
"Iya pa, kasihan juga itu Reyna," Bu Dewi juga ikut simpati terhadap Reyna.
"Ma, kalau ada Reyna sebaiknya mama jangan membicarakan soal Mala," kata pak Yuda lebih lanjut.
"Memangnya kenapa sih pa?" alis Bu Dewi sedikit naik mendengar perkataan suaminya.
"Mama tahu sendiri kan tadi Abian kelihatan gak suka sewaktu mama ngomong soal Mala, masalahnya Reyna itu kan pacar Abian dan Abian gak mau Reyna tersinggung ma."
"Oh....masalah itu, lah tadi papa lihat sendiri kan Reyna loh gak apa-apa waktu mama menyinggung soal Mala."
"Iya tapi kan gak enak juga ma .... sama Reyna."
"Iya mama ngerti, tapi ngomong-ngomong Mala itu anaknya baik juga kok pa, buktinya dia sampai masakin makanan kesukaan Abi dan sepertinya Mala juga dekat sama Abi pa."
"Ya....itu nanti terserah Abian dia lebih cocok dengan siapa."
Sementara Abian dan Reyna sudah berada di samping mobil Abian lalu Abian membukakan pintu mobil untuk Reyna.
"Makasih Bi," ucap Reyna yang kemudian masuk ke dalam mobil.
Abian tersenyum lalu dia masuk ke dalam mobil juga dan duduk di samping Reyna dan sejenak Abian menatap Reyna yang sedang melihat ke arah depan.
__ADS_1
Tiba-tiba Reyna merasa kalau dirinya sedang di perhatikan dan dengan mengerutkan keningnya Reyna bertanya pada Abian.
"Ada apa Bi, kenapa menatapku seperti itu?" tanya Reyna sambil menatap Abian yang berada di samping nya.
"Mmm ... kamu gak marah kan Rey, waktu mama membicarakan soal mala tadi."
Reyna kembali mengerutkan keningnya dan tersenyum pada Abian sembari berkata padanya.
"Enggak Bi, aku gak marah kok lagian kan benar kata mama kamu kalau Mala itu juga teman sekantor dengan kita kan."
"Memang kapan hari itu Mala datang ke sini sambil membawa masakan rendang kesukaan aku dan dia yang memasaknya sendiri waktu itu, tapi Mala ke sini bukan aku yang membawa nya, Mala datang sendiri ke sini," Abian menjelaskan secara detail pada Reyna.
"Iya Bi, aku percaya sama kamu," ujar Reyna sambil tersenyum pada Abian.
"Enggak, kenapa harus marah Bi?" Reyna balik tanya pada Abian sambil mengangkat kedua bahunya.
Abian menatap Reyna dengan tajam dan cukup lama, sampai Reyna salah tingkah di tatap seperti itu.
"Bi, Abi ... kamu kenapa lagi kok menatap aku seperti itu?" Reyna menggerakkan tangan kanannya ke atas ke bawah di depan wajah Abian.
"Ee... .enggak Rey, gak apa-apa cuma aku takut kalau kamu akan marah dengan kedatangan Mala ke rumah."
__ADS_1
Reyna memekik sambil membolakan kedua matanya menatap Abian." Abi ...!!"
Abian tersenyum sambil memencet hidung Reyna dengan gemas.
"Yuk Bi pulang...sudah malam ini....," ucap Reyna dengan manja pada Abian.
"Siap sayang," tukas Abian sambil mulai menyetir mobilnya dan kemudian melaju pergi meninggalkan rumahnya.
Dan tak berapa lama kemudian mereka pun tiba di halaman rumah Reyna.
Abian dan Reyna keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah Reyna.
Dari dalam terlihat bibik berjalan mendekati Reyna dan Abian yang baru datang. " Non sudah datang?" tanya bibi dengan wajah gembira.
"Iya Bik," jawab Reyna.
"Rey, sudah malam kamu langsung istirahat saja, aku mau segera balik ke rumah ya," ucap Abian pada Reyna.
"Iya Bi, kamu hati-hati ya," pesan Reyna pada Abian.
Abian menganggukkan kepalanya, kemudian Abian berpamitan pada bibik yang masih berdiri di situ.
__ADS_1
"Bik, saya pulang dulu."
"Iya mas Abi, hati-hati ya," tutur bibik juga.