Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang
Kepolosan seorang Ella


__ADS_3


Sampai di kamar,Ella langsung duduk di tepi ranjang dan bermain ponselnya. Jimin hanya menggeleng heran,ada apa dengan Ella? Tadi katanya ingin mandi tapi malah main hp.


"Katanya mau mandi? Buruan mandi" ucap Jimin yang sedang mengisi daya ponselnya.


"Emm,Ella gak bawa baju,terus Ella pakek ini lagi? Mending gak usah mandi" jawab Ella santai.


Jimin segera merebut Hp Ella. "yakk om! Siniin gak?!" kesal Ella.


"Hem gak! Mandi dulu baru main hp!" tegas Jimin.


"Lalu aku harus pakai apa?"


"Om punya piyama,nanti om pinjemin" Jimin meletakkan Hp Ella di atas meja.


"Terus dalemannya?" ucap Ella menaikan satu alisnya.


"Gak usah pakai" tutur Jimin santai.


"Ih sangat menjijikkan,aku gak mau mandi kalau gak ada daleman!"


"Ah ya sudah,nanti om beliin,sekarang buruan mandi atau mau om yang mandiin ?" ucap Jimin Frustasi.


"Iya iya Ella mandi,buruan ya om beliin nya"


Setelah itu Ella bergegas masuk ke Kamar mandi dan meninggalkan Jimin.


"Gemes banget sampai pengen gw bunuh!" umpat Jimin lalu mengambil ponsel yang ia isi daya tadi dan segera menuju ke ruang kerjanya.


Beberapa menit kemudian,Ella sudah selesai mandi. Lalu dia keluar hanya mengenakan handuk di atas lututnya. Ia mengedarkan pandangannya.


"Apa om galak belum pulang? Lalu aku harus menunggu berapa lama?"


Ella memutuskan untuk menunggu Jimin sambil bermain ponsel.


Ceklak..


Suara pintu terbuka membuat Ella terkejut. Dan masuklah seorang laki-laki mengenakan kaus biasa dan rambut yang basah,ia melempar sebuah kantung kresek ke arah Ella. Ya,dia Jimin.


"Ah makasih om" ucap Ella lalu mengambil kantung tersebut.


"Lalu di mana piyama nya?" Tanya Ella.


Jimin tidak menjawab,ia terus menatap tubuh Ella yang hanya berbalut Handuk. Sepertinya ia sempat melihat sesuatu waktu Ella mengambil kantung kresek tadi.


"Om kok malah bengong sih?!"


"Ah i-iya?" sahut Jimin bingung.


"Haishh,di mana piyama nya?" ucap Ella ngegas.

__ADS_1


"Iya iya ayo ikut om" Jimin berjalan menuju Walk in Closet.



Jimin mengambil sepasang piyama lalu menyerahkan ke Ella. "Nih"


"Hem? Ini? Kok gede" Ella cemberut.


"Gak mau? Ya udah pakai Daleman aja" Jimin mengembalikan Piyama tersebut ke tempat nya.


"Ishh,ini aja" Ella mengambil sebuah Hodie yang juga cukup besar.


"Kamu mau tidur pakai ini?" Tanya Jimin dan Ella hanya mengangguk.


"Om punya celana pendek gak?" tanya Ella


"Emm bentar,kayaknya punya" Jimin mencari lalu " Ah ini dia,nih" Jimin menyerahkan celana pendek.


"Em oke,sekarang Om keluar! Ella mau ganti pakaian" perintah Ella.



"Kamu mengusir tuan rumah? Om mau di sini saja" goda Jimin dengan senyum Mes*m nya.


"Yakk! Aku pukul mau?" ancam Ella namun malah membuat Jimin tertawa gemas.


"Iya iya om keluar,cepat ya"



"Mbak udah masak belom?" tanya Ella kepada pelayan di dapur.


"Apa non lapar? Saya sedang membereskan bahan makanan,jika lapar akan saya siapkan" jawab Pelayan sopan.


"Em ya sudah,tidak jadi" ucap Ella lalu berjalan melihat lihat dapur seukuran lapangan basket itu,canda!gak se gede lapangan basket juga sih,tapi cukup besar.


"Kenapa rumah ini sangat besar? Ini dapur kalau buat sepedaan bisa kalik ya" gumam Ella.


"Mbak nggak capek ya beresin Dapur segede ini?" tanya Ella tiba-tiba.


"Haha,saya sudah terbiasa non,lagian kan kerjanya di jadwal,hari ini saya,besok teman saya" jawab Pelayan tersebut sambil membereskan bahan bahan di kulkas.


"Pasti gajinya banyak ya?" tanya Ella lagi.


"Ya lumayan lah non bisa buat sekolahin anak"


"Wah,Ella jadi pengen kerja di sini" ucap Ella polos dan Pelayan tadi hanya tertawa kecil.


"Mau kerja di sini?" tanya seseorang tiba-tiba.


"Om,dari mana saja?"

__ADS_1


Ya,orang tadi Jimin. "Habis beresin berkas buat besok, kamu serius mau kerja di sini?"


Ella mengangguk " Iya,kan bisa buat pergi jalan-jalan sama temen,jadi gak usah nyusahin ayah lagi" jawab Ella polos.


Jimin terkekeh lalu menggendong Ella menuju ruang makan. "Eh,turunin ih,Ella punya kaki!" berontak Ella.



Jimin mendudukkan Ella di atas meja "hem,om tau Ella punya kaki,om juga tau Ella punya otak,tapi kok otak nya gak di pakai?"


"Yak! om jangan asal ngomong ya! Ella selalu juara satu di kelas!" ucap Ella menyombongkan diri.


"Haishh, ya sudah karna Ella pintar,Ella ngapain mau kerja di sini?"


"Kan Ella pengen punya uang,cuma beres beres Ella juga bisa" masih pada kepolosan nya.


"Oke,Ella boleh kerja di sini,nanti om bayar banyak banget, Ella bisa beli apa aja termasuk rumah"


"Serius? Kerja apa? Ella mau!" jawab Ella antusias.


"Haha gemes banget sih" Jimin terkekeh.


"Kerja apa om?"


"Gampang kok, Ella cukup nikah sama om terus layanin om,gampang kan?"


"Em gampang, kalau nikah kan emang Ella udah setuju,terus kalau layanin juga itu gampang, kayak mbak tadi kan?" Sepertinya Ella manusia terpolos!


"Hahaha" Jimin benar-benar tidak bisa menahan tawanya.



Gadis ini sudah berhasil meluluhkan hati seorang PARK JIMIN yang di kenal dingin dan kejam. Tapi lihatlah,dia bisa tertawa lepas berkata gadis polos yang satu ini.


"Kenapa om malah tertawa? Apa ada yang salah?" tanya Ella ke heranan.


"Tentu saja salah,dasar polos" batin Jimin.


"Tidak,tidak ada." ucapnya namun masih saja tertawa



"Ya sudah mau ikut om nonton Tv?" tanya Jimin,Ella hanya mengangguk.


"Eh tunggu,apa kamu gak pakai celana?" Jimin bertanya saat sadar bahwa celana Ella tidak kelihatan.



"Pakai kok,nih lihat" Sedikit membuka Hodie nya ke atas.


"Ah kirain gak pake,ya udah ayo" Jimin kembali menggendong Ella menuju Ruang Keluarga.

__ADS_1


TBC...


__ADS_2