Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 114


__ADS_3

Abi kembali menatap pak Hendra dengan sikap yang di atur setenang mungkin.


Dia tidak mau terbawa suasana pak Hendra yang lagi penuh amarah dan emosi.


Dan Abi sadar akan kemarahan yang di tumpahkan pak Hendra saat ini karena permintaan yang di inginkan nya tidak terpenuhi.


"Om, pernikahan itu adalah hal yang sakral jadi aku tidak mau main-main dengan hal itu," kata Abi lagi pada pak Hendra.


"Halah!!! jangan sok menggurui kamu, coba sekarang kamu pikirkan bagaimana kondisi papa kamu waktu itu seandainya Mala tidak memberikan donor darahnya, pasti sudah mati papa kamu!! Dan pikirkan juga bagaimana dulu kalau seandainya aku tidak memberikan bantuan sewaktu usaha papa mu bangkrut!!??? Mau jadi apa kalian hah!! pasti kalian sudah menggelandang di jalanan iya!!?" ujar pak Hendra dengan geram sambil mendelik menatap Abi.


Suasana hening sesaat lalu Abi mulai buka suara lagi " Iya aku ngerti akan hal itu om," ujarnya.


"Nah...!!! Kalau kamu mengerti kenapa kamu tidak mau membalas budi baik keluarga aku!!???" ujar pak Hendra sambil menepuk dadanya dengan keras dan kesal.


"Sekali lagi maafkan aku om, aku tidak bisa melakukan hal itu aku tidak mencintai anak om dan aku tidak menginginkan ini semua," Abi kekeh dengan penolakan nya.

__ADS_1


Netra pak Hendra membola dengan sangat sempurna menatap tajam ke arah Abian.


Seolah akan menghujam jantung hatinya dengan sebilah pisau yang sangat tajam sekali.


Dan Abi merasakan akan hal itu, pak Hendra benar-benar di berada di titik puncak kemarahannya kali ini.


"Plak!!! dasar kamu dan papa kamu memang benar-benar tidak tahu diri!!!" sebuah tamparan yang cukup keras mendarat di pipi sebelah kanan Abi.


Abi diam merasakan sedikit perih di bagian pipi sebelah kanannya setelah mendapat tamparan dari pak Hendra.


Reyna terkejut dan kaget mendengar Abi di tampar oleh pak Hendra.


Reyna kasian melihat Abi dan pak Yuda di caci maki habis-habisan oleh papanya Mala.


"Oke!! Kalau memang begitu mau kalian tapi ingat kalian harus membayar semua uang yang telah aku berikan untuk membantu usaha papa kamu dan juga ganti rugi donor darah yang telah Mala berikan, paham kamu!!! pak Hendra menunjuk dada Abian dengan keras sampai Abi mundur sedikit dari tempatnya berdiri.

__ADS_1


Reyna menangis yang mengintip peristiwa itu dari Ruang tengah dia tidak tega pada Abi dan keluarganya.


Lalu Abi mengangkat wajahnya perlahan dan berkata pada pak Hendra " Baik om aku akan bayar semua hutang papa pada om,"ucap Abi dengan tegas.


"Bagus!!" kata pak Hendra sambil mencibir melihat Abi.


"Aku janji besok pagi akan membayar semua hutang papa yang berjumlah seratus juta itu."


"Seratus juta!!! Hahahaha....," pak Hendra tertawa terbahak-bahak yang terkesan meledek Abi.


Abi terdiam melihat pak Hendra meledeknya.


Lalu pak Hendra berbicara lagi pada Abian .


"Tidak segampang itu, uang seratus juta itu sudah bertahun-tahun yang lalu aku berikan untuk membantu papa kamu dan jika aku kalkulasikan sampai tahun ini jumlahnya sekitar 300 juta an."

__ADS_1


"Apa...!!!" pekik Abi, pak Yuda dan Bu Dewi mereka semua terkejut bukan kepalang mendengar ucapan pak Hendra barusan.


Begitu juga hal nya dengan Reyna dia juga terkejut setengah mati mendengar nominal yang sebesar itu.


__ADS_2