Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang
Park Jimin


__ADS_3

"Maaf tuan karna rumah saya berantakan" ucap Leo.


"Tidak apa,saya ke sini untuk mengajak kalian makan siang,ayo" Jimin menyodorkan tangannya di depan Ella.


"Ha?" Ella terlihat bingung saat Jimin menyodorkan tangannya.


Tanpa menjawab,Jimin langsung menggandeng tangan Ella dan mengajaknya keluar. Leo yang mengikuti di belakang nya hanya bisa tersenyum. Namum Ella merasa sangat canggung dan hatinya berdebar hebat.


Setelah sampai di halaman,Jimin membukakan pintu mobil untuk Ella,dan Ella hanya bisa menurutinya. Leo pun langsung masuk di depan samping supir. Setelah Ella masuk,Jimin ikut masuk di samping Ella.


"Jalan!" ucap Jimin memerintah Supir.


Mobil putih mewah tersebut pun melaju dengan kecepatan rata-rata. Suasana menjadi hening,hanya terdengar lantunan musik saja.


"Suasana macam apa ini,sangat canggung" batin Ella.


"Sebenarnya dia juga tampan,tapi melihat dia menyayat kulit orang tadi aku menjadi takut,bagaimana jika dia melukaiku nanti? Dia terlihat seperti monster" batinnya lagi.


"Apa makanan kesukaan mu?" Akhirnya Jimin membuka percakapan.


"Ha? S-saya" Gugup Ella.


"Hm siapa lagi? Kenapa kamu terlihat sangat gugup?" ucap Jimin.


"Ah haha, saya suka Kimbab" jawab Ella dengan senyum canggung nya.


Jimin mengangguk lalu berkata "Jangan formal jika bicara sama aku,aku calon suamimu"

__ADS_1


Calon suami? Itu yang terus terngiang di kepala Ella. Dia tidak menyangka harus menikah dengan om om. Lalu Ella hanya mengangguk.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama,akhirnya mobil mereka memasuki parkiran sebuah Restoran yang sangat besar.


Setelah mobil terpakir,mereka pun turun. Dan tak lupa,Jimin menyodorkan tangannya lagi agar di raih Ella. Ella yang sudah faham pun segera meraih tangan Jimin. Mereka bertiga berjalan masuk kedalam Restoran.


Setelah masuk,terlihat dari wajahnya,Ella sangat kagum. Sebuah restoran yang besar dan luas. Bahkan lampunya saja di hiasi dengan crystal. Restoran para Sultan.


"Selamat datang tuan" tiba-tiba datang beberapa pelayan dan menyambut mereka.


"Hm,apa tempat nya sudah siap?" Tanya Jimin dengan aura dingin.


"Sudah tuan,mari saya antar" ucap salah satu pelayan dengan sopan.


Pelayan tersebut pun mengantarkan mereka ke tempat yang sudah di siapkan.


Ruang makan restoran VIP, di mana pengunjung bisa duduk di dalam kerang yang terbuat dari stainless steel di bawah lampu gantung yang terbuat dari ribuan kristal. Hanya orang tertentu yang bisa memesan ruang tersebut.



"Ah ya,saya pesan kimbab satu porsi" ucap Jimin sebelum pelayan pergi.


Pelayan tersebut hanya mengangguk faham lalu kembali ke dapur restoran.


Ella masih sibuk mengedarkan pandangannya,melihat keindahan ruangan tersebut. Walaupun dia juga pernah menjadi orang kaya,namun ini pertama kalinya ia datang di restoran se mewah ini.


"Apa kamu senang?" tanya Jimin yang membuat Ella mengangguk tanpa melihatnya.

__ADS_1


"Sudah cukup,makanlah!" tegas Jimin kepada Ella,


"Tuan Leo,silahkan di nikmati makanannya" sambung Jimin.


"Terimakasih Tuan Park" jawab Leo lalu menyantap makanannya.


Sementara Ella,dia masih sibuk mengagumi tempat itu. Itu membuat Jimin jengkel.


"Ella,cepatlah makan,apa perlu aku suapin?" protes Jimin.


"Baiklah om" jawab Ella lalu segera memakan makanannya.


"Apa?! Om? Apa aku terlihat setua itu? Cih!" gerutu Jimin.


Ella menatap Jimin bingung. "Lalu? Apa aku harus memanggilmu Tuan? Atau Pak?" tanya Ella dengan polosnya yang membuat Jimin membelalakan matanya.


"Aishh kau ini! Terserah!" kesal Jimin lalu menyantap makanannya.


"Ella jangan seperti itu,Tuan Park saya minta maaf" tutur Leo yang tidak mendapat jawab dari keduanya.


"Gadis ini sangat polos dan menyebalkan! Untung saja kau cantik" batin Jimin.


"Dasar orang aneh! Pakai bahasa formal gak boleh,panggil om gak boleh,panggil pak atau tuan malah marah! Lalu aku harus memanggilnya apa? Tidak mungkin hanya nama! Itu tidak sopan! Jika saja Ayah tidak punya hutang,aku tidak akan mau menikah dengan nya!" gerutu Ella dalam hati.


"Ella masih begitu polos,apa mungkin keputusan ku sudah benar? Bagaimana nasibnya nanti? Maafkan ayah,sayang" batin Leo.


TBC..

__ADS_1



Bonus PARK JIMIN.


__ADS_2