Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 71


__ADS_3

"Mmm ... iya Bi, ini tanggung soalnya jadi sekalian aja aku selesaikan juga," ucap Reyna sambil tersenyum pada Abian.


"Tapi kamu harus ingat juga dong Rey...ini kan sudah waktunya pulang," ucap Abi menegaskan pada Reyna.


"Iya Bi," ucap Reyna sambil membereskan pekerjaannya.


"Abian perhatian banget sama Reyna, kalau aku jadi pacarnya pasti seneng banget di perhatikan seperti itu," batin Mala mengagumi sikap Abian.


"Eh Mala...kamu ada di sini juga?"ucap Reyna yang baru menyadari kehadiran Mala juga di ruang kantornya itu.


"Iya Rey, aku ikut ke sini juga soalnya tadi Abian ngajak aku untuk ikut kerumahnya, karena katanya papanya ingin ketemu sama aku," ujar Mala pada Reyna.


Reyna tersenyum pada Mala sambil menganggukkan kepalanya,"Iya Mala, Abian juga bilang ke aku kalau pak Yuda pingin ketemu sama kamu," kata Reyna sambil berjalan ke arah Abian yang masih berdiri di tempatnya.


"Tapi nanti aku ikut mobil Abian soalnya aku pas gak bawa mobil hari ini," ucap Mala pada Reyna.


"Iya Mala, kita berangkat sekarang Bi?" tanya Reyna pada Abian.


" Iya," ujar Abian.


Kemudian mereka bertiga pun keluar dari ruang kantor Reyna dan berjalan menuju ke arah basemen.


Reyna berjalan di samping Abi sedangkan Mala berada di samping Reyna.

__ADS_1


Tak berapa lama mereka pun tiba di area basemen, lalu Abi berjalan menuju ke arah mobilnya di ikuti oleh Reyna dan Mala yang berjalan di belakangnya.


Abi terlebih dahulu masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi lalu Reyna membuka pintu bagian depan mobil dan lalu duduk di samping Abian.


Sedangkan Mala duduk di kursi bagian tengah di belakang Reyna dan Abi.


Kemudian Abian menyalakan mesin mobilnya dan tak lama dia sudah menjalankan mobilnya menuju ke arah jalan raya.


Suasana di dalam mobil cukup hening hanya terdengar alunan music dari


audio mobil Abian.


Tidak ada obrolan yang terjadi antara Abian, Reyna dan Mala sampai pada akhirnya Mala yang bersuara terlebih dahulu hanya untuk berbasa-basi saja.


"Iya," jawab Reyna.


"Tamunya pak Dewa?" tanya Mala lagi.


"Iya," jawab Reyna lagi.


"Terus kenapa kamu tadi yang nemuin bukannya pak Dewa?" selidik Mala.


"Mmm ... tadi itu pak Dewa lagi gak mood untuk ketemu pak Sandy dan akhirnya aku yang di suruh untuk nemuin pak Sandy," tutur Reyna sambil sesekali menoleh ke belakang ke arah Mala duduk.

__ADS_1


"Oh begitu, terus menurut kamu pak Sandy itu gimana orangnya?" lanjut Mala.


"Orangnya baik dan ramah," kata Reyna.


"Terus...," kejar Mala pada Reyna.


"Maksudnya?" Reyna balik tanya pada Mala sambil mengerutkan alisnya.


"Maksudnya selain baik dan ramah dia itu bagaimana orangnya?" ujar Mala.


"Ya...gak ada itu aja," ucap Reyna.


"Bukan Rey....maksudku pak Sandy itu orangnya ganteng keren apa bagaimana gitu....?"


"Menurutku pak Sandy itu ya....berwibawa meski dia masih muda seumuran kita," ujar Reyna.


"Gitu ya," tukas Mala.


Dan akhirnya mereka pun tiba di rumah Abian, lalu mereka pun turun dari mobil dan berjalan menuju ke rumah.


"Masuk," ajak Abian pada Reyna dan Mala.


Kemudian Reyna dan Mala duduk di ruang tamu sedangkan Abian terus masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2