
"Om,ayah masih hidup kan? Ayah nggak ninggalin Ella kan? Hiks ayah bangun lah"
Di dalam mobil menuju perjalanan,Ella masih terus saja menangis sambil memangku ayahnya. Dia terus bertanya kepada Jimin,namun Jimin yang di depan tidak merespon sama sekali.
"Lebih cepat jalannya!" perintah Jimin kepada sopir.
Setelah beberapa menit kemudian,akhirnya mobil mereka berhenti di sebuah rumah sakit yang sangat besar dan terkenal. Jimin buru-buru membawa Leo menuju dalam Rumah sakit,Ella hanya mengikuti Jimin sambil terus menangis.
"DOKTER!" teriak Jimin.
Beberapa suster pun datang membawa ranjang dorong, Jimin segera meletakkan Leo di atas ranjang tersebut lalu bersamaan dengan suster mendorong ranjang tersebut. Ella juga ikut namun sambil menangis.
Leo dibawa menuju ruang oprasi. Namun,saat Ella ingin masuk seorang suster menahannya. Ella terus menangis di lantai.
"Tenanglah El" ucap Jimin memeluk Ella.
"Aku tidak mau kehilangan ayah,baru beberapa minggu yang lalu aku kehilangan Mama,tapi sekarang...apa aku harus kehilangan ayah juga? Kenapa Tuhan tidak adil kepada ku" Ella tidak bisa berhenti menangis.
"Jangan bicara begitu!" Jimin juga tidak lelah menenangkan Ella.
"Ada apa ini? Apa yang terjadi?" ucap seseorang yang baru saja datang dengan style dokter.
"Hyung" ucap Jimin.
"Siapa yang di oprasi?" tanya Jin.
"Ayah mertua gw, dia di tembak Jors" ucap Jimin yang sudah berdiri.
"Jin oppa,apa oppa bisa menyelamatkan Ayah?" Ella juga ikut berdiri.
"Maafkan aku,ini bukan keahlian ku,kita serahkan semua kepada dokter dan Tuhan" ucap Jin.
"Ah Tae tadi juga tertembak,apa dia sudah di tangani?" tanya Jimin.
"Ya,tadi aku melihat beberapa orang membawa nya,pasti sudah di tangani" jawab Jin.
"Bagaimana dengan ayahku? Aku tidak bisa jika dia pergi" Lagi-lagi Ella menangis.
"Cukup Ella,jangan menangis lagi" Jimin pun kembali memeluk Ella.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian pintunya terbuka. Dan keluarlah seorang dokter yang masih mengenakan seragam hijaunya yang penuh dengan darah.
"Dokter,bagaimana keadaan ayahku? Dia selamat kan? Aku mohon katakan bahwa ayah selamat" ucap Ella mengguncang tubuh dokter tersebut.
"Saya berhasil mengeluarkan peluru di dalam tubuhnya,tapi saya minta maaf karna saya tidak berhasil menyelamatkan beliau,pelurunya sudah merusak jantungnya,dan kemungkinan beliau meninggal saat berada di lokasi" ucap dokter tersebut.
Tubuh Ella seketika lemas,ia terduduk di lantai sambil menangis. Hatinya benar-benar hancur,saat ini ia sudah menjadi yatim-piatu. Bagaimana nasibnya nanti?.
"Terimakasih" ucap Jimin lalu dokter tersebut berlalu pergi.
Pintu terbuka lagi,dan kali ini bukan hanya orang yang keluar namun juga mayat yang sudah ditutup menggunakan kain putih. Mayat tersebut adalah Leo, 4 suster mendorong ranjang mayat tersebut. Ella langsung berdiri dan menghampiri jenazah ayahnya.
"Ini tidak mungkin Ayah,ayah tidak mungkin meninggalkan Ella,Ayah bilang dia sangat menyayangi Ella,jadi tidak mungkin Ayah tega meninggalkan Ella" tangisannya semakin pecah saat ia melihat seseorang di balik kain putih tersebut.
"AYAHHH! BANGUNLAH! MAAFKAN ELLA,SEHARUSNYA ELLA MENDENGARKAN KATA OM JIMIN UNTUK TIDAK KELUAR,MAAF KAN ELLA,CEPAT BANGUNLAH AYAH!"
"Cukup sayang,jangan seperti ini" Jimin segera menarik Ella dan memeluknya.
Para suster tersebut langsung membawa Jenazah Leo ke ruang mayat untuk di urus pemakamannya.
...
Setelah pemakaman Leo,Ella tidak ingin pulang. Dia ingin tetap di sana menemani ayahnya. Namun Jimin berhasil membujuk Ella. Dan saat ini,Ella sedang menangis di kamar,sudah beberapa kali Jimin membujuk Ella untuk makan,tapi dia tidak mau.
"Om,kita cerai saja" ucap Ella
Jimin meletakkan nasi goreng tadi ke meja dengan kasar. Lalu dia menatap Ella yang sedang menunduk.
"Apa yang kamu katakan hm?! Apa kamu sudah gila? Untuk apa kita menikah kalau nanti cerai?!" ucap Jimin yang tak habis pikir dengan ucapan Ella.
"Om menikahi ku hanya karna hutang ayah,tapi sekarang Ayah sudah tidak ada,om bisa menceraikan ku dan menikah dengan wanita pilihan om" ucap Ella dengan air mata yang semakin deras.
"Aku tidak menyangka bahwa kamu berfikir seperti itu, kamu fikir aku ingin menikahi mu hanya karna hutang? Ella! Om tau kamu sedang sedih,tapi jangan seperti ini" ucap Jimin.
"Tapi om-" ucap Ella terpotong.
"Sudahlah! Terserah kamu! Pokoknya om gak mau mendengar itu lagi!" Jimin pun pergi dengan membanting pintu.
....
__ADS_1
Malam harinya,Jimin masuk ke dalam kamar untuk mengecek keadaan Ella. Masih terlihat semangkok nasi goreng kimchi yang tidak termakan sama sekali. Jimin duduk di samping Ella yang sudah tertidur.
"Maafkan aku" ucap Jimin lirih.
Namun ternyata Ella tidak tidur. Ella membalik badannya menatap Jimin. Jimim sedikit terkejut.
"Om.."
"Kenapa?" tanya Jimin lembut.
"Aku ingin membalas dendam kepada Jors,apa om tidak marah?"
"Untuk apa aku marah? Aku juga berfikir seperti itu, kamu tau? Kenapa aku sangat membenci ayahku?"
"Kenapa?" tanya Ella.
"Karna dia telah membunuh Mama ku,awalnya aku hanya ingin membuat dia pergi dari dunia ini tanpa aku siksa,namun setelah kejadian tadi,om berfikir akan menyiksanya sampai maut datang menjemput nya,dia sudah berani membunuh ayah mertua ku dan membuat istri ku ini menangis seharian,aku tidak akan membiarkan seorangpun hidup tenang jika dia berani membuat ratu ku ini terluka,bahkan tergores sedikitpun " ucap Jimin panjang lebar.
"Maafkan Ella karna sudah mengatakan hal omong kosong tadi" Ella memeluk Jimin,Jimin pun membalas pelukannya.
"Emm,tidak apa apa" ucap Jimin mengelus kepala Ella.
"Kenapa badanmu panas? Kamu demam lagi?" Jimin melepas pelukan dan mengecek suhu tubuh Ella.
"Sekarang makan lalu minum obat" ucap Jimin.
Belum sempat Ella mengatakan sesuatu namun sudah di potong Jimin " jangan bandel! Ayah bisa sedih kalau tau putrinya sakit!"
"Emm baiklah" pasrah Ella.
"Om ambilkan makanan baru untuk mu" Jimin segera keluar dan tak lupa membawa nasi goreng kimchi yang tadi.
"Ayah,terimakasih karna menikahkan ku dengannya, Ayah memilih seseorang yang tepat,aku kira dia orang yang kasar,namun ternyata dia sangat lembut dan menyayangiku, terimakasih ayah,Ella janji akan bahagia di sini" ucap Ella setelah Jimin keluar.
TBC...
...^^^**Like ya sayang ๐ jangan jadi readers ghaib๐ป kalian tau? satu Like di setiap eps bisa membuat beribu-ribu semangat author tumbuh. Bukannya ngemis Like,tapi cuma kesel aja kalau capek ngetik+mikir tapi like nya dikit๐ padahal yang baca banyak ๐ apa jangan-jangan kebanyakan readers yang baca ini hantu? gak mungkin kan?๐ค terimakasih terimakasih ๐ ^^^...
...Author kasih Lope ungu buat kalian ๐**...
__ADS_1
nih bonus lagi dari Tae๐ baru tadi Update di Twitter ๐ kalian tau Wine nya harganya berapa? 33 jutaanโบ murah sekali kan?๐ญ ganteng banget lagi jodoh orang๐