
Setelah selesai makan siang,mereka pulang ke rumah. Di dalam perjalanan,suasana nya masih seperti tadi,hening tidak ada suara apapun kecuali kendaraan yang lewat.
"Ah,Ella" ucap Jimin yang membuat Ella menoleh ke arahnya.
"Besok kita harus ke butik untuk memilih baju pengantin" ucap Jimin.
"B-baju pengantin?"
"Iya,ada apa?" tanya Jimin dan hanya di jawab gelengan Ella.
"Ya sudah,besok jam 10 harus sudah siap" sambung Jimin.
"Jam 10? Tapi besok aku harus sekolah"
"Tidak ada penolakan!" tegas Jimin.
"Tapi om-"
"Tinggal bolos apa susahnya sih? Kamu belum jadi istri saja sudah membantah!" tutur Jimin tanpa melihat ke arah Ella.
"Hem baiklah" Ella menunduk pasrah.
"Belum nikah saja sudah melakukan pemaksaan,kejam! Bagaimana nasibku nanti? Dasar om om tembok! Menjengkelkan!" gerutu Ella dalam hati.
Mobil mereka akhirnya memasuki halaman luas sebuah mansion yang sangat mewah.
"Loh,kenapa kita ke sini?" tanya Leo.
"Karna rumah kalian masih berantakan,jadi untuk sementara kalian tinggal di sini" jawab Jimin dengan ekspresi datarnya.
__ADS_1
"Ah terimakasih Tuan Park" ucap Leo dengan senyumnya.
"Tapi kan om-"
"Apa?! Mau ngebantah lagi?!" lirik Jimin sinis.
"Tidak,aku hanya mengatakan bahwa kami masih bisa tinggal di rumah lantai dua" Ella memalingkan wajahnya sambil cemberut.
"Itu sama saja kamu ingin membantah!" kesal Jimin.
"Sudah,Ella turuti saja kemauan calon suamimu" lerai Leo.
"Cih!suami apaan! Tembok!" gerutu Ella lirih namun masih bisa terdengar.
"Apa kamu bilang?!"
"Tidak,aku tidak mengatakan apapun" sangkal Ella dengan senyum kaku nya.
Mobil pun berhenti di depan rumah,lalu mereka keluar dari mobil. Setelah keluar,sopir membawa mobilnya ke garasi.
"Mari masuk" ucap Jimin.
"Apakah ini istana?" ucap Ella terkagum melihat bagian depan mansion tersebut.
"Ini hanya Istana kecil,setelah menikah,kita akan pindah ke istana besar,apa kamu suka?" ucap Jimin dan Ella hanya mengangguk tanpa sadar.
"Imut" batin Jimin sambil tersenyum.
Setelah masuk,Ella kembali di buat kagum oleh Istana kecil itu. Dua kali lipat lebih besar,luas,mewah dari rumahnya.
__ADS_1
Lukisan di dinding juga sangat indah dengan bingkai foto yang terdapat manik manik berkilau seperti berlian.
Dan vas bunga yang besar dengan corak yang indah. Sofa yang besar dan meja yang terbuat dari emas asli. Benar benar mewah.
"Selamat datang tuan" sambut beberapa pelayan.
"Tolong siapkan satu kamar!" Perintah Jimin kepada pelayan.
"Baik tuan" Jawab beberapa pelayan lalu pergi.
"Kenapa cuma satu?" tanya Ella yang masih berdiri.
"Kamu tidur sama aku" jawan Jimin santai.
"Hah?! Om gila? Kita belum sah! Ella gak mau! Mending Ella tidur sama ayah!" protes Ella.
"Hm,tidak! Aku tidak mau kamu tidur sama laki-laki lain" ucap Jimin yang sudah duduk di sofa.
Ella langsung saja menghampiri Jimin dan berdiri di depannya, "laki-laki lain? Apa om lupa jika dia ayahku?"
"Terserah,pokoknya aku tidak menerima penolakan!" tegas.
"Dasar Egois!"
Ella pun pergi dari ruang tamu. Entah dia akan kemana,padahal ini pertama kalinya ia datang di rumah ini namun sudah sok tau saja. Biar saja nanti dia tersesat.
Sementara Leo,dia dari tadi hanya menyimak perdebatan putrinya dengan calon menantu nya. Apa yang bisa ia lakukan? Putrinya sangat keras kepala sementara Calon mantunya tidak menerima penolakan. Membingungkan bukan?
TBC...
...Author minta maaf jika cerita ini bikin bosen,tapi insyaallah author bakal usaha lebih keras agar bisa lebih baik. mohon dukungannya ya😊...
__ADS_1
...Terimakasih 😊🐣...