
Masih di tempat yang sama,suasana yang sama namun waktu yang beda. Sudah lewat tiga jam mereka berada di sana. Mereka hanya makan dan kadang di selingi canda tawa, entah itu karna Ella dan Suga ataupun hal lain. Dan tentu saja tidak lupa membahas tentang hubungan Ella dan Jimin.
"Udah jam segini,gw mau ke markas dulu"ucap Jimin setelah melihat jam tangannya.
"Ella ikut" sahut Ella.
"Nggak usah,kamu di sini aja sama yang lain,atau pulang di temani Cia" ucap Jimin.
"Emang kenapa Ella gak boleh ikut?! Om mau macam-macam kan?pokoknya Ella ikut!" paksa Ella.
"Ya udah" pasrah Jimin.
"Ngapain ikut sih cil,ama gw aja yok,kita jalan-jalan keliling Seoul,gw lama nggak jalan-jalan"sela Suga.
"Nah bener tuh,sana sama Suga hyung aja,tapi jangan macam-macam"cetus Jimin.
" Ya udah! Ella mau pulang aja,dan nanti om gak usah pulang! Tidur aja di markas!"kesal Ella lalu berdiri dan pergi dari sana.
"Eh lah kok ngambek,ya udah iya kamu boleh ikut" seru Jimin,Ella berhenti dan membalik badannya dengan ekspresi cemberut.
"Yaelah Ella,mending kita jalan-jalan aja"ajak Cia.
"Gak mau!Ella maunya sama om!"
"Ayo Tae" ajak Jimin dan lalu menghampiri Ella.
Taehyung berdiri dan berpamitan dengan yang lain lalu berjalan menyusul Ella dan Jimin. Sekarang hanya ada Suga,Jin, Hoseok, Jungkook dan Cia. Mereka saling tatap tatapan sebentar,lalu Cia berkata "Yaudah gw balik dulu ya para om om ganteng"
"Sendiri? Kita anter aja" ucap Jin.
"Haha makasih,ya udah ayo" jawab Cia cengegesan.
"Biasanya cewe kalau di tawari jawab makasih lalu nolak,ni bocah bener-bener ceplas-ceplos" ucap Hoseok.
"Ngapain sok jual mahal" ucap Cia.
"Jadi nganterin gak?" lanjutnya lagi
"Ya udah ayo,Tae bener-bener gak tanggung jawab,bawa cewe terus di tinggal" Jin berdiri dari duduknya dan di susul yang lain.
Mereka pun pergi dari restoran dan mengantarkan Cia pulang. Kita beralih ke Jimin dan Ella. Mereka tetap satu mobil dan Taehyung pakai mobil sendiri. Di dalam mobil,mereka hanya saling diam sampai akhirnya Jimin membuka percakapan dengan memanggil Ella. Ella hanya menjawab dengan deheman saja.
"Masih ngambek sama om? Kan om udah ajak kamu,jangan ngambek lagi dong" ucap Jimin mencoba membujuk Ella.
"Ella gak ngambek! Cuma kesel aja!" elak Ella.
"Tapi jangan ketusin Om kayak gitu" pinta Jimin.
__ADS_1
"Terserah Ella lah!" jawab Ella ketus.
Jimin hanya diam melihat perilaku istrinya. "Tunggu saja nanti malam,aku akan membuat mu menjerit" batin Jimin.
Beberapa saat kemudian akhirnya mobil mereka sudah sampai di halaman markas. Jimin dan Ella turun dari mobil dengan di sambut beberapa mafioso lalu Jimin melempar kunci mobil ke salahsatu mafioso dan berkata "parkir kan mobil saya" Dan tentu saja dengan aura dingin nya.
Selang beberapa menit kemudian sebuah mobil terpakir di samping mobil Jimin,lalu keluarlah Taehyung dengan gaya cool nya. Sama dengan Jimin,dia juga melempar kunci mobil agar di parkir kan mafioso. Lalu mereka bertiga masuk ke dalam markas,lebih tepatnya ruang bawah tanah tempat penjara.
Baru saja menurini beberapa tangga,tapi sudah tercium bau semerbak amis,dan pastinya itu bau darah. Bisa di tebak kalau tempat tersebut bukan hanya penjara tapi juga tempat penyiksaan.
"Kamu yakin tetep ikut? Gak tunggu di ruang pribadi om aja?" tanya Jimin memastikan namun jawaban Ella tetap sama.
Mereka melanjutkan lagi perjalanan menuju ruang bawah tanah. Saat sudah sampai,baunya semakin kuat. Terlihat dua orang dengan kondisi menyedihkan. Yang satu banyak lebam di tubuhnya dan tentu saja dia adalah om om genit di bar. Dan satunya sudah banyak luka,bahkan goresan di wajahnya yang merupakan lukisan Jimin,dia adalah Jors.
Ella sangat merinding saat melihat sekitar ruangan tersebut. Beberapa penjara dengan lantai penuh dengan darah kering maupun basah, ada juga tulang manusia di sana. Dan tentunya banyak senjata tajam.
"Kamu yakin sanggup melihatnya?" tanya Jimin sekali lagi kepada Ella,dan Ella hanya mengangguk.
"Ya sudah,duduklah di sana dan nikmati tontonan mu,aku akan membalaskan dendam ayahmu hari ini juga" ucap Jimin dengan aura menyeramkan yang membuat Ella semakin merinding. Ella tidak menjawab,dia hanya berjalan menuju sofa yang di maksud Jimin.
"Tae" seru Jimin,Taehyung yang mengerti maksud Jimin pun langsung mengambil sebuah pisau yang sangat tajam,dia memberikan nya ke Jimin.
"Ella,om izin melukis sedikit gambar di wajah pria br3ngsek ini" ucap Jimin meminta Izin,Ella hanya mengangguk dan susah payah menelan slavinanya.
Jimin mulai melancarkan aksinya,dia masuk ke dalam penjara tempat om om genit berada. Dia mendekati nya dengan tatapan tajam dan smirk yang terukir di bibirnya. Jimin mengangkat dagu om om tersebut,dan tentunya om om tersebut memberontak,tapi percuma karna dia di ikat.
"T-tolong ampuni saya tuan,saya mohon" mohon om om tersebut.
"Ampuni? Hm? Maaf tapi saya tidak bisa, anda tau? Saya sangat pintar melukis, mau saya tunjukkan bakat melukis? Tapi di sini tidak ada alas untuk melukis jadi saya akan melukis di wajahmu saja, pintar kan saya?"
"T-tuan akh" rintih pria tersebut saat Jimin mulai menyayat pipi pria tadi dengan bentuk seperti gambar di bawah ini...
Ella yang melihat dari jauh merasa sangat merinding. Dengan hati nya yang lembut ia merasa kasian kepada pria tersebut namun di satu sisi dia berfikir bahwa itu pantas untuknya. Taehyung yang menyadari perasaan Ella pun duduk di samping Ella dan menutup tangannya,Ella tidak menolak.
"Oppa,tolong hentikan om,aku takut" ucap Ella dengan mata yang masih tertutup.
"Aku tidak berani menghentikan nya, iblisnya sudah bangun jika seperti ini" jawab Tae.
"OM HENTIKAN! JANGAN MENYIKSANYA LAGI! AKU TAKUT!" teriak Ella setelah melepaskan tangan Tae yang menutupi matanya.
Jimin menghentikan aktivitas nya lalu melihat ke arah Ella yang sudah menangis. Dia tersenyum lalu kembali menatap pria tadi.
"Lihatlah,istriku sangat baik kan? Jika bukan karna istriku,aku akan terus menyiksamu, tapi sekarang sudah cukup, biar malaikat yang menyiksamu" ucap Jimin lalu kembali ke arah Ella.
"Maaf" ucap Jimin,namun Ella hanya diam.
__ADS_1
"Ah jas mahal ku jadi kotor karna terkena darah kotornya" ucap Jimin menatap tajam om om tadi.
"Tenang saja,om akan mengakhirinya sekarang juga,tutuplah matamu jika takut" ucap Jimin lalu melepaskan jas nya.
"Tae berikan senjatanya" pinta Jimin,Tae langsung memberikan sebuah senjata andalan Jimin,pedang.
"Wow,sangat tajam, bagaimana ya rasanya jika terkena kulit" tanya Jimin dengan smirk nya.
"Tunggulah di sini sayang" ucap Jimin.
"Om...jangan sampai om tergores sedikitpun" ucap Ella.
"Pasti" jawab Jimin lembut.
Jimin berjalan kembali ke dalam penjara,dia menatap pria yang saat ini sedang menangis ketakutan.
"S-saya mohon jangan bunuh saya,saya masih punya istri dan anak, saya mohon tuan" mohon pria tersebut.
"Anda sadar jika sudan punya istri,tapi kenapa masih genit dengan istri orang lain?" tanya Jimin yang sudah sedikit memuncak.
"Maafkan saya"
"Cih! Lebih baik anda mati" ucap Jimin lalu menodongkan pedangnya di depan muka pria tersebut.
Sret! Jimin menggores pelan lengan pria tersebut. Darang mengalir terus menerus dari lengannya yang tergores. Lalu Jimin mengarahkan pedangnya pada dada pria tersebut.
"Selamat tinggal" ucap Jimin langsung menusuk dengan keras tepat pada bagian dada pria tersebut.
Darah semakin banyak yang mengalir, tidak hanya dari dada tapi juga dari mulut. Setelah itu Jimin melempar pedangnya ke arah luar dan dia pun keluar.
"Mau menyiksa Jors sekarang atau kapan?" tanya Jimin kepada Ella sambil mengelap tangan dan wajahnya yang terkena darah.
"Om sangat kejam, hiks Ella takut" ujar Ella sambil menangis.
"Tenanglah sayang" Jimin hendak memeluk Ella namun buru-buru di sela Ella "jangan menyentuh ku! Om penuh darah!"
"Tapi jangan menangis"
"Emm, Ella sendiri yang akan membunuh Jors,tapi menggunakan pistol" ucap Ella yang membuat orang di sana kaget.
"Om tidak mengijinkan! Itu bahaya!" tegas Jimin.
"Aku mohon,boleh ya" pinta Ella.
"Tapi harus berhati-hati,om akan menuntunmu" ucap Jimin.
TBC...
__ADS_1
...Maaf baru Up,Author baru sibuk akhir akhir ini, terimakasih untuk yang setia menunggu 💜....