Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang
Tersesat


__ADS_3

Ella terus saja berjalan sambil ngedumel. Tanpa ia sadari,ia sudah sampai di halaman belakang. Halaman yang sangat luas,bahkan mungkin bisa seluas sebuah taman. Banyak tanaman hias di sana,dan juga kelinci,Kucing,dan satu hewan yang imut namun seram,bayi Harimau.


"Wah ini benar-benar luas,mungkin saja ini seluas minimarket,ah tidak! Lebih luas dari itu" kagum.


Ella menyusuri halaman tersebut,ia berhenti di depan kandang kelinci. Banyak kelinci di sana,sangat imut. Ada yang putih,abu abu,campur. Mereka sangat menggemaskan. Ingin sekali Ella mengambil salah satu kelinci itu,namun tidak jadi karna ini bukan rumahnya.


Ia pun kembali berjalan,ia sampai di sebuah kandang bayi harimau. Ella sangat terkejut melihat bayi harimau tersebut. Seperti kucing namun sedikit lebih besar.


"Wah apa ini harimau? Sangat imut,kenapa om tembok itu berani sekali memelihara harimau? Jika nanti di makan gimana? Tapi ini sangat imut"


Ella berjalan lagi,sampai ia tersadar bahwa ia lupa jalan kembali ke ruang tamu. Ia terus berputar mencari pintu masuk tapi sedari tadi yang ia buka bukan pintu masuk.


"Ah bagaimana ini? Di mana pintu masuk nya? Kenapa halaman ini sangat luas?" ucap Ella sebal.


Sementara di ruang tamu,hanya ada Jimin karena Leo sudah masuk ke kamar. Ia sedang bermain ponsel nya sambil sesekali menyeruput kopi yang di sediakan pelayan.


"Kemana bocah itu pergi? Apa dia tersesat? Haishh merepotkan saja!"


Jimin beranjak dari tempat duduk nya lalu pergi mencari Ella. Jimin mencari di dapur,kolam renang,kamar mandi,lantai 2,lantai 3 namun tidak menemukan keberadaan Ella.

__ADS_1


"Kenapa dia pergi dan hp nya tidak aktif? Kemana lagi aku harus mencarinya? Dasar bocah nakal! Belum nikah sudah menyusahkan! Bagaimana jika menikah nanti? Apa aku harus selalu mencarinya?" gerutu Jimin sambil terus berjalan mencari Ella.


"Ah ya,aku belum memeriksa halaman belakang,apa dia di sana?"


Jimin segera berlari kecil menuju Lift lalu pergi ke halaman belakang. Sesampainya di halaman belakang,ia mengedarkan pandangan nya namun tetap saja matanya tidak menangkap sosok Ella. Dia berjalan menyelusuri halaman tersebut.


Tiba-tiba ia berhenti. "Apa itu Ella? Sedang apa dia?"


Jimin pun menghampiri Ella yang sedang terduduk di tanah sambil menggambar dengan kayu. Persis seperti anak kecil yang sedang bermain masak masakan ataupun belajar menggambar namun di tanah.


"Sedang apa kamu?" sapa Jimin dan ikut jongkok di depan Ella.


"Om" ucap Ella senang.


"Ah brisik sekali kamu ini! Ayo masuk,dan mandi! Lihatlah tubuhmu kotor" ucap Jimin menarik Ella agar berdiri.


"Kan Ella tadi main tanah" jawab Ella polos.


"Ya ngapain main tanah hmm? Kamu umur berapa sih ha?! Udah gede kan? Terus ngapain main tanah?" omel Jimin.

__ADS_1


"Ih terserah Ella lah,huh!" Ella berjalan duluan meninggalkan Jimin.


"Huh,harus sabar menghadapi bocah" ucap Jimin dengan senyum pasrah lalu mengejar Ella.


"Yakk mau kemana? Belok sini!" ujar Jimin saat melihat Ella lurus.


"Oh iyakah?ngomong dong dari tadi!" Ella langsung belok dan berlari meninggalkan Jimin.


"Haishh pengen ku cacah terus jadi santapan Miky" kesal Jimin.


Miky adalah bayi harimau tadi.


....


Jimin kembali ke ruang tamu,tapi ternyata Ella tidak di sana.


"Haishh kemana lagi ni bocah?emangnya dia ngerti di mana kamarnya?"


"Om,untung saja Ella gak tersesat lagi,ayo anter ke kamar" Ella muncul dari arah dapur.

__ADS_1


"Makanya jangan bandel,sini pegang tangan om" Jimin menyodorkan tangannya dan di balas Ella.


Mereka pun pergi ke kamar. Entah kenapa dalam waktu sekejap,Ella bisa menghilangkan rasa canggung nya kepada Jimin. Jimin pun yang dulu mengira bahwa Ella seorang gadis yang kalem namun ternyata dugaan nya salah! Ella sangat crewet dan gak bisa diem,namun dia juga baik karena sejak kecil selalu di ajar hal baik oleh ibunya termasuk mengurus hal rumah.


__ADS_2