abian bakalan telat sampai di kantornya.
"Reyna!!" pekik Abi teringat kalau dia harus jemput Reyna pagi ini.
Lalu Abian bergegas dan berlari menuju ke garasi mobilnya dan dengan segera melaju mengemudikan mobilnya keluar dari pekarangan rumah nya menuju ke arah rumah Reyna.
__ADS_1