Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 13


__ADS_3

Setelah masuk ke dalam kamar, Abian berjalan mendekati tempat tidur Reyna dan dengan perlahan Abian meletakkan tubuh Reyna ke atas tempat tidur dan sesaat Abian menatap wajah Reyna yang masih pulas tertidur.


Lalu Abian mengusap rambut Reyna sambil berkata.


"Aku pulang dulu Rey, aku sayang kamu," Abian bermonolog.


Kemudian Abian melangkah hendak beranjak dari kamar Reyna tapi tiba-tiba lengannya di pegangi oleh Reyna, lalu Abian menoleh pada Reyna yang masih terbaring di atas tempat tidurnya.


Abian melihat Reyna tersenyum padanya.


"Aku juga sayang kamu Bi," ucap Reyna sambil tetap memegangi lengan Abian.


Abian menipiskan bibir nya sambil membalikkan badannya dan kembali mendekati Reyna yang masih berbaring.


Abian duduk di bibir tempat tidur Reyna sambil menatap Reyna.


"Kamu terbangun sayang, maaf ya kalau aku jadi membangun kan kamu tadi," ujar Abian gak enak.


"Gak apa-apa Bi, sebenarnya sedari kamu meletakkan aku di atas tempat tidur ini aku sudah terbangun kok tapi aku masih ingin kamu tetap membopongku Bi,jadi aku pura-pura masih tertidur saja tadi," ujar Reyna tersenyum malu dan membuat pipinya memerah.


"Hmmm....sayang, kamu.....," Abian memencet hidung Reyna dengan gemas.

__ADS_1


"Maaf....., ya udah kamu pulang dulu gih kamu kan capek juga Bi," ucap Reyna sambil masih memegangi lengan Abian sedari tadi.


"Ya, kamu istirahat lagi aja ya."


"Ya sayang," ujar Reyna berseloroh sambil tersenyum pada Abian.


Abian mendekatkan wajahnya pada Reyna sambil berkata padanya.


"Aku pulang dulu sayang," pamit Abian lagi.


"Ya, kamu hati-hati di jalan ya," kata Reyna sambil mengusap wajah Abian dengan mesra.


"Oke," kata Abian sambil tersenyum pada Reyna.


"Loh mas Abian mau kemana? ini bibik buatkan minum," kata bibik pada Abian.


"Saya mau pulang bik, kasihan Reyna sepertinya dia capek bik," kata Abian.


"Oh begitu, terus minumnya ini?" tanya bibik dengan mimik muka agak kecewa.


Dengan sigap Abian meraih gelas yang ada di nampan yang masih di pegang bibik.

__ADS_1


"Ini buat saya kan bik?" tanya Abian sambil mengangkat gelas itu.


"Iya."


"Kalau begitu saya minum ya bik," kata Abian sambil mulai meminumnya dan menghabiskannya.


Lalu Abian meletakkan kembali gelas yang sudah kosong itu ke nampan yang masih di pegang bibik.


"Saya sudah habiskan Bik dan....terimaksih ya Bik, saya mau pulang dulu," kata Abian sambil tersenyum pada bibik.


"Iya mas Abian, hati-hati ya...!" teriak bibik dengan senang gak cemberut lagi.


"Iya Bik!" teriak Abian juga sambil terus melangkah menuju keluar rumah.


"Hmmm ....mas Abian itu baik banget dan beruntung sekali non Reyna mendapat pacar seperti mas Abian, udah ganteng, baik, sopan juga, mudah-mudahan mas Abian menyayangi non Reyna dengan sepenuh hatinya," bibik bermonolog sambil menatap kepergian Abian yang sudah menghilang dari pandangan nya.


Reyna yang melihat bibik masih termangu di pintu kamarnya akhirnya memanggil bibik.


"Bik .... sedang mikirin apa?" tanya Reyna.


"Eh iya non," bibik terkejut lalu dengan segera bibik berjalan menghampiri Reyna yang duduk di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Mikirin apa sih bik tadi kok sepertinya serius amat?" tanya Reyna setelah bibik mendekat padanya.


__ADS_2