
Setelah Jungkook pergi, Ella hanya diam menatap lantai, dan Jimin terkekeh melihat Ella yang hanya diam.
"Kenapa diam?" tanya Jimin.
"Jangan hukum Ella lagi, masih sakit tau" ucap Ella menunduk.
"Emang kamu kira om hukum dengan cara apa?" tanya Jimin menahan tawanya.
"Em kaya semalem"jawab Ella polos.
"Yak kenapa pikiran mu sampai ke situ? Haishh istri kecil ku sudah dewasa" kekeh Jimin.
"Emang om mau hukum gimana?" tanya Ella menatap Jimin.
Jimin mencubit hidung Ella "Dasar! Mana mungkin om mau hukum istri om ini, om cuma mau kamu manggil nya jangan om, daddy atau sayang atau Chagiya gitu, kita kan udah nikah" ucap Jimin.
"Tapi udah enak manggil om" jawab Ella.
"Oh ya udah om hukum nanti malam biar kamu teriak manggil daddy" ucap Jimin smirk.
"Ah iya iya, nganceman!" kesal Ella.
"Coba panggil apa?" goda Jimin.
"D...daddy" jawab Ella ragu.
"Yes babby" balas Jimin dengan senyumnya.
"Ah om! Gak enak manggilnya" kesal Ella.
"Ya udah manggil Chagiya aja"
"Chagiya...emm gak deh, enak om"
"Ah terserah deh" kesal Jimin lalu kembali ke mejanya dan Ella hanya terkekeh.
...
Kita beralih ke Jungkook yang akan mengungkapkan perasaan nya ke sekertaris nya, apakah di terima? Kita lihat sekarang.
Jungkook sudah sampai di kantor cabang, dan sekarang dia menuju ke ruangannya. Dia duduk di kursinya dengan jantung yang berdebar hebat. Dia masih takut untuk mengungkapkan perasaan nya kepada Lisa.
"Ah aku harus bagaimana? Aku benar-benar takut" ucapnya dengan nada cemas.
"Bagaimana caranya? Apa aku suruh dia ke sini untuk mengambilkan sesuatu? Modus gitu, terus aku ajak dia makan, tapikan ini masih pagi, apa nanti siang aja? Tapi kelamaan" Jungkook terus berbicara sendiri memikirkan bagaimana caranya ia mengungkapkan perasaan nya.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintunya, Jungkook pun berseru menyuruh seseorang tadi masuk. Ternyata dia Lisa,Lisa masuk membawa beberapa berkas. Jangan tanya lagi dengan keadaan Jungkook, dia tambah gugup dan berkeringat.
"Kenapa dia sangat cantik hari ini" batin Jungkook.
"Permisi tuan, ini berkas yang harus anda tanda tangan i" ucap Lisa.
"Emm iya, bagian sini?" tanya Jungkook dan dibalas anggukan Lisa.
"Kenapa tuan berkeringat? Padahal AC nya sudah hidup, apa tuan sakit?" tanya Lisa.
"E-enggak kok, aku gapapa, ah ini udah selesai" jawab Jungkook lalu menyerahkan berkas yang sudah di tanda tangani nya.
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi" ucap Lisa.
"Em Lisa tunggu" cegah Jungkook.
"Iya? Ada apa?" tanya Lisa mengurungkan niatnya untuk melangkah pergi.
"A-apa kamu sudah sarapan?" tanya Jungkook.
"Sudah" jawab Lisa apa adanya.
"Duh apalagi ini? Aku harus tanya apa? Aku harus mengajaknya ke mana?" batin Jungkook bingung.
"Apa kamu mau temani aku makan? Aku belum sarapan" ucapnya berbohong.
"Oh saya? Em baiklah"balas Lisa dengan anggukan dan senyuman.
"Ah gilak cantik banget" batin Jungkook.
"Em ya sudah berkasnya taruh sini aja dulu" ucap Jungkook lalu berdiri.
__ADS_1
Lisa menaruh berkas tadi di meja lalu mengikuti langkah Jungkook yang sudah menuju keluar ruangan. Jungkook tersenyum merasa senang.
Setelah mereka sampai di restoran yang biasa di gunakan Jimin dan lainnya nongkrong, Jungkook menggandeng Lisa masuk ke restoran. Lisa hanya diam karna gugup di pegang Jungkook.
"Tidap apa apa kan?" tanya Jungkook.
"Ah iya tidak apa apa" jawab Lisa kaku.
Mereka pun duduk di kursi dalam ruang VIP. Jungkook menarik kursi untuk Lisa dan Lisa pun duduk lalu Jungkook ikut duduk.
"Aku sudah memesan makanan ringan untuk kita" ucap Jungkook.
"Maaf tuan, apa ini tidak terlalu mahal? Ini ruang VIP kan?" tanya Lisa.
"Tidak, aku sudah biasa datang ke sini dengan para Hyung ku" jawab Jungkook.
Beberapa saat kemudian ada pesan masuk di HP Lisa, Jungkook menatap Hp Lisa dan melihat wallpaper Hp Lisa ada foto seorang cowo, seketika nyalinya jadi ciut karna takut Lisa sudah punya pacar. Lisa segera mengambil Hp nya dan melihat siapa yang mengirim pesan, dia pun menjawab pesan tersebut dengan senyumnya.
"Apa itu dari orang yang kamu sayang?" tanya Jungkook memberanikan diri.
"Iya, dia orang yang sangat saya sayangi"jawab Lisa tersenyum.
"Pacar kamu ya?" tanya Jungkook walaupun hatinya sudah sedikit sakit.
"Haha tidak Tuan, dia adik saya"jawab Lisa.
"Oh kirain"balas Jungkook sedikit lega.
"Lalu, apa wallpaper Hp mu itu pacar kamu?" tanya Jungkook lagi.
"Ah ini...ini kakak saya" jawab Lisa lalu menunduk.
"Kenapa? Kenapa kamu sedih?" tanya Jungkook khawatir karna Lisa tiba-tiba menunduk sedih.
"Saya hanya rindu dengan kakak saya dan kedua orang tua saya" jawab Lisa menahan air matanya.
"Memangnya kemana mereka?" tanya Jungkook.
"Mereka sudah bahagia di Syurga" jawab Lisa tersenyum namun air matanya tumpah.
"Tidak tuan, maaf karna saya menangis"ujar Lisa lalu menghapus air matanya.
"Ap-apa aku..boleh memeluk mu?" tanya Jungkook ragu.
"Ha?"
"Ah a-aku hanya..hanya ingin menghibur mu" sangkal Jungkook.
"Lupakan saja" sambung Jungkook dan Lisa hanya terkekeh.
"Haha kamu sudah tertawa" ucap Jungkook kaku.
"Berapa usia anda?" tanya Lisa.
"Kenapa?"
"Tidak apa apa, anda lucu, masih terlihat seperti anak kecil" ucap Lisa terkekeh.
"Yak! Aku sudah besar tapi kenapa orang-orang mengira aku seperti anak kecil!" kesal Jungkook.
"Itu kenyataan" Lisa terkekeh.
"Ah terserah!" kesal Jungkook.
"Kamu cantik tapi menyebalkan, tapi kenapa aku bisa cinta sama kamu!"lanjut Jungkook.
"Ha? Maksudnya?" tanya Lisa terkejut.
"Eh..emm anu..itu.. Aku..aku hanya bercanda haha lucu kan haha" jawab Jungkook dengan ketawa robotnya.
"Aku juga begitu dengan hyung ku,mereka menyebalkan tapi aku mencintai mereka, begitu maksudku" jelas Jungkook gugup.
"Aku juga mencintai mu" ucap Lisa tersenyum membuat Jungkook melongo tak percaya.
"Apa kamu mencintai ku? Sungguh? Kamu tidak bercanda?" tanya Jungkook.
Lisa mengangguk lalu menjawab "Iya, sama seperti anda yang mencintai saya karna saya asisten anda, saya juga mencintai anda karna anda bos saya walaupun tingkah nya seperti anak kecil"
__ADS_1
"Aku kira anu" ucap Jungkook sedikit kecewa.
"Kira apa?"
"Lupakan saja"ucap Jungkook.
Akhirnya makanan yang Jungkook pesan pun datang. Hanya dua porsi Pancake, dua gelas minum, dan satu cake mewah.
"Terimakasih" ucap Jungkook lalu pelayan tersebut pergi.
"Apa anda ulang tahun? Kenapa ada cake?" tanya Lisa.
"Gak usah banyak tanya, makan aja" ketus Jungkook.
"Apa ada yang salah dengan saya?" tanya Lisa karna merasa Jungkook berubah. Jungkook hanya menjawab dengan deheman.
"Apa?saya rasa saya tidak melakukan kesalahan"
"Kamu salah karna kamu hanya mencintai ku sebatas bos!" kesal Jungkook.
"Lalu? Mau nya gimana?" tanya Lisa bingung.
"Ah terserah! Lupakan saja! Aku tidak mood membicarakan itu! Aku lapar dan ingin kembali ke kantor!"jawab Jungkook dengan kesal.
Lisa menggigit bibir bawahnya karna bingung dengan bos nya itu. "Apa anda ingin saya mencintai sebagai laki-laki?" tanya Lisa ragu.
Jungkook meletakkan pisau dan sendoknya lalu menatap Lisa cemberut, Lisa merasa bingung dengan tingkahnya.
"Hm!" jawab Jungkook.
"Hah? M-maksudnya?"tanya Lisa kaget.
"Ah sudahlah! Aku akan jujur, aku memang mencintai mu bukan karna sekertaris tapi aku benar-benar mencintaimu dan ingin menjadi pacarmu! Jadi..apa aku boleh jadi pacar mu?"
Lisa terkekeh dan membuat Jungkook bertanya "kenapa? Apa aku salah?"
"Biasanya cowo kalau mengungkapkan perasaan nya bilang kamu mau nggak jadi pacar aku, tapi anda aneh haha"jawab Lisa lalu tertawa.
"Biarin aja! Jadi mau gak?!" kesal Jungkook.
"Emm maaf..." belum selesai Lisa menjawab tiba-tiba Jungkook berdiri dengan kasar.
"Kalau nggak mau coba lihat ini!" ucap Jungkook lalu membuka setengah bajunya sampai ABS nya terlihat, Lisa pun dengan spontan menutup matanya dengan tangan tapi tetap mengintip di sela-sela jari.
"Apa yang anda lakukan?" tanya Lisa.
"Kamu tadi mau nolak aku kan? Kata Jimin Hyung aku harus melihatkan ABS ku biar kamu luluh" jelas Jungkook dengan polosnya.
"Aku tadi belum selesai ngomongnya! Turunin bajunya sekarang!" tegas Lisa, Jungkook pun menutup lagi bajunya.
"Jadi?" tanya Jungkook.
"Aku mau" jawab Lisa sedikit malu tapi di tahan.
"YEESSSS!!!! LISA MILIK JUNGKOOK SELAMANYA-!!!!" teriak Jungkook karna merasa senang.
"Jangan teriak! Malu tau" ucap Lisa.
Jungkook pun mendekati Lisa lalu mencium bibir Lisa sekilas. Lisa melotot terkejut dengan tindakan Jungkook. Dan Jungkook pun tersenyum setelah mencium bibir Lisa.
"Lembut" ucap Jungkook tersenyum.
"First Kiss ku"rengek Lisa.
"Nyebelin ih!"kesal Lisa lalu memukul badan Jungkook.
"Haha biarin" ucap Jungkook terkekeh.
TBC....
*Cantiknya kakak gw😌 //menghalu//
*Badan doang bertato+kuat tapi tingkah kek bayi😥. tapi Author tetep sayang sama Kookie bin marjuki😌
__ADS_1