Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 46


__ADS_3

Pak Dewa mengangkat kepalanya melihat ke arah Mala yang masih melongok kan kepalanya di pintu ruang kantornya.


"Bagaimana pak?" tanya Mala lagi sambil mengerutkan alisnya menatap Dewa.


Dewa menggelengkan kepalanya tanpa mengeluarkan komentar apapun.


"Hmmm ... oke tawaran tidak datang dua kali ya!" ucap Mala sambil tersenyum mencibir pada Dewa, lalu Mala pun kembali menutup pintu ruang kantor pak Dewa dan berlalu pergi dari tempat itu.


Sementara di ruangan Abian terlihat Abian kembali mengerjakan pekerjaan kantornya.


Tiba-tiba gawai persegi panjang miliknya yang di letakkan di atas meja kerjanya itu berdering.


Abian melirik ke arah gawai itu dan dengan segera meraih benda itu setelah tahu siapa yang menelepon.


"Halo, ada apa ma?" tanya Abian setelah menerima telepon dari Bu Dewi.


"Bi, papa Bi....," tutur Bu Dewi dengan suara panik.


"Papa? papa kenapa ma?" tanya Abian ikut panik mendengar suara mamanya.


"Papa kecelakaan Bi...." ujar Bu Dewi sambil menangis.


"Kecelakaan!? sekarang, sekarang papa ada di mana ma?" tanya Abi makin panik.

__ADS_1


"Papa di bawa ke rumah sakit Bi," ujar Bu Dewi masih menangis.


"Ma, mama sekarang tenang dulu ya mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa pada papa, dan sekarang Abi akan pulang jemput mama terus kita ke rumah sakit ya, mama yang tenang ya tunggu Abi datang," ucap Abian mencoba menenangkan mamanya yang masih menangis terus.


"Iya Bi, kamu cepetan ya mama pingin cepat lihat papa...."


"Iya ma, pokoknya mama tenang ya."


Kemudian Abian langsung meraih kunci kontak mobilnya dan bergegas keluar dari ruang kantornya.


Abian berjalan dengan terburu-buru dan tepat di depan ruangan Mala, Abian berpapasan dengan Dewa.


"Bi, kamu mau kemana kok terburu-buru begitu?" tanya Dewa yang melihat Abian seperti tergesa-gesa jalannya.


"Kenapa?" tanya Dewa penasaran.


"Papaku kecelakaan dan aku baru saja di telepon sama mama aku katanya papa ada di rumah sakit sekarang," ujar Abian pada Dewa.


"Oh begitu, ya sudah kalau begitu kamu buruan susul papa kamu di rumah sakit," ujar Dewa ikut prihatin atas apa yang menimpa Abi saat ini.


"Ya, aku balik dulu ya," pamit Abian.


"Oke, hati-hati!" teriak Dewa pada Abian yang sudah melangkah.

__ADS_1


"Papanya Abian kecelakaan?"gumam Mala yang mendengar pembicaraan Abian dan Dewa barusan.


"Eh pak, pak Dewa!! tunggu...!" teriak Mala yang melihat Dewa sudah mau pergi dari sana.


Dewa menghentikan langkahnya dan menoleh pada Mala yang sedang berdiri di belakangnya.


Kemudian Mala berjalan mendekat ke arah Dewa yang sedang menunggu nya.


"Ada apa Mala?" tanya Dewa ketika Mala sudah mendekatinya.


"Mmm ... tadi saya dengar pembicaraan Abian dan pak Dewa, katanya papanya Abian kecelakaan dan masih di rumah sakit, benar itu pak!?" tanya Mala sambil membolakan matanya menatap Dewa.


"Iya, tadi Abian pamit pulang dulu karena papanya kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit," ucap Dewa pada Mala.


"Ada di rumah sakit mana pak?" buru Mala.


"Wah, aku tadi gak sempat tanya pada Abian," kata Dewa.


"Hmmm," Mala menipiskan bibirnya mendengar ucapan Dewa.


"Terus kalau mau jenguk gimana?" tanya Mala pada Dewa.


"Mau jenguk apa mau cari simpati doang," seloroh Dewa pada Mala.

__ADS_1


l


__ADS_2