Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang
Bertanya kepada Cia


__ADS_3

Setelah makan dan minum obat,akhirnya Ella tertidur juga setelah banyak tanya kepada Jimin. Jimin menyelimuti Ella lalu keluar mengembalikan mangkok bekas makanan tadi. Setelah itu,dia kembali lagi ke kamar dan ikut berbaring di samping Ella.


Pagi harinya,Ella tebangun karna suara dering telfon. Jimin yang sudah bangun dari tadi langsung mematikan telfon tersebut. Lalu kembali menatap Ella yang juga menatapnya.


"Om sudah bangun dari tadi?" tanya Ella.


"Iya,kamu sangat cantik kalau tidur" ucap Jimin membuat pipi Ella merah merona.


"Om apaan sih" Ella memukul wajah Jimin menggunakan guling.


"Haha,mau mandi atau cuma bilas aja?" tanya Jimin.


"Mandi lah,Ella mau sekolah hari ini" Ella bangun dan duduk di pinggir kasur mengucir rambutnya.


"Sekolah? Kamu masih sakit,gak boleh sekolah! lagian om kan udah izin ke guru kamu buat cuti satu bulan"


"Tapi aku mau sekolah! tenang aja Ella udah nggak sakit kok,cuma panas aja tapi nggak terlalu pusing." Ella lalu berjalan menuju kamar mandi.


"Tapi Ella,jangan bandel dong" ucap Jimin yang ikut masuk ke kamar mandi.


"Keluar sana,Ella mau mandi" Ella mendorong tubuh Jimin agar keluar.


"Tapi kamu masih sakit"


"Ada temen Ella nanti,jadi jangan khawatir"


Setelah berhasil mengeluarkan Jimin,Ella buru-buru menutup pintu dan menguncinya. Setelah itu ia mandi menggunakan air hangat karna memang masih sakit.


"Maaf ya om Ella bandel,Ella ada urusan sama Cia,Ella mau tanya sesuatu sama dia,tapi tenang aja Cia orangnya baik,pasti Cia jagain Ella nanti" ucap Ella dalam hati.


Setelah cukup lama menunggu Ella yang mandi,akhirnya Ella keluar juga. Ia berjalan menuju Walk in Closet tanpa memperdulikan Jimin yang sedang menatapnya dari kasur.


Setelah selesai mengenakan seragamnya,Ia keluar lalu menyisir rambut dan sedikit menggunakan riasan. Jimin terus menatapnya,itu membuat Ella risih.


"Ella tau Ella cantik,tapi nggak usah liatin kayak gitu!" ucap Ella tanpa melihat ke arah Jimin.


Namun mereka bisa saling melihat dari kaca. Jimin tidak menjawab,dia langsung berjalan menuju Ella dan mengambil tisu lalu menghapus Lipbalm berwarna pink di bibir Ella.


"Mau sekolah apa godain cowo cowo? Ngapain pake kayak gini hm?"


"Ini kan cuma lipbalm! Lagian om pakek aja gapapa,sini aku pakein" ucap Ella mengarahkan Lipbalm nya ke bibir Jimin.


"Gak gak! Mending bibir kamu aja sini daripada lipbalm nya" goda Jimin.


"Males ah" Ella memalingkan wajahnya dan memakai Lipbalm lagi.


"Haish terserah kamu lah! Tapi jangan kaget kalau banyak mayat nanti!" ucap Jimin lalu masuk ke kamar mandi.


"Dasar psikopat!" umpat Ella.

__ADS_1


Setelah itu Ella pergi ke dapur untuk melihat apakah ada makanan atau tidak. Ternyata pembantu nya sedang masak,jadi Ella hanya duduk menunggu makanan siap. Lalu terdengar langkah mendekati Ella,ternyata dia Jimin.


Jimin duduk di samping Ella sambil bermain ponselnya. Ella yang orangnya Kepoan lalu mengintip apa yang di lakukan suaminya. Namun Jimin dengan cepat menutup ponselnya dan meletakkan di meja.


"Kenapa? Takut aku chat an sana cewe lain?" goda Jimin.


"PD banget sih! Chatan aja sama cewe,Ella gak peduli" ucap Ella lalu menjulurkan lidahnya.


"Pengen ku gigit tu lidah" ucap Jimin membuat Ella langsung menutup bibirnya rapat rapat.


....



Saat ini mereka sudah berada di depan sebuah sekolah yang cukup populer di Korea. Ella berpamitan kepada Jimin,lalu Jimin mencium kening nya dan Ella pun keluar dari mobil.


"Nanti nggak usah jemput Ella ya,Ella pulang sama temen Ella" ucap Ella menutup pintu mobil lalu berlari menuju kelasnya.


"Jalan!" perintah Jimin ke sopir.


"Langsung ke kantor?" tanya Sopirnya.


"Ke markas" jawab Jimin tanpa ekspresi.


...


Di kelas 11 tempat Ella belajar...


"ELLA,HUWAA GW KANGEN" ucap Cia yang langsung memeluk Ella.


"Aku juga kangen sama Cia" Ella membalas pelukan Cia dengan senyumnya.


"Ella kamu demam? Kok panas?" tanya Cia melepas pelukan.


"Aku gapap kok,cuma demam dikit" jawan Ella.


"Gw kangen tau', turut berdukacita ya,maaf nggak bisa datang waktu pemakaman ayah kamu" ucap Cia dengan ekspresi sedih.


"Gapapa kok" Ella membalas dengan senyuman.


"Oh ya,emang kemarin kemarin ada acara apa kok izin lama? Dan katanya izin satu bulan? Terus sekarang udah masuk? Emang mau kemana kok izin lama?" tanya Cia beruntun.


"Emm...sebenarnya aku... Em nanti aja ya ceritanya"


Setelah 2 jam pelajaran ipa,pelajaran yang paling di benci dua sahabat itu,akhirnya bel istirahat pertama pun berbunyi. Semua murid langsung berhamburan keluar untuk memanjakan perutnya. Begitupun dengan Ella dan Cia,saat ini mereka sedang makan di restoran luar sekolah. Jangan bingung,memang sekolah tersebut membolehkan untuk makan di luar tapi harus izin satpam dulu.


"Jadi? Kenapa libur lama?" tanya Ella setelah memesan makanan.


"Emm-" ucapan Ella terpotong karna ada seseorang yang datang.

__ADS_1


"Ngapain di sini?" ucap orang tersebut.


"Om..." ucap Ella yang terkejut melihat Jimin ada di sana.


"Om?Ella...nggak mungkin kan kamu...k-kamu..kamu mau jual aku? Kok kamu tega sih" ucap Cia yang sudah menangis.


"Eh..enggak gitu,diamlah dulu" ucap Ella menenangkan Cia.


"Hiks gw tau gw pecinta om om atau Sugar dady,tapi kok lo tega jual temen sendiri" Cia makin mengada ngada.


...


"Ahaha jadi gitu,hehe kirain lo mau jual gw" ucap Cia setelah mendengar penjelasan Ella.


"Kenapa Ella berteman sama orang kayak gini" batin Jimin.


"Emm om pulang gih,ngapain di sini? Nggak kerja?" tanya Ella.


"Kerja kok,om meeting di sini" jawan Jimin.


"Oh ya udah,Ella sama Cia mau masuk dulu ya,ayo Ci" Ella dan Cia pun berdiri.


"Belajar yang pinter,jangan bandel! Kalau terasa pusing lagi bilang sama guru" ucap Jimin.


"Iya iya,bye om" Ella melambaikan tangan nya lalu pergi.


Di kelas...


Saat ini di kelas hanya ada beberapa orang karna belum bel istirahat.


"Ci aku boleh tanya nggak? Kamu kan udah tau tentang hubungan suami istri,jadi gw mau tanya" ucap Ella sedikit ragu.


Cia memang satu-satunya orang yang sangat akrab dengan Ella. Cia adalah tipikal orang yang sedikit nakal,baru berumur 16 tahun namun pikirannya sudah matang tentang pernikahan.


"Ya,jadi anda mau tanya apa? Bu guru Cia siap menjawab"ucap Cia dengan sikap sok jadi guru.


"Emmm,apa yang harus aku lakukan setelah menikah?apa aku harus melakukan itu bersama nya?" tanya Ella.


"Ya harus lah,itu kewajiban lo sebagai istri, dan gw kasih saran ya...lo berpakaian sexy terus godain dia"ucap Cia.


"Tapi kan aku gak bisa,dan gak ngerti caranya" ucap Ella lagi.


"Nanti gw kirim beberapa video,lo tonton lalu praktekin sama om om itu"jawan Cia.


"Oke,makasih Cia" ucap Ella.


TBC..


...[revisi]...

__ADS_1


...huwaa ini kenapa dari tadi nggak ke kirim😭 muser terus😭 mon maap ya klo up nya lama😭 dari tadi nggak ke kirim,lama banget 😭...


__ADS_2