Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 52


__ADS_3

"Baik dok," ujar Abian.


"Siapa yang mau donor?" tanya dokter itu sambil melihat pada Dewa, Mala dan Reyna.


"Saya dok," ucap Mala penuh semangat.


"Oke silahkan ikut saya ke ruang pemeriksaan," kata pak Dokter itu pada Mala.


"Baik dok," lalu Mala mengikuti langkah dokter itu.


"Bi, aku mau ke toilet dulu ya," ucap Dewa pada Abian.


"Ya," jawab Abi.


"Duduk sini Rey," ajak Abian pada Reyna.


Kemudian Reyna dan Abian pun duduk di kursi panjang yang ada di depan kamar papanya.

__ADS_1


"Bi.... mudah-mudahan papa kamu cepat sembuh ya," ucap Reyna sambil menatap Abian yang duduk di sampingnya.


"Iya Rey, mudah-mudahan begitu," ujar Abian juga.


"Kamu jangan lupa makan ya Bi biar kamu juga tidak jatuh sakit, kan kasihan mama kamu kalau kamu juga sakit gak ada yang gantiin jaga pak Yuda," tutur Reyna.


"Iya sayang, oh ya kamu tadi semobil dengan Dewa?" tanya Abian sedikit resah sambil menatap Reyna.


"Iya tadi itu aku maunya berangkat sendiri naik taxi, tapi pak Dewa dan Mala nawarin aku untuk bareng mereka jadi akhirnya aku ikut mereka juga supaya lebih cepat sampai ke sini," ujar Reyna.


"Kamu duduk di mana?" tanya Abian penuh selidik.


"Awalnya aku di tawari untuk duduk di depan sama Mala, tapi aku gak mau dan akhirnya aku milih duduk di belakang."


"Dewa gak macam-macam kan sama kamu?" buru Abian pada Reyna.


Reyna tersenyum lagi lalu ia berkata pada Abian " Enggak Bi....pak Dewa gak ngapa-ngapain kok kan ada Mala di mobil, tapi pak Dewa sempat mencuri-curi pandang ke arahku sih tadi lewat spion yang ada di atas kepalanya itu," ujar Reyna.

__ADS_1


"Terus!" Abian tak sabar.


"Ya....aku gak menggubrisnya," kata Reyna.


"Sayang...., aku mohon kamu harus jaga jarak kalau sedang bersama Dewa karena aku tahu Dewa itu seperti apa orangnya, dia itu playboy sayang," tutur Abian sambil menggenggam kedua tangan Reyna.


"Iya aku akan ingat terus pesan kamu ini Bi, makanya tadi aku cuek saja meski pak Dewa berusaha mencuri-curi pandang padaku tadi sewaktu di dalam mobil," ucap Reyna.


"Iya sayang makasih aku percaya kamu," ucap Abian masih menggenggam kedua tangan Reyna dan menatapnya dengan mesra begitu juga sebaliknya Reyna balas menatap Abian dengan mesra juga sampai mereka tidak menyadari kehadiran Dewa di situ.


"Ehm....," Dewa berdehem melihat kedua pasangan itu yang sedang beradu pandang mesra.


Buru-buru Reyna melepaskan genggaman tangan Abian karena merasa canggung, sementara Abian menyikapinya dengan biasa saja atau kalau perlu Abian ingin menunjukkan pada Dewa kalau Reyna adalah miliknya yang tidak bisa di ganggu.


"Mmm ... sorry mengganggu," ucap Dewa pada Abian dan Reyna.


"Oh gak apa-apa Dewa," ucap Abian sambil menarik lagi tangan Reyna dan memegangnya dengan erat supaya Reyna tidak melepaskan nya lagi.

__ADS_1


Reyna menatap Abian seolah ingin berkata jangan begitu tapi Abian tidak perduli, Abian mau menunjukkan pada Dewa kalau dia sangat sayang sama Reyna.


"Mmm ... oh ya Bi, bagaimana dengan Mala? apa sudah selesai pengecekan yang di lakukan dokter padanya?" tanya Dewa mengalihkan kecanggungan nya melihat Abian yang terkesan mesra sekali pada Reyna.


__ADS_2