Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang
Demam


__ADS_3

Setelah sampai di mansion Jimin,ternyata Ella ketiduran. Mungkin karna lelah menangis jadi dia tertidur. Jimin menatap Ella yang sedang tidur sambil mengelus kepalanya.


"Aku akan berusaha untuk mencari Ayah,aku janji,entah sejak kapan aku mencintaimu,awalnya aku menikahimu hanya karena ayahmu yang memohon kepadaku,tapi sekarang....aku takut kehilangan mu,hatiku sakit saat kamu menangis seperti ini"


Setelah itu Jimin mengecup pucuk kepala Ella sekilas. Lalu Jimin keluar dan membuka pintu bagian Ella,Jimin pun menggendong Ella menuju dalam Mansion dan menidurkan Ella di kamar.


"Tidur yang nyenyak,aku akan mengurus ayahmu dulu" ucap Jimin lalu mengecup Ella lagi dan pergi.


Di perjalanan,Jimin menelpon seseorang. "Tae,kumpulkan Mafioso sekarang!" tegasnya lalu menutup telfon sebelum Taehyung menjawab.


....



Tempat yang luas dengan bangunan besar itu adalah markas utama Mafia milik Jimin. Mafia Black Devil namanya. Mafia tersebut berdiri jauh sebelum Jimin lahir,Jimin hanya seorang anak yang di angkat menjadi cucu seorang King Mafia,namun King Mafia tersebut sekarang sudah meninggal,jadi Jimin yang melanjutkan.


Jimin masuk ke dalam dengan pakaian serba hitam,raut wajah yang datar. Banyak mafioso yang menyambutnya namun Jimin hanya diam dan terus berjalan. Ia sampai di singgasana lalu duduk dengan aura dinginnya.


"Apa semuanya sudah kumpul?" tanya Jimin kepada Taehyung yang berada di samping nya,Taehyung hanya mengangguk.


"Perhatian! King ingin mengumumkan sesuatu!harap tenang dan dengarkan dengan baik!" tegas Taehyung.


Sontak saja semua Mafioso langsung diam dan memperhatikan apa yang Jimin ucapkan.


"Saya ada tugas untuk kalian,Ayah mertua saya hilang,dan saya curiga ini ada sangkut pautnya sama Handoko,kalian cari tau tentang keberadaan Handoko,namun jangan langsung menyerang,cukup amati dulu,jika ada tanda-tanda mertua saya ada di sana,segera lapor ke wakil King! FAHAM!"


"Faham King" jawab semua mafioso serempak.


"Gw pasrahin ini sama lo Tae,pilih mafioso terbaik untuk di kirim ke lapangan,yang lainnya terserah mau lo suruh cari tau kemana,gw cuma mau Ayah mertua gw cepet ketemu!" bisik Jimin.


"Tenang aja,gw pastikan sebelum 48 jam,gw udah dapet laporan" jawan Tae.


"Baiklah semua boleh bubar dan bersiap untuk terjun ke lapangan!" tegas Tae,semua mafioso langsung bergegas bubar ke ruangan sendiri-sendiri.


"Lo mau langsung pulang?" tanya Tae.


"Iya,Ella daritadi nangis,gw takutnya dia nekat pergi cari Ayahnya" jawab Jimin lalu berjalan.


"Gw ajak temen-temen main ke rumah lo ya?" tanya Tae yang sudah menyeimbangi langkah Jimin.


"Mau ngapain?"


"Main aja,lama gak main"


"Gak usah,gw sibuk" jawab Jimin,lalu masuk ke mobil.


"Yaelah,boleh ya" rengek Tae.


"Jangan kayak anak kecil,bye" setelah itu Jimin pergi.

__ADS_1


Sementara Tae hanya menatap kepergian sahabatnya itu.


Sampai di rumah,Jimin langsung bergegas menuju kamarnya. Syukur saja Ella masih ada di sana. Jimin duduk di samping Ella dan membelai rambut Ella,Jimin terkejut lalu menempel kan punggung tanganya ke jidat Ella.


"Panas,aduh Ella,kamu demam?" ucap Jimin khawatir.


"Eng...om" ucap Ella perlahan membuka mata.


"Sayang,kamu pusing?" tanya Jimin.


"Ayah..ayah di mana"


"Stt,tenang lah,om sudah mengurus itu,apa kamu pusing? Om panggil dokter ya" ucap Jimin.


"Aku ingin sama ayah,bukan dokter" Ella kembali menangis.


"Iyah,kalau Ella nanti sembuh,Om ajak Ella ketemu ayah,sekarang Om panggil dokter dulu"


"Om janji?" tanya Ella.


"Iya" Jimin tersenyum lalu menelfon seseorang.


"Halo,apa lo sibuk?" tanya Jimin kepada seseorang di sebrang sana.


"Nggak,gw lagi gak ada pasien,kenapa? Tumben banget nelfon biasanya di telfon gak di angkat" tanya seorang laki-laki.


"Buruan ke rumah gw sekarang!"


"Gw bilang kesini sekarang!" tegas Jimin lalu menutup telfon.


"Mau om kompres?" tanya Jimin kepada Ella.


"Gak mau" jawab Ella.


Jimin hanya membelai Ella,sampai akhirnya suara bel berbunyi pertanda ada tamu. Jimin pun pergi untuk membuka pintu,setelah beberapa menit,pintu kamar Ella terbuka dan masuklah dua orang laki-laki.


"Hai" sapa Jin,sahabat Jimin yang bekerja menjadi dokter.



Jangan salah faham sama namanya,Namanya Kim Seokjin tapi di panggil Jin. Jangan dikira hantu loh ya!


"Pusing ngga?" tanya Jin sambil mengeluarkan alat-alat nya.


"Nggak,oppa jangan suntik Ella ya" ucap Ella.


"Tidak akan,oppa hanya ingin mengecek suhumu" jawab Jin lembut dan mulai memeriksa keadaan Ella.


Sementara Jimin,dia duduk di sofa dengan raut wajah cemberut. Entah ada apa dengan nya,kenapa tiba-tiba wajahnya berubah?

__ADS_1


"Kamu tidak kenapa-napa,istirahat dulu dua hari ya,rutin minum obat" ucap Jin dengan senyum manisnya.


"Iya oppa" jawab Ella juga tersenyum.


"Baiklah,sekarang kamu makan,lalu minum obat dan istirahat" perintah Jin.


"Tapi Ella baru bangun,nanti aja boleh nggak?"


"Ella jangan bandel!" tegas Jimin.


"Kenapa om sama dokter ini beda banget,kenapa nggak Oppa dokter aja yang nikah sama Ella,om galak nggak kayak Oppa dokter ini,baik dan lembut" ucap Ella dengan cemberut.


"Yakk Ella! Kamu lagi sakit masih bisa nyebelin ya!" kesal Jimin.


"Udahlah Jim,jangan emosi,Ella kalau nggak mau minum obat sekarang ya udah,tapi nanti sore di minum"


"Oke Oppa" jawab Ella.


"Cih oppa,gw suaminya malah di panggil om,dasar aneh!" guman Jimin sebal.


"Ya udah,oppa tinggal ya" ucap Jin.


"Oppa mau langsung pulang?" tanya Ella.


"Tidak,oppa ingin main di sini,banyak teman oppa juga yang ikut" jawab Jin membereskan barang-barang nya


"Oh ya sudah,Ella ikut turun" Ella hendak bangun namun di cegah Jimin.


"Gak gak! Kamu masih sakit! Tidur aja di sini" cegah Jimin.


"Ishh tapi kan Ella bosen di sini" Ella cemberut dan melipat tangannya.


"Huh! Ya sudah ayo,om gendong" Jimin mengulurkan tangannya.


"Oke ayo"


Jimin pun menggendong Ella,dan Jin berjalan di belakang mereka. Sampai di ruang tamu,semua orang di sana menjadi mengalihkan perhatian ke Jimin dan Ella.


"Apa itu istri Jimin? Kenapa masih kecil?" tanya seseorang.


"Stt diamlah,lagian kamu gak datang ke pernikahan mereka?" ucap Tae.


"Tidak,waktu itu aku punya urusan ke luar negri" jawab orang tadi.


"Wah teman om ganteng semua" ucap Ella lalu duduk di sofa setelah di turunkan Jimin.


"Haha makasih sayang" ucap Tae dengan smile box nya.


__ADS_1


"Gw saplok lo!" ucap Jimin.


"Yaelah cemburuan amat" kata Tae dengan tatap sinis.


__ADS_2