
Sinar matahari sudah menembus ke kaca jendela kamar dua insan itu,dan membuat salah satu dari mereka terbangun,tentu saja Ella,mana mungkin Jimin bangun di hari cutinya.
Ella membuka matanya dan merasakan badannya sangat berat,lalu ia menoleh ke belakang. Ternyata suaminya yang memeluk.
"Ganteng banget sih,tapi mes*m" Batin Ella yang sedang tersenyum senyum melihat pemandangan yang sungguh indah di depan matanya.
"Om kalau tidur imut loh,pipinya kok bisa gini ya?" Ella mentoel toel pipi Jimin.
"Emm jangan ganggu El" ucap Jimin lalu memeluk Ella lagi.
"Eh eh,bangun om!" berontak Ella.
"Emm tidak mau,aku masih ngantuk!" bukannya bangun,Jimin malah menarik selimut dan mempererat pelukan.
"Ya udah Ella mau bangun,lepasin om" Ella berusaha melepaskan diri,namun gagal.
"Huh!" kesal Ella karna tidak kuat melawan Jimin.
"Nikmati saja,dan jangan panggil om lagi,aku ini suamimu" ucap Jimin membalik badan Ella,jadi mereka berhadapan.
"Lalu aku harus memanggilmu apa? Oppa? Pak? Mas? Bang?"
"Ishh gemes deh" Jimin mencubit pipi Ella.
"Mau cobain rasanya di kuliti seperti Handoko?" Jimin menaikan satu alisnya.
Bulu kuduk Ella berdiri karna ngeri mendengar ucapan Jimin. Dia bisa juga bersikap seperti ini dengan istrinya? Padahal baru semalam menikah.
"Haha,tidak,terimakasih,aku punya kulit yang bagus untuk apa di kuliti lagi" Ella tertawa kaku.
"Ya sudah! Panggil aku Sayang atau Chagiya"
Chagiya adalah sebutan sayang dalam bahasa Korea. Ella mengernyitkan dahinya,ia merasa jijik dengan sebutan itu.
"Kenapa? Apa kamu tidak mau?" tanya Jimin.
"Emm sepertinya bagus om daripada Chagiya" jawab Ella sedikit ragu.
Jimin cemberut lalu memutar badannya membelakangi Ella. Ella menjadi bingung,kenapa Jimin menjadi kekanak-kanakan begini?
"Apa om marah?" tanya Ella namun tidak mendapatkan jawaban.
"Ya sudah,marah saja! Ella mau mandi" Ella beranjak dari tempat tidurnya.
__ADS_1
"Ikut!" sahut Jimin saat merasa ada yang hilang di belakangnya.
"Om marah kan sama Ella? Jadi jangan ikut" lalu Ella masuk ke kamar mandi.
"Ah Ella! Om ikut" lalu Jimin berlari menyusul istrinya ke dalam kamar mandi.
Apa ini? Apa mereka akan emm itu,ishh kalian paham kan? Haha tapi tidak! Ini belum waktunya! Ternyata Ella masuk hanya untuk mencuci muka dan gosok gigi,Jimin pun sama.
Setelah itu,Ella keluar dan menuju dapur. Sedangkan Jimin,ia kembali tidur. Daripada ribut terus sama Ella karna gak di kasih jatah mending tidur kan?
"Pagi mbak" sapa Ella kepada pembantu di sana.
"Pagi juga non,non mau sarapan apa hari ini?" tanya Pembantu.
"Emm,masakan kesukaan om me- eh maksud ku masakan kesukaan Jimin oppa apa?" tanya Ella.
"Kimbab,nasi goreng Kimchi, tapi biasanya tuan tidak pernah sarapan" jawab pembantu.
"Ah begitu" Ella ngangguk faham.
"Ya sudah,biar Ella aja yang masak,mbak kerjain yang lainnya saja" perintah Ella.
"Tidak akan,jika dia marah kepadamu akan ku marahi balik dia" jawab Ella.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi" Pembantu tersebut menunduk hormat lalu pergi.
"Ternyata dia punya selera makan yang sama dengan ku,ini cukup mudah" ucap Ella lalu mulai memasak.
Karna mencium aroma masakan Ella,Jimin menjadi terbangun. Ia merenggangkan otot lalu beranjak dari tempat tidur dan keluar menuju dapur.
"Ternyata dia yang masak" semyum manis pun terlihat lagi di bibir Jimin.
Ia segera menghampiri istrinya yang sedang bergelut dengan peralatan dapur. Lalu ia memeluk nya dari belakang.
"Eh" kaget Ella.
"Pantes saja baunya enak,ternyata kamu yang masak"
"Om bangun lagi? Om duduk saja dulu" ucap Ella.
"Tidak,om mau seperti ini" Jimin malah mempererat pelukannya.
"Yak om malah mengganggu!" berontak Ella.
__ADS_1
"Huh ya sudah,setelah sarapan,aku mau susu" ucap Jimin melepas pelukan.
"Iya iya nanti Ella kasih" jawab Ella kesal.
"Yes" batin Jimin. Ia berjalan ke meja makan dengan tingkah seperti anak kecil yang senang karna mau di belikan mainan.
Setelah semua siap,Ella dan Jimin pun menyantap makanan yang Ella masak. Hanya ada keheningan di sana.
"Ini seperti buatan mama" batin Jimin.
Jimin mulai berkaca-kaca saat makan nasi goreng Kimchi buatan Ella tersebut. Ella yang sadar Jimin ingin menangis pun lalu bertnya "apa masaknya kurang Enak?" Jimin hanya menggeleng.
"Kenapa menangis?"
Jimin tidak bisa menahan air matanya,ia langsung memeluk Ella yang berada di samping nya. Hal itu membuat Ella bingung,Ella membelai rambut Jimin.
"Ada apa? Kenapa om menangis? Jika tidak enak biar Ella buang" ucap Ella yang merasa bingung.
"Tidak Ella,ini sangat enak" Jimin menatap Ella lalu menghapus air matanya.
"Lalu kenapa om menangis?"
"Aku...aku hanya rindu dengan mama,masakan mu persis seperti buatan mama ku" Jimin menunduk.
Dia memang sensitif dengan hal yang bersangkutan dengan mama nya. Mamanya meninggal saat ia berusia 14 tahun karna di bunuh oleh papa nya sendiri.
"Maafkan aku karna membuat mu teringat dengan mama dan membuat mu sedih" ucap Ella merasa bersalah.
"Tidak,aku malah ingin berterimakasih karna kamu sudah mengingatkan ku dengan mama,dan aku tau tujuan utamaku masuk ke dunia Mafia untuk apa" ucap Jimin tersenyum.
"Apa maksud om?" tanya Ella.
"Tidak ada,kamu tidak akan faham,kita lanjut makan" ucap Jimin mengacak rambut Ella.
"Maafkan aku Ella,ini belum waktunya aku memberitahu jati diriku yang sebenarnya,aku akan menyelesaikan masalah ku lalu kita bisa bersenang-senang nanti" batin Jimin.
TBC...
makasih udah Vote😭 terhura banget gw😭 yang LIKE juga banyak 😭 gak nyangka 😭 akhirnya setelah sekian lama author berusaha membuat cerita menarik dan belajar dari author lain akhirnya berhasil 😭 walaupun yang Like baru 500 dan per eps nya cuma 50 an tapi Author bersyukur dan ingin berterimakasih sama kalian 😭 HUWAAA PENGEN NANGIS😭 makasih makasih makasih 😭💜 dukung terus author ya,kalau ada yang salah kritik aja gapapa,author gak akan marah😊 bantu promosi juga ke temen-temennya biar makin rame dan author makin semangat 😊
Makasih, Gomawo,고마워요,감사합니다,Thanks You, ah harus pakai bahasa apa lagi😭 intinya Author berterimakasih sama kalian yang selau Like dan kasih Vote😭makasih yang udah semangatin Author 💜 makasih semuanya 😭💜 maap kalo banyak Typo😭🤣
......BORAHAE 💜......
__ADS_1