Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 45


__ADS_3

Dewa manggut-manggut mendengar penuturan dari Mala.


"Terus kamu berencana mau merebut Abian dari Reyna?" tanya pak Dewa.


"Sebenarnya....awalnya sih gak gitu pak, tapi lama-lama saya merasa nyaman kalau dekat dengan Abian, cewek mana sih yang gak kegoda dengan tampang ganteng dan sifat yang manly banget Abian itu semua pasti akan kesengsem pada Abian pak," ujar Mala.


"Dan sekarang kamu lagi kesengsem sama Abian?" tanya pak Dewa lagi.


"Iya," ucap Mala dengan tegas.


"Oke, semua terserah kamu dan saya tidak berhak ikut campur, tapi....jangan sangkut pautkan dengan aku oke!?" ujar pak Dewa pada Mala.


"Bagaimana gak ada sangkut pautnya, secara pak Dewa juga lagi jatuh cinta pada Reyna pacar Abian iya kan? bagaimana kalau kita menjalin kerja sama agar tujuan kita sama-sama tercapai," Mala mulai mempengaruhi pak Dewa dengan pikiran piciknya.


"Ah, sudahlah Mala kamu jalan sendiri aja dan aku juga akan jalan sendiri sesuai mauku," kata Dewa menolak ajakan Mala.


"Akhh.... pak Dewa gak asyik banget sih, di kasih jalan yang enak malah gak mau, gimana sih..." Mala kesal pada Dewa.

__ADS_1


Pak Dewa mengangkat kedua bahunya sambil menatap Mala.


"Awas Lo pak, tidak ada tawaran kedua coba pak Dewa pikirkan sekali lagi tentang misi ini oke?" Mala memaksa.


Pak Dewa mencibirkan bibirnya tanpa memberikan komentar apapun pada Mala.


"Aku balik dulu ya Mala," pak Dewa berdiri dari tempat duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Mala sendiri di kantin.


Mala mengerucutkan bibirnya menatap kepergian pak Dewa, dia merasa kesal pada pak Dewa karena menolak niat baiknya untuk di ajak kerja sama.


"Akhh....sudahlah, ngapain juga ngurusin pak Dewa, mending aku pikirin aja cara mendekati Abian lagi.


"Mala, kamu makan sendiri?" tanya Reyna pada Mala ketika dirinya dan Abian melewati meja Mala.


"Oh, hey.. enggak kok aku gak sendiri, tadi aku bareng sama pak Dewa di sini, cuma tadi pak Dewa balik dulu ke ruang kantornya.


Reyna menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

__ADS_1


"Oh ya kalian mau makan?" tanya Mala basa-basi padahal sebenarnya dia tahu kalau sedari tadi Reyna dan Abian sudah ada di kantin.


"Mmm ... kita sudah makan tadi, dan ini mau balik ke kantor," ujar Reyna, sedangkan Abian diam saja di samping Reyna.


"Oh ya," pekik Mala.


"Iya, ya udah Mala aku balik ke kantor dulu ya," ucap Reyna pada Mala.


Kemudian Reyna dan Abian pun melangkah pergi meninggalkan Mala.


Mala memperhatikan Abian yang sedari tadi diam saja sewaktu dirinya dan Reyna sedang berbincang.


"Abi...Abi....makin ke sini aku makin mengagumi kamu, kamu pelindung wanita sejati," Mala tersenyum sendiri melihat kepergian Abian dan Reyna.


Setelah menyelesaikan makan siang nya, akhirnya Mala juga pergi meninggalkan kantin Bu Siti dan berjalan kembali ke kantornya.


Ketika melewati ruang kantor pak Dewa, tiba-tiba Mala menghentikan langkahnya dan dengan perlahan Mala mulai membuka daun pintu kantor itu.

__ADS_1


Mala membuka sedikit pintu kantor itu dan melongok kan kepalanya ke dalam.


"Pak Dewa .... bagaimana dengan tawaran yang saya ajukan tadi.....!?" teriak Mala pada pak Dewa yang sedang sibuk mengutak-utik gawai pipih nya.


__ADS_2