
"Sepertinya belum selesai," kata Abian sambil melihat ke arah ruang pemeriksaan di mana Mala sedang di periksa di sana.
"Mmm ... Bi, aku lihat Mala dulu ya kesana," ujar Reyna pada Abian.
"Ya sayang," ucap Abian sambil tersenyum pada Reyna.
Kemudian Reyna bergegas berjalan menuju ke ruang periksa tempat Mala menjalani pemeriksaan.
"Mmm ... Bi, sepertinya kamu sayang banget sama Reyna ya?" tiba-tiba Dewa nyeletuk pada Abian sambil duduk di samping Abian.
"Iya aku memang terlalu sayang pada Reyna," ujar Abian sambil tersenyum pada Dewa.
"Ya wajar sih kalau kamu sayang banget sama Reyna karena....dia wanita yang baik,lembut dan mandiri," tutur Dewa tersenyum memuji Reyna.
"Iya Reyna memang baik dan karena kebaikan nya itulah yang membuat aku makin sayang padanya," imbuh Abian.
"Ya, semoga kalian berjodoh," kata Dewa sambil tersenyum pada Abian.
"Ya, makasih Dewa," ujar Abian sambil tersenyum juga pada Dewa.
"Aku jadi gak tega kalau melihat kemesraan Abian dan Reyna tadi, apa aku ....harus bilangin Mala supaya tidak mengganggu hubungan Abian dan Reyna lagi ya," batin Dewa dalam hatinya.
"Itu mereka sudah kembali!" pekik Abian mengejutkan Dewa dari lamunannya.
__ADS_1
Dewa melihat ke arah Mala dan Reyna yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan tadi.
"Bagaimana Mala? sudah selesai transfusi darahnya?" tanya Dewa pada Mala.
"Sudah pak," jawab Mala.
"Baguslah," kata Dewa.
"Sekali lagi makasih ya Mala," ujar Abian pada Mala.
"Sama-sama Bi, lagian kamu juga gak perlu berterimakasih begitu karena dulu kamu kan juga pernah nolongin aku menyelamatkan aku dari kekejaman Beno," kata Mala pada Abian.
"Ya," jawab Abian.
"Oh ya kalau begitu kita langsung pulang saja ya," ajak Dewa pada Mala.
"Rey, kamu di sini saja nanti aku antar kamu pulang," ucap Abian pada Reyna membuat Mala sedikit cemburu.
"Oh gitu ya, ya udah pak Dewa kita langsung balik saja," kata Mala sedikit kesal.
"Oke, kalau begitu kita balik dulu ya Bi," pamit Dewa pada Abian.
"Ya," jawab Abian.
__ADS_1
Kemudian Mala dan Dewa berjalan meninggalkan Abian dan Reyna.
"Aduh kasihan yang lagi cemburu....," cibir Dewa pada Mala yang melihat kejadian tadi.
"Apaan sih pak Dewa ini," kata Mala sambil cemberut.
"Kalau menurut saranku ya, sebaiknya kamu urungkan niatmu untuk mendekati Abian," lanjut Dewa.
"Loh! memang nya kenapa pak!?" tanya Mala agak kaget.
"Karena setahuku Abian sangat sayang sekali pada Reyna."
Mala mencibir kan bibirnya mendengar ucapan pak Dewa.
"Kalau saya pantang mundur bagaimana!?"kata Mala pada Dewa.
Dewa menatap Mala sambil mengangkat kedua bahunya " Ya coba saja kalau memang bisa," ucap Dewa.
"Pak Dewa kok tidak mendukung aku sih...padahal kan pak Dewa juga suka sama Reyna iya kan....." ujar Mala sedikit centil pada Dewa.
"Aku hanya mengagumi Reyna, dia wanita yang baik, lembut dan mandiri," kata Dewa.
"Halah sekarang aja bilang mengagumi coba nanti pasti ujung-ujungnya akan merebut juga, iya kan pak?" kejar Mala.
__ADS_1
"Aku tidak seperti mu Mala, ya...aku memang playboy tapi untuk yang wanita yang satu ini aku sangat menghargai dia, Reyna adalah wanita yang sangat sopan jadi aku sangat menghargai hal itu, lain dengan wanita-wanita lain yang sebelumnya pernah aku dekati, rata-rata mereka tidak ada yang seperti Reyna kamu paham kan maksudku," tegas Dewa berkata pada Mala.
Lagi-lagi Mala mencebikkan bibirnya mendengar ocehan Dewa.