Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 123


__ADS_3

"Heh!!! kenapa kalian masih berdiri di situ sudah sana pergi!!!" teriak pak Hendra pada Abi dan Reyna.


Abi kemudian meraih lengan Reyna dan mengajaknya ke luar dari rumah pak Hendra.


Kemudian Abi dan Reyna berjalan menuju ke mobil Abian yang di parkir di halaman rumah pak Hendra.


Tak lama kemudian mereka pun masuk ke dalam mobil dan dengan segera Abi menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu.


"Akhh ... !!! Benar-benar keterlaluan!!" pekik Abi dengan kesal sambil meninju setir mobilnya itu.


Reyna yang melihat hal itu hanya diam saja ia tahu apa yang sedang Abi rasakan saat ini.


Dan dia memberikan sejenak ruang untuk Abi untuk bisa menumpahkan amarahnya.


Beberapa saat selama dalam perjalanan keduanya hanya diam dan tiba-tiba Reyna menoleh pada Abi yang masih fokus menyetir.


Dan Reyna melihat kalau sekarang ini emosi Abi mulai mereda lalu ia memberanikan diri berkata pada Abi.


"Bi, aku pikir sebaiknya kamu pilih untuk menikahi Mala saja kasihan om Yuda kalau di sekap begitu," ucap Reyna dengan hati-hati takut amarah Abi naik lagi.

__ADS_1


"Gak Rey, aku gak akan menikahi Mala meskipun itu hanya untuk sementara saja," ujar Abi sambil mengerutkan kedua alisnya menatap Reyna.


"Terus kita dapat uang darimana untuk membayar hutang-hutang ke om Hendra...," lanjut Reyna.


"Ya, aku masih mencari jalan keluarnya Rey....kamu yang sabar ya," ujar Abi.


"Aku kasihan om Yuda Bi...."


"Sama Rey, aku juga kasihan sama papa tapi tidak dengan cara menikahi Mala jalan keluarnya..." ucap Abi menoleh pada Reyna.


Tak berapa lama kemudian mereka pun sampai di rumah Abi.


Dan ketika mereka turun dari mobil terlihat Bu Dewi sudah menyambut mereka dengan wajah cemas.


"Tidak ma, Abi masih belum mendapatkan pinjaman uang itu," ujar Abi sambil terduduk lemas di kursi ruang tamunya.


"Terus bagaimana dengan papa kamu Bi!! kamu tega ninggalin papa disandera sama om Hendra!!?" Bu Dewi mulai naik pitam.


"Aku tidak membiarkan papa ma, aku di beri dua pilihan oleh om Hendra dan di kasih waktu sehari ini saja untuk berpikir," ujar Abi.

__ADS_1


"Apa pilihannya?" tanya Bu Dewi.


"Aku harus menikahi Mala baru papa akan di lepaskan."


Bu Dewi terdiam tak berkata apa-apa dia menoleh ke arah Reyna yang duduk di samping Abi.


Reyna menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Abi barusan.


"Ya Tuhan ... kenapa harus begini jadinya...," Bu Dewi langsung lemas seketika.


Dia tidak menyangka kalau Hendra tetap ngotot minta Abi menikahi Mala anaknya.


Bu Dewi mendekat ke arah Abi dan duduk di sebelah nya sambil bertanya lagi dengan suara yang pelan.


"Lalu kita harus bagaimana Bi...?" tanyanya sambil menyentuh lengan Abi.


Abi menoleh pada mamanya dan berkata padanya " Ma, aku tidak mau menikahi Mala meskipun itu hanya untuk sementara saja," ujar Abi.


"Iya mama tahu itu, terus apa yang harus kita lakukan?" tanya Bu Dewi lagi.

__ADS_1


Abi menggenggam tangan mamanya seraya berkata padanya " Ma, kalau aku gadaikan rumah ini apa boleh ma...?" pinta Abi.


Bu Dewi terdiam sejenak dia membayangkan rumah ini adalah harta satu-satunya yang di dapat dari hasil kerja keras suaminya.


__ADS_2