Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 110


__ADS_3

"Aku baik-baik saja Yuda," ucap laki-laki itu yang ternyata adalah penghulu teman pak Yuda.


"Syukurlah Simon, lama sekali kita tidak bertemu," ucap pak Yuda.


"Ya, sangat lama sekali sejak aku di mutasi keluar kota beberapa tahun yang lalu, oh ya mana anak kamu yang mau kamu nikahkan itu?" tanya pak Simon lebih lanjut.


Pak Yuda menoleh pada Abian yang masih duduk di samping mamanya dan Reyna "Ini Abian anakku," tunjuk pak Yuda pada Abi.


"Oh iya iya," pak Simon tersenyum pada Abian sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


Abi berdiri dari duduknya dan menyalami tangan pak Simon.


"Calon menantumu yang mana?" tanya pak Simon lagi.


Pak Yuda menoleh pada Reyna yang duduk di samping Bu Dewi " Ini calon menantuku," ujar pak Yuda.


Pak Simon tersenyum menatap Reyna dan Reyna juga membalas senyum dari pak Simon sambil menganggukkan kepalanya dengan ramah.


"Cantik, pintar sekali anakmu memilih calon istri," kelakar pak Simon pada pak Yuda dan pak Yuda pun tersenyum mendengar kelakar temannya itu.


"Dan .... Yang ini pasti Dewi istrimu," tunjuk pak Simon pada Bu Dewi.

__ADS_1


"Iya betul," jawab pak Yuda.


Bu Dewi bangkit dari duduknya dan selanjutnya bersalaman dengan pak Simon.


"Ngomong-ngomong kenapa kamu datang sendiri ke KUA untuk menikahkan anakmu dan menantumu Yuda?" tanya pak Simon dengan mengerutkan keningnya menatap pak Yuda.


"Panjang ceritanya," ujar pak Yuda.


Dan pak Simon paham dengan sikap pak Yuda kalau dia tidak mau bercerita soal itu lalu dengan segera pak Simon memutuskan pembicaraan mereka.


"Baiklah ,kalau begitu aku akan segera nikahkan mereka ya," ujar pak Simon sambil menepuk bahu pak Yuda.


Sementara Mala yang pagi ini tidak melihat Abian dan Reyna masuk kerja sempat menaruh rasa curiga.


"Kenapa hari ini Abian dan Reyna tidak masuk kerja secara bersamaan ya?" gumam Mala di dalam ruang kantornya.


Mala berpikir dengan keras untuk menemukan jawabannya kenapa Abi dan Reyna tidak ngantor hari ini.


"Mmm ... apa aku coba tanya aja pada pak dewa ya, ya sebaiknya aku tanya ke pak dewa saja."


Kemudian Mala bangkit dari tempat duduknya dan bergegas keluar dari ruang kantornya menuju ke ruangan Dewa.

__ADS_1


Dan ketika sudah tiba di depan ruangan Dewa dengan perlahan Mala mengetuk daun pintu itu sampai terdengar jawaban dari dalam "Masuk!!"


Lalu dengan perlahan Mala memutar gagang pintu itu dan mulai masuk ke dalam ruangan Dewa.


Dewa menghentikan tangannya yang sedang mengetik di lap topnya ketika


melihat Mala masuk.


"Ada apa Mala?" tanya Dewa setelah Mala berdiri di depan meja kerjanya.


Mala menatap Dewa sesaat lalu ia mulai bertanya padanya " Mmm ... Hari ini Reyna dan Abian sama-sama tidak masuk kerja ya pak?" tanya Mala.


Dewa mengernyitkan keningnya sesaat seperti mengingat sesuatu


" Sepertinya iya sih, tadi Reyna telepon ke aku kalau hari ini dia ijin tidak masuk karena ada kepentingan keluarga katanya."


"Kepentingan keluarga? keluarga yang mana?" Mala penasaran.


"Ya mana aku tahu keluarga yang mana," timpal Dewa pada Mala.


"Bukan begitu pak....setahu saya kan Reyna tidak punya siapa-siapa di sini dia kan cuma tinggal sendiri di sini," kata Mala.

__ADS_1


__ADS_2