Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang
sekolah untuk terakhir kalinya


__ADS_3

Setelah selesai mandi,Jimin menghampiri Ella yang masih duduk di sofa sambil bermain Hp. Jimin duduk di samping nya dan menodongkan dasi di depan Ella,hal itu membuat Ella menoleh ke arah Jimin yang sedang tersenyum.


"Apa nggak bisa pakai sendiri? Manja banget" ucap Ella sambil memakaikan dasi ke Jimin.


"Kan itu tugas istri" jawab Jimin.


"Hem,habis ini om mau ngapain?" tanya Ella setelah selesai memakaikan dasi.


"Kerja lah,tuh kerjaan banyak"jawab Jimin dengan mengarahkan pandangan ke arah meja yang terdapat setumpuk berkas.


"Ella mau jalan-jalan sama om Suga boleh?" tanya Ella.


"Kalau Ella pergi kan gw bisa leluasa siapin acara buat besok,ya udah deh bolehin aja kali ini" pikir Jimin dalam hati.


Jimin mengangguk dan berkata "Tapi jangan jauh jauh,jangan lama-lama juga,jangan bandel kalau sama Om Suga"


"Oke! Kalau gitu Ella pergi cari om Suga dulu,om jangan genit sama cewe lain!" ucap Ella lalu pergi dari sana.


"Dia akan menjadi dewasa,tapi aku tidak sanggup melihatnya dewasa,haishh sudahlah! Biar waktu yang menentukan"gumam Jimin.


Kita beralih ke Ella yang sedang mencari keberadaan Suga. Ella berjalan menyusuri kantor Jimin untuk mencari Suga, namun dia belum juga menemukan keberadaan Suga. Sampai akhirnya ada seseorang yang menepuk nya dari belakang saat dia berdiri di dekat resepsionis.


"Om! Ngagetin aja" ucap Ella


"Haha,ngapain di sini?" tanya Suga.


"Cari om lah,katanya mau jalan-jalan" jawab Ella.


"Lo gak marah sama Jimin?" tanya Suga.


"Jadi om udah tau kalau ada cewe murahan itu? Kenapa nggak bilang sama Ella?"


"Gw takut aja lo salah faham sama Jimin,jadi lo marahan gak sama Jimin?" tanya Suga.


"Hm,marah banget,Ella hukum om dengan cara gak Ella kasih jatah selama 1 tahun,tapi dia protes minta sehari aja" jelas Ella.


"Haha,ya iyalah mana ada laki-laki yang betah gak di kasih selama satu tahun" ucap Suga terkekeh.


"Biarin aja,ayo jalan-jalan" ajak Ella.


"Kemana?" tanya Suga.


"Kemana aja" ucap Ella lalu menarik Suga keluar dari kantor.


Sedari tadi ternyata Jimin memantau Ella dari jauh. Tadi sebenarnya Suga sudah hampir pulang namun keburu di telfon Jimin agar menghampiri Ella dan membantu Jimin melancarkan rencananya.


Ella dan Suga pergi ke taman kota lalu pergi ke sebuah pasar malam,mereka bermain bersama sepanjang hari. Hingga waktu sudah menunjukkan pukul dua siang mereka kembali ke kantor Jimin setelah makan siang.


"Ah aku benar-benar lelah" ucap Ella di dalam mobil.


"Bagaimana tidak lelah kalau kamu berlari ke sana kemari minta naik itu lah ini lah,berasa ngajak anak gw,kapok gw main sama lo" ucap Suga namun mata terfokus pada setiran.


"Biarin" balas Ella dengan menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


Setelah sampai di kantor,Suga memarkirkan mobilnya lalu mereka berdua masuk bersama. Dan saat masuk,di bagian lobi sudah ada beberapa hiasan di dinding.


"Kenapa ada hiasan di sini? Apa akan ada acara?" tanya Ella.


"Gak tau,langsung ke ruangan Jimin aja tanya sama dia"jawab Suga bohong.


Mereka berdua pun menuju ke ruangan Jimin. Saat sampai di sana,ternyata Jimin tidak ada jadi mereka memutuskan untuk mencari keberadaan Jimin. Dan mereka bertemu saat berada di depan Aula yang begitu besar yang ada di kantor.


"Baru balik?" tanya Jimin.


"Iya,om ngapain di sini? Tadi Ella cari di ruangan gak ada,terus kok ini di hias? Mau ada acara?" tanya Ella.


"Iya,besok hari ulang tahun kantor ini,om mau adain acara di sini" jawab Jimin.


"Oh gitu" balas Ella sambil mengangguk.


"Bagus nggak?" tanya Jimin.


"Bagus,tapi lebih bagus lagi kalau om kasih hiasan tentang Bts,atau lebih baik lagi om ngundang mereka buat nyanyi di sini" ucap Ella antusias.


"Apa apa BTS, om aja bisa nyanyi ngapain harus undang mereka!" kesal Jimin.


"Huh ya udah,kan Ella cuma ngasih saran" balas Ella.


"Jangan ribut lagi,gw capek dengernya" sela Suga.


"Ya udah daripada Ella ribut sama om mending Ella liat-liat dekorasinya sama om Suga,yok om" ajak Ella lalu menarik Suga.


Siang berganti malam,udara panas berganti udara dingin. Dan malam berganti pagi,pagi yang cerah,matahari yang sudah menyinari kamar Ella dan Jimin.


Hari ini Ella memutuskan untuk berangkat Sekolah untuk terakhir kalinya. Dia sangat sedih,tapi itu perintah dari Jimin. Jadi tidak ada yang bisa Ella lakukan lagi jika Jimin sudah berkehendak.


Ella yang sudah siap dengan seragam bagusnya dan rambut yang ter urai. Jimin juga sudah siap dengan setelan jas dan kacamata hitam yang menambah karisma nya. Setelah sarapan,Jimin mengantarkan Ella ke sekolah. Saat ini mereka tidak terlihat seperti pasangan suami istri,namun lebih terlihat seperti ayah yang sedang mengantarkan anaknya ke sekolah.


"Nanti pulang sekolah di jemput Suga ya" ucap Jimin.


"Iya,nanti Ella ke kantor nggakpapa kan?"


"Gapapa dong,ya udah sana masuk,jangan bandel,jangan nangis nanti pas perpisahannya" ucap Jimin.


"Hem iya,Ella masuk dulu ya...sayang" ucap Ella lalu berlari menuju sekolah.


"Sayang? Dia memanggilku sayang? Haha" ucap Jimin merasa senang karna panggilan sayang.


Setelah itu Jimin masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju kantor. Dia harus mengurus acara untuk nanti malam.


Dan Ella saat ini sedang tertawa kecil di sepanjang jalan menuju kelasnya. Sampai dia menabrak seseorang karna tidak fokus dengan jalannya.


"Eh m-maaf" ucap Ella menunduk hormat.


"Kemana aja lo!" seru orang yang di tabrak Ella.


Ella merasa mengenal suara tersebut,dia menengok ke arah orang tersebut dan ternyata dia Cia. Cia yang berpakaian seperti biasanya,menggunakan seragam dan hodie dengan rambut yang ter urai.

__ADS_1


"Cia,aku kira siapa" ucap Ella cengengesan.


"Baru masuk? Bolos mulu lo" kesal Cia.


"Hehe maaf,ya udah ayo ke kelas" ajak Ella dan menarik tangan Cia.


...


"WHAT!!" teriak Cia saat sampai di kelas.


"Jangan teriak Ci" ucap Ella.


"Lo mau keluar? Kenapa? Pasti karna om om itu kan? Cih nyebelin!" kesal Cia lalu duduk di bangkunya.


Tadi saat menuju ke kelas,Ella cerita dengan Cia bahwa dia akan keluar dari sekolah,jadi Cia kaget dan teriak. Jangan tanyakan tentang siswa di kelas tersebut,sudah pasti ikut terkejut karna teriakan Cia.


"Mau gimana lagi? Ella harus nurut" ucap Ella duduk di samping Cia.


"Tapikan lo masih muda,masih kecil,masih polos! Kok dia gak mikir sih! Dia udah ngerebut kebahagiaan lo sebagai pelajar!" kesal Cia.


"Nggak kok,Ella bahagia sama om Jimin, kan Cia bisa main ke rumah Ella kapan aja" ucap Ella mencoba meredakan emosi Cia.


"Penurut banget sih lo El"


"Besok lo ulang tahun kan? Ada perayaan nggak?"lanjut Cia.


"Emm nggak tau,nanti malam sih om ngadain acara di kantor karna kantor om juga anniversary, kalau masalah ulang tahun ku aku nggak tau, mungkin besok kita bisa makan-makan berdua, Jalan-jalan, habisin waktu berdua seperti dulu" ucap Ella.


"Oke,gw juga rindu main sama lo"balas Cia.


"Eh kabarnya kakel yang ganteng itu gimana?" tanya Ella mengalihkan topik.


"Niki maksud lo?" tanya Cia.


"Iya"


"Emm...gw berhasil dapetin nomornya dong" jawab Cia bahagia.


"Hah serius? Aku minta dong"


"Eh inget ya lo itu udah nikah,jadi Niki buat gw" ledek Cia.


"Kan cuma minta nomornya aja" ucap Ella cemberut.


"Gak gak,gw kasian sama Niki kalau di penggal kepalanya sama psikopat itu" jawab Cia.


"Huh! Ya udah deh,tapi kalau kalian udah jadian harus kasih tau Ella" ucap Ella.


"Pasti bos"balas Cia.


TBC...


......Kalian minta adegan ++ nya kapan nih? pas ultah nya Ella atau pas pergi ke luar negri? Author bingung kelanjutannya ๐Ÿ™ƒ jadi mohon saran๐Ÿ™ƒ......

__ADS_1


__ADS_2