Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang
susu?


__ADS_3

Setelah makan,Ella membereskan piring kotor bekas mereka makan tadi. Sementara Jimin langsung menuju ruang kerjanya,entah apa yang akan ia lakukan di hari cutinya.


Beberapa menit kemudian Ella sudah selesai mencuci piring,ia segera menuju ke kamar untuk mandi. Setelah mandi ia berdandan di meja rias lalu menyusul Jimin di ruang kerjanya.


"Om mandi dulu gih" ucap Ella yang berdiri di ambang pintu.


Jimin spontan menoleh ke arah Ella karna terkejut. "Haish mengagetkan saja,bentar lagi om mandi"


Ella berjalan ke arah Jimin untuk melihat apa yang suaminya lakukan dengan laptopnya pada hari libur.


"Kenapa om bekerja? Kan om libur" mode Kepo Ella on.


"Kamu tidak akan faham,duduklah dan jangan banyak tanya" tutur Jimin tanpa melihat ke arah Ella.


"Nanti lagi,buruan mandi" Ella memutar laptopnya agar Jimin menatapnya.


"Kamu mulai berani dengan suamimu?" Jimin menaikan satu alisnya.


"Haishh terserah om saja! Katanya mau susu" ucap Ella tiba-tiba,sontak saja membuat Jimin kaget.


"Kamu ingin memberikannya sekarang?"


"Iya,jika tidak mau ya sudah om mandi saja dulu" Ella pun duduk di sofa.


"Tentu saja aku tidak akan menolaknya jika kamu yang menawarkan sendiri" ucap Jimin senang dan berjalan ke arah Ella.


"Mau sekarang?" tanya Ella dan Jimin hanya mengangguk dan duduk di sampingnya.


"Ya sudah om tunggu di sini biar Ella buatkan,mau coklat atau putih?" ucap Ella membuat Jimin terdiam.


"Kenapa istriku sangat polos? Aku minta susu itu tapi ia pikir aku minta susu biasa" eluh Jimin dalam batin.


"Kenapa om diam? Mau coklat atau vanilla?" tanya Ella lagi karna tidak mendapat jawaban dari Jimin.


Jimin mengelus pelipisnya "hah" Ia menghela nafas.


"Cepatlah dewasa agar mengerti apa yang ku inginkan" setelah mengucapkan itu,Jimin kembali ke kursinya dan fokus pada laptopnya lagi.


"Jadi? Om mau Coklat atau Vanilla?" karna bingung,jadi Ella tanya lagi.


"Aishh Ella! Pengen ku cubit cubit badanmu" gemas Jimin.


"Gimana sih om! Katanya minta susu! Di tanya mau Coklat atau vanilla malah jawab yang bikin Ella bingung!" kesal Ella.


Jimin menghela nafas lalu tersenyum kecil menatap Istrinya itu. Ia tak habis pikir,kok masih ada gadis berusia 15 tahun tapi tidak tau apa apa tentang hubungan dewasa? Ella memang langka!


"Terserah kamu saja" jawab Jimin pasrah.


"Nah gitu dong dari tadi! Bikin Ella bingung aja"


Setelah itu Ella keluar dengan menghentakkan kakinya karna sebal. Jimin hanya bisa pasrah dengan kelakuan istri polosnya.

__ADS_1


"Oke Jimin,ini keputusan lo buat nikahin gadis di bawah umur! Jadi lo harus menanggung akibatnya! Sabar sebentar lagi pasti dia faham yang lo inginkan! Cukup ajari saja tentang hubungan dewasa,pasti dia akan faham" ucap Jimin dengan dirinya sendiri.


Baru bebrapa menit,Ella sudah kembali ke ruang kerja Jimin. Bukannya bawa susu,ia malah bawa cemilan,makan sambil jalan. Jimin menatap istrinya bingung.


"Tidak ada susu di dapur" ucap Ella.


Jimin menepuk jidatnya "ya nggak ada lah,gw aja gak suka susu!" batin Jimin.


"Jadi om mau apa? Atau beli dulu?" tanya Ella yang sudah duduk di meja Jimin.


"Aku tidak suka susu,jadi untuk apa aku beli susu" jawab Jimin.


"Lalu kenapa om minta susu" kesal Ella.


"Ah Ella!kau ini! Kenapa kamu tidak peka?! Aku ingin susumu!" kesal Jimin.


Ella terdiam sejenak mencerna ucapan Jimin. "Susuku? Apa aku membawa susu ke sini....." ia terus berfikir hingga akhirnya ia sadar.


"Ih dasar mes*m!" Ella melempar cemilan yang ia bawa tadi ke arah Jimin.


"Ella apa boleh om coba cubit kamu? Kamu benar-benar menggemaskan sampai om pengen membunuhmu"


"Aku yang akan membunuhmu jika om berani melakukan hal macam-macam!" kesal Ella lalu keluar dari sana.


"Gadis itu benar-benar membuat ku naik darah,awas saja nanti malam" smirk Jimin.


Beberapa menit kemudian Ella masuk lagi ke ruang kerja Jimin. Jimin tidak menggubris keberadaan Ella,dia terus bermain laptopnya.


"Om,mandilah lalu antarkan aku kerumah Ayah" ucap Ella.


"Ayolah om,om ini seperti anak kecil yang ngambek karna susunya di ambil" ledek Ella.


Jimin menatap Ella dengan tatapan malas "kan memang aku gak di kasih susu!"


"Ya tapi kan om,ishh ayolah" rengek Ella.


Jimin hanya diam,itu membuat Ella kesal. Ella pun duduk di pangkuan Jimin menghadap ke arahnya.


"Ayo" ajak Ella lagi.


"Ayo apa?"


"Ayo kerumah ayah"


"Aku kira ayo lakukan yang om mau" batin Jimin.


"Cium dulu di sini" ucap Jimin menunjuk bibirnya.


Ella sedikit terkejut,tapi dia pasrah saja. Demi bertemu dengan ayahnya. Ella pun mencium Jimin,namun Jimin buru-buru menahan tengkuk Ella lalu *****@* nya dengan agresif,membuat Ella kewalahan dan kehabisan nafas. Ella buru-buru menepuk dada Jimin,Jimin yang peka langsung menghentikannya.


"Hah hah" nafas Ella tidak beraturan.

__ADS_1


Jimin mengusap bibir Ella. "Nikmat" ucapnya sambil smirk.


"Om mau bunuh Ella? Hampir saja Ella kehabisan nafas" kesal Ella.


"Tapi itu nikmat kan?" goda Jimin dengan menaikan satu alisnya.


"Tidak!" elak Ella.


"Akan ku buat nikmat nanti malam" bisik Jimin membuat Ella merinding.


"Ah sudahlah om! Cepatlah mandi!" Ella mendorong tubuh Jimin lalu ia beranjak dari pangkuan Jimin.


"Baiklah,kamu siap-siap dulu" ucap Jimin lalu membereskan laptopnya.


....


Sekarang ini Ella dan Jimin sudah berada di rumah mewah,namun tidak semewah rumah Jimin. Terlihat jelas bahwa Ella bahagia. Bagaimana tidak? Ia kembali lagi ke rumahnya setelah berpisah dengan ayahnya satu hari.


Mereka pun masuk ke rumah,namun suasananya sangat sepi. Pembantu saja tidak ada. Lampu juga tidak ada yang menyala. Ella terus masuk sampai ke kamar ayahnya,namun dia juga tidak menemukan keberadaan ayahnya.


"Di mana ayah?"


"Mungkin dia sedang keluar" jawab Jimin.


Ella melihat kertas di kasur,lalu ia menghampiri nya dan membacanya. Tiba-tiba saja ia terdiam dan air matanya menetes. Jimin langsung menghampiri Ella dan mengambil Kertas tersebut.


"Ella,mungkin jika kamu menemukan surat ini,Ayah sudah tidak ada di kota ini,atau mungkin di dunia ini. Maafkan ayah karna telah menikahkan mu di umur 15,seharusnya kamu masih bahagia dengan teman-teman mu. Maafkan ayah,Ayah harap kamu bisa bahagia dengan Jimin. Ayah tau dia sangat menyayangimu. Ayah juga menyayangimu,itu sebabnya ayah menikahkan mu dengan nya,ayah tidak bisa membiarkanmu sendirian. Ayah minta maaf sayang." ucap Jimin membaca surat tersebut.


Jimin menatap Ella yang sudah menangis memeluknya. Jimin bisa merasakan rasa sakitnya karna dia pernah mengalaminya. Jimin memeluk Ella kembali dan memenangkan nya.


"Hiks om...ini bohong kan? Ayah tidak meninggalkan ku kan?" tanya Ella terisak.


"Kamu harus kuat,om tau ini menyakitkan untukmu,Ayah sudah menitipkan mu kepadaku,aku akan menjagamu" ucap Jimin.


"Tidak om! Aku ingin mencari ayah!" tangisan Ella makin terpecah.


"Tenanglah sayang" ucap Jimin.


"Sepertinya aku harus mencarinya,tapi aku tidak akan melibatkan Ella,itu bahaya buatnya" batin Jimin.


"Kita pulang sekarang" ajak Jimin.


"Tidak! Ella tidak mau! Pasti ayah sembunyi di sini! Iya,Ayah sembunyi,AYAH KELUARLAH!! JANGAN BERCANDA INI TIDAK LUCU" berontak Ella.


"ELLA!" bentak Jimin.


"Hiks ayah" Ella terduduk lemas di lantai.


"Ayo pulang,aku akan mencarinya,tapi kamu jangan ikut" ucap Jimin.


"Ella mendongak menatap Jimin " Om serius? Tapi Ella pengen ikut"

__ADS_1


"Tidak Ella,ini bahaya,serahkan ini pada om" ucap Jimin.


Jimim segera menggendong Ella keluar dari rumahnya. Ia memasukkan Ella kedalam mobil dan mengenakan sabuk pengaman. Lalu ia berlari dan masuk ke dalam mobil. Mobil pun berjalan normal.


__ADS_2