
Tiba-tiba Mala berdiri sambil mengacungkan tangan nya dan berkata pada pak Dewa.
"Golongan darah saya B pak!!" ucap Mala dengan bangga nya.
Pak Dewa menatap pada Mala tajam seolah-olah tidak percaya dengan apa yang di katakan Mala barusan.
"Jangan-jangan Mala cuma berbohong, akh... biarlah terlepas dari itu semoga saja golongan darah Mala benar-benar sama dengan papanya Abian," tukas Dewa menepis pikiran buruknya pada Mala.
Reyna yang duduk di samping Mala sontak terkejut dan bahagia karena akhirnya papanya Abian bisa mendapatkan donor darah dengan secepatnya.
"Alhamdulillah," pekik Reyna sambil menatap Mala yang masih berdiri.
"Syukurlah kalau golongan darah kamu sama dengan golongan darah papanya Abian.
Kalau begitu aku akan hubungi Abian dan kamu Mala bisa segera meluncur ke rumah sakit tempat papanya Abian di rawat," ucap Dewa pada Mala.
Dan akhirnya semua karyawan pun keluar dari ruang meeting, sementara Reyna berjalan mendekat ke arah Mala.
"Mala, syukurlah ada kamu yang bisa mendonorkan darahnya buat pak Yuda," ucap Reyna dengan terharu.
__ADS_1
"Ya, kebetulan golongan darahku juga sama," kata Mala sedikit pongah.
"Kalau begitu aku keluar dulu ya Mala," pamit Reyna pada Mala.
Mala menganggukkan kepalanya sambil memikirkan sesuatu yang picik.
"Kalau aku mampu menarik simpati Abian dengan cara seperti ini berarti....sebentar lagi kamu akan tercampakkan Reyna.....," batin Mala dalam hati sambil mencibir Reyna.
"Reyna Tunggu!!" teriak pak Dewa yang masih berada di ruang meeting itu dan mendengar pembicaraan antara Reyna dan Mala barusan.
Reyna menghentikan langkahnya dan melihat pada Dewa yang berjalan menghampiri dirinya.
"Ada apa pak?" tanya Reyna pada Dewa.
"Iya pak, saya berangkat sepulang kerja ini," ucap Reyna.
"Kenapa tidak bareng kita saja sekalian?" ajak Dewa pada Reyna.
"Iya Rey ... bareng kita aja ke rumah sakit..."ajak Mala juga pada Reyna.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu aku ambil tas ku dulu di ruangan ku," kata Reyna yang kemudian berjalan keluar dari ruang meeting tersebut.
Dewa berjalan mendekati Mala setelah Reyna meninggalkan mereka berdua di ruangan itu.
"Mala! beneran golongan darah mu itu sama dengan yang di cari Abian untuk papanya?" tanya Dewa meragu.
"Pak Dewa...saya tidak main-main, golongan darah saya memang benar-benar sama dengan golongan darah pak Yuda papanya Abian, kenapa sih pak kok sepertinya tidak percaya gitu," Mala mengerucutkan bibirnya menatap Dewa.
"Oh oke, aku kira itu cuma alasan kamu saja untuk menarik simpati dari Abian dan keluarga nya," kata pak Dewa lagi.
"Ya....ada juga sih point yang itu," kata Mala sambil tersenyum.
"Hmmm," Dewa tak mengeluarkan komentar apapun mendengar perkataan Mala yang terakhir.
"Kalau begitu ayo pak kita berangkat," ajak Mala pada Dewa.
"Oke, eh jangan lupa kamu ajak Reyna juga dia kan harus ikut soalnya dia pacarnya Abian kan," ucap Dewa menaikkan kedua alisnya menatap Mala.
"Hmmm ... pacarnya Abian dan.... kesukaannya pak Dewa kan....!" seloroh Mala pada Dewa.
__ADS_1
"Sudahlah buruan aku tunggu di basemen!" teriak Dewa sambil berlalu pergi meninggalkan Mala yang masih berdiri di tempatnya.
Reyna sudah keluar dari ruang kantornya dan dia melihat Mala yang sedang berjalan menuju ke arahnya berdiri.