Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 105


__ADS_3

"Aku harus ke ruangan Reyna sekarang, aku harus minta Reyna untuk bisa membujuk Abian untuk segera menikahi aku, ya aku harus minta tolong Reyna dia pasti akan mengerti," ujar Mala dengan yakinnya.


Kemudian dengan tersenyum licik Mala segera beranjak dari tempat duduknya dan bergegas keluar dari ruang kantornya untuk menuju ke ruangan Reyna.


Sesampai di depan ruang kantor Reyna tanpa mengetuk pintunya Mala langsung masuk ke dalam.


Sambil menangis tersedu-sedu Mala menghambur ke arah Reyna yang sedang duduk.


"Rey....bantu aku Rey...." ujar Mala sambil terus menangis mendekat ke arah Reyna.


Reyna yang tercengang melihat kedatangan Mala yang dengan tiba-tiba sambil menangis lagi.


"A- ada apa Mala? Kenapa kamu menangis?" tanya Reyna bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Mala.


"Rey....tolong aku," ucap Mala sambil memeluk Reyna.


"Aku harus menolong apa Mala?" tanya Reyna masih bingung.

__ADS_1


"Aku di ancam mau di habisi oleh Beno...." ujar Mala sambil terus menangis dalam pelukan Reyna.


"Di ancam mau di habisi? Terus aku harus berbuat apa!?" Reyna mulai panik.


"Aku minta tolong keikhlasan kamu untuk membujuk Abi agar mau menikahi aku hanya untuk sementara saja sampai Beno tidak mengancam aku lagi, boleh kan Rey....tolong...." Mala memelas pada Reyna.


Reyna terdiam sesaat dia tidak langsung menjawab permintaan dari Mala.


"Rey kamu tahu kan kalau aku sudah pernah menyelamatkan om Yuda sewaktu dia kecelakaan dan juga papa aku juga sudah pernah memberikan bantuan pada om Yuda sewaktu mengalami kebangkrutan," Mala mengulas soal balas budi.


"Karena itulah Rey, aku sekarang minta tolong sama kamu untuk bisa membujuk Abian untuk bisa menikahi aku untuk sementara saja Rey..." Mala terus mendesak Reyna.


"Tidak bisa!!!!" tiba-tiba terdengar suara Abian yang masuk ke dalam ruang kantor Reyna.


Seketika Mala dan Reyna terperangah melihat kedatangan Abian yang tiba-tiba saja.


"Aku tidak akan menikahi kamu Mala, dan kamu jangan coba-coba memperalat Reyna untuk membujuk aku supaya mau menuruti permintaan kamu dan papa kamu itu,"

__ADS_1


"Tapi Bi....pernikahan ini hanya sementara saja,hanya untuk mengelabui Beno saja aku minta bantuan kamu untuk kali ini saja Bi....," ujar Mala pada Abian.


"Tidak Mala!! pernikahan itu adalah suatu yang sakral jadi aku tidak mau main-main dengan hal itu dan kamu, kamu juga tidak berhak mengatur hidup aku."


"Kamu benar-benar tidak punya hati ya Bi, aku sudah pernah memberikan donor darah untuk papa kamu waktu itu dan dulu papa ku juga pernah memberikan bantuan dana yang jumlahnya sangat besar juga untuk membantu usaha papa kamu yang hampir bangkrut!! di mana rasa terimakasih kamu Abian....!!" teriak Mala dengan kesal pada Abian.


Sesaat Abian diam dan suasana jadi hening sejenak.


Reyna menatap Abian yang masih terdiam di tempatnya berdiri.


"Aku akan bayar semua bantuan yang pernah papa kamu berikan pada papa ku waktu itu," ujar Abi pada Mala.


"Lantas bagaimana dengan donor darah yang sudah aku berikan pada papa kamu!!!??" kata Mala semakin sengit.


"Aku juga akan bayar donor darah yang telah kamu keluarkan untuk papa aku," jawab Abi.


Mala terdiam begitu juga dengan Reyna, Reyna tahu saat ini Abi sangat marah sekali dan itu terlihat jelas dari raut wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2