Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 116


__ADS_3

Lalu dengan perlahan Reyna berjalan mendekat ke arah Abian " Bi," panggilnya pada Abi.


"Ya Rey," Abi menoleh pada Reyna.


Lalu Reyna duduk di samping Abi dan berkata lagi padanya " Aku ada uang di rekening sebesar seratus juta bisa buat bantu bayar hutang ke om Hendra Bi....," ucap Reyna.


"Iya, aku juga punya seratus juta tapi....itu masih kurang banyak Rey....," Abi menatap Reyna sambil menghela nafasnya dalam-dalam.


"Iya papa tahu niat kalian semua baik untuk membantu papa melunasi semua hutang papa pada om Hendra, tapi nominal yang di tentukan om Hendra itu sangat besar sekali dan papa tidak bisa berpikir untuk itu," ujar pak Yuda juga sambil menarik nafasnya dalam-dalam.


"Pa...mama punya simpanan perhiasan kalau di jual harganya nanti kira-kira tujuh puluh lima jutaan pa, itu bisa buat tambah-tambah," timpal Bu Dewi.


"Iya ma, makasih ya ma," ucap pak Yuda pada Bu Dewi.


"Total semua ada dua ratus tujuh puluh lima jutaan, dan sisanya kurang dua ratus dua puluh lima juta, aku harus cari pinjaman sebesar itu," batin Abi.


Abi menatap papanya lalu ia berkata padanya " Pa, Abi akan usahakan untuk mencari kekurangannya semoga saja ada yang bisa bantu Abi," ucapnya.


"Kamu akan cari kemana untuk kekurangannya Bi....itu bukan jumlah yang sedikit," kata pak Yuda sambil mengerutkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Iya Abi tahu, tapi Abi akan berusaha pa."


Pak Yuda menganggukkan kepalanya pada Abi.


"Aku akan ke rumah Dewa sekarang, mudah-mudahan saja dia bisa membantu," ucap Abi tiba-tiba.


"Aku ikut," kata Reyna.


"Gak usah Rey, kamu di rumah saja menemani papa dan mama ya," ucap Abi.


Reyna mengangguk-anggukkan kepalanya "Iya Bi, mudah-mudahan pak Dewa bisa membantu ya Bi," ujarnya.


"Kamu hati-hati ya Abi,"pesan Bu Dewi pada Abian.


"Ya ma," lalu Abi berjalan keluar dari ruang tengah itu di ikuti oleh Reyna yang mengantarkan nya ke depan.


"Aku jalan dulu ya," pamit Abi pada Reyna ketika mereka sudah sampai di garasi.


Reyna menganggukkan kepalanya,lalu Abi masuk ke dalam mobilnya dan tak lama kemudian dia pun sudah menghilang dari pandangan mata Reyna.

__ADS_1


Reyna kembali masuk kedalam rumah dan menemui mama dan papa Abi yang masih duduk di meja makan.


Reyna membereskan semua piring dan sisa makanan yang ada di meja itu.


"Rey....sudah kamu gak usah beresin ini, biar bibik saja yang beresin, sekarang kamu istirahat saja ya," ujar Bu Dewi pada menantunya itu.


"Iya ma," jawab Reyna sambil membawa piring-piring itu masuk ke dapur.


Bu Dewi tersenyum melihat menantunya yang rajin itu, dan sejurus kemudian terlihat Reyna sudah keluar dari dapur.


Reyna berjalan mendekati papa dan mama mertuanya itu sambil berkata


"Ma, pa, saya istirahat dulu ya," ucapnya.


"Ya," jawab Bu Dewi sambil menyunggingkan senyumnya pada Reyna.


Lalu Reyna berjalan masuk ke dalam kamarnya, dan dia segera membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, dia merasa sangat capek sekali hari ini.


"Mudah-mudahan pak Dewa bisa membantu Abi," gumam Reyna sambil menerawang ke langit-langit kamar.

__ADS_1


Tepat pukul sepuluh malam ini Abi sudah tiba di depan rumah Dewa.


__ADS_2