
"Bagaimana penampilanku, Sayang?" pria paruh baya dengan rambut pirang itu masih tampak gagah dengan setelan tuxedo yang melekat pada tubuhnya.
Ternyata usia tidak bisa mengikis pesona dan ketampanan seorang Marcello Anderson. Seorang mafia yang cukup terkenal di benua Amerika. Terkenal akan kebengisan dan kekejamannya. Tapi berbanding terbalik saat bersama keluarganya, dia menjadi sosok yang penuh kasih sayang.
"Kau masih seperti tiga puluh tahun yang lalu, sangat tampan." Jenna merapikan dasi suaminya. "Tapi aku membenci kau saat enam tahun pernikahan kita," ucap Jenna berubah sendu.
"Jenna, aku hanya ingin menyelamatkan bayi kita. Semua sudah siap dan aku tidak punya pilihan selain memilih rahim yang baik."
Jenna dan Marcell saat itu memiliki seorang putra bernama Mike, setelah tiga tahun pernikahan mereka, itupun hasil dari bayi tabung, tapi dengan rahim Jenna sendiri. Dan tahun berikutnya, mereka ingin menambah momongan. Memang waktu yang singkat untuk memiliki momongan kembali, tapi keduanya sudah sepakat untuk mendapatkan anak, akhirnya memilih cara yang sama, yaitu bayi tabung setelah konsultasi dengan pihak dokter di Inggris. Ya saat itu mereka masih berada di Inggris.
"Yah! Itu juga karena diriku yang tidak bisa menjaga diri, akhirnya waktu itu, orang lain yang mengandung anak kita." ujar Jenna dengan sendu. Marcel memeluk istrinya dengan sayang.
Zea Almyre Anderson adalah anak perempuan hasil dari bayi tabung mereka, pada saat embrio bayi telah siap, Jenna di vonis menderita kanker rahim, dan harus menjalani serangkaian pengobatan yang cukup memakan waktu untuk kesembuhannya. Padahal embrio itu harus segera mendapatkan tempatnya. Sehingga Marcell yang sudah mempersiapkan segalanya, merasa kebingungan.
Disaat seperti itu, datanglah Agung! Agung yang sering menggunakan segala macam cara untuk mendapatkan uang, menawarkan rahim bayaran kepada Marcell. Marcell yang tidak ingin mengecewakan keinginan istrinya untuk memiliki bayi lagi, menyetujui usulan Agung untuk membayar rahim sewaan.
"Agung datang kepadaku dengan seorang wanita yang bekerja sebagai pelayan di rumah utama kita. Agung bilang, wanita itu siap menjalani transfer embrio kita. Dan akhirnya proses itupun berjalan," ucap Marcel.
Dan proses transfer bayi tabung itupun berhasil. Bayi itu sudah berada di rahim sewaan dan tumbuh dengan baik, seperti kehamilan pada umumnya. Tapi masalah baru muncul. Marcell di serang oleh musuh mereka. Perusahaan dalam keadaan terpuruk, ditambah lagi kondisi istrinya yang memburuk.
Biarpun Marcell adalah ketua mafia dan pengusaha yang disegani, tapi adakalanya juga ujian datang beruntun menghadangnya.
"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok, dan seterusnya. Tapi aku selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga kita," Marcell mencium punggung tangan istrinya dengan sayang.
"Saat penyerangan itu terjadi, aku hanya memikirkan keselamatan keluarga kita. Aku meminta Agung untuk memberi perlindungan kepada wanita yang tengah mengandung buah hati kita. Tapi kau lebih dahulu menemukan surat dari rumah sakit, sebelum aku menjelaskan semuanya. Dan kau salah paham. Membuat sakitmu bertambah parah. Dan aku pun membawamu ke Canada sesuai permintaanmu."
__ADS_1
Jenna semakin merasa bersalah kepada suaminya. Perasaan kala itu memang membuatnya drop dan terpaksa dirawat selama berbulan-bulan.
"Dan di saat seperti itu, aku melupakan anak kita yang berada di rahim sewaan. Bahkan aku tidak tahu kemana wanita itu berasal. Agung bahkan menghilang tanpa jejak."
"Maafkan aku, Sayang! Seandainya saja aku mendengarkan dirimu dan wanita itu, tentu kita tidak akan terpisah dengan putri kita." ucap Jenna memeluk tubuh kekar suaminya kembali. Marcell hanya tersenyum.
Marcell adalah Cassanova yang tidak pernah puas hanya bermain dengan satu wanita. Tapi itu dulu, sebelum Marcell mengenal gadis asal Indonésia bernama Jenna, istrinya.
"Sayang, lalu bagaimana kau bisa tahu jika Zea adalah anak kita?" itulah rahasia yang masih menjadi misteri untuk Jenna selama ini.
"Sebenarnya aku menyuruh seseorang untuk mencari tahu keberadaan Agung, dan wanita yang mengandung anak kita.
Betapa aku begitu dilema, mengingat terakhir kali periksa, kondisi wanita itu sangat lemah. Aku sudah memberinya uang yang banyak. Tapi tidak pernah menanyakan kondisi nya, sebab fokus pada pengobatanmu, Jenna! batin Marcell.
"Maaf Sayang, karna cemburu itu, membuatku egois." Nampak wajah Jenna berkaca-kaca.
Jenna yang mulai curiga sebab Marcell sengaja menanam saham ke beberapa di perusahaan Indonesia, selalu mengawasi Marcell. Hingga suatu saat Jenna melihat Marcell dengan orang sama hadir di antara mereka, membuat Jenna kembali terpuruk dan membuat Marcell berjanji untuk tidak menemui wanita itu dan bayinya.
"Di saat itulah cintaku kepadamu benar-benar diuji. Aku harus memilih cintamu atau anak kita. Lalu aku putuskan memilih anak kita." Marcell mengelap ujung matanya yang basah.
"Kau tahu Marcell, tiga tahun lalu, aku pergi ke Inggris dan bertemu dengan dokter yang menangani proses transfer bayi tabung kita. Aku begitu bahagia. Hingga aku membuat ulah lagi dengan memaksamu mencari keberadaan anak kita. Aku bangga kepadamu, ternyata sesingkat itu kau mampu menemukan keberadaan anak kita." Jenna merasa bangga dengan gerak cepat suaminya dalam menemukan anak mereka.
"Hatiku sangat bahagia setelah mendengar itu, Jenna. Kau memintaku untuk membawa anak kita pulang. Aku segera mencari tahu informasi tentang Agung kembali. Tapi Agung ternyata sudah meninggal dan usahanya diteruskan oleh adiknya, yaitu Devan dan Marina, kekasih Agung yang dinikahi oleh Devan."
"Lalu!"
__ADS_1
"Mereka bilang, tidak tahu apapun. Tapi aku bukan anak kecil kemarin sore yang mudah di tipu, aku sangat yakin, Devan dan Marina menyembunyikan kebenaran yang mereka ketahui." Terlihat kekecewaan di wajah tampan Marcell.
"Kau sampai sakit saat berusaha mencari keberadaan putri kita. Akupun menyusulmu ke Indonesia untuk merawat dirimu. Di saat itulah, kita bertemu dengan Marina dan Devan di rumah sakit."
"Semua telah berlalu, tidak seharusnya kita selalu mengungkitnya kembali, itu hanya membuat kita semakin mengingat luka itu," ucap Marcel, tetap nyaman pada posisinya Jenna memasrahkan kepalanya di dada sang suami.
"Terima kasih Sayang! Karnamu, kita memiliki anak perempuan. Aku begitu bahagia, ternyata anak perempuan kita tumbuh menjadi gadis yang cantik. Tapi ... ! Bagaimana kalau nanti dia ingat semuanya?" Marcel memeluk pinggang istrinya begitu erat. Menghirup aroma vanila yang membuat gairahnya selalu tersulut.
"Aku sudah memastikan, jika anak kita tidak akan meninggalkan kita." Marcel mencium kening istrinya dengan sayang.
"Hai Romeo dan Juliet kalian asyik bermesraan di sini dan membiarkan semua orang menunggu di bawah!" Marcell dan Jenna tersenyum lebar melihat siapa yang datang. Nampak Zea melipat kedua tangannya di tengah pintu.
"Sayang!"
"Mom, Dady!" Zea segera berhambur ke dalam pelukan ibunya.
"Mom, Dad, kapan acaranya dimulai jika kalian selalu sibuk dengan drama ini?" Zea nampak terhimpit oleh tubuh ayah dan ibunya, Zea berontak mencoba melepaskan. Sebab kini kedua orang tuanya tengah memeluknya dengan erat.
"Kau ini, tidak sabaran sekali," gerutu Jenna sambil melepas pelukan, mencium pipi putrinya dengan sayang. Marcell pun melakukan hal yang sama.
Aku kasih bonus visual pemeran Zea.
Bersambung.
__ADS_1