
Jimin langsung merebut ponsel Ella dari tangan Ella. Dia cepat cepat menghapus semua video yang sudah Ella unduh tadi. Lalu Jimin menatap Ella yang kebingungan.
"Siapa yang ngirim?" tanya Jimin.
"Cia" jawab Ella tanpa rasa takut.
"Besok lagi,kalau om tau kamu nonton kayak gini,hp kamu langsung om banting" ancam Jimin.
"Kok gitu sih,emangnya gak boleh nonton itu? Kata Cia,Ella harus nonton itu biar nanti bisa di praktekin sama Om" ucap Ella polos.
"Haishh Ella,nanti om ajarin,gak usah nonton kayak gitu,ngerti gak?" tegas Jimin.
"Iya iya"jawab Ella cemberut.
"Sekarang tidur!" ucap Jimin lalu kembali lagi di mejanya.
"Huh galak banget sih"umpat Ella lirih.
Ella sudah mencoba untuk tidur,namun tetap tidak bisa. Ella menatap Jimin yang fokus dengan laptopnya. Jari-jarinya terlihat lincah menari di atas keyboard,kadang membalik lembaran lalu lanjut menulis.
" Om.."panggil Ella.
"Hm?"
"Ella bosen,nggak bisa tidur"
"Haishh" Jimin menghentikan aktifitas nya lalu menatap Ella.
"Sini"Jimin menepuk pahanya.
Ella langsung lari ke arah Jimin lalu duduk di pangkuannya menghadap Jimin. Jimin tersenyum menatap Ella yang juga menatapnya.
" Hp Ella mana"
"Mau ngapain? Gak boleh nonton lagi loh"
"Iya iya,Ella nggak nonton itu kok" ucap Ella.
"Nih" Jimin memberikan hp Ella yang sempat ia sita tadi.
Ella langsung mengambil Hp nya dan bermain hp. Posisi mereka sekarang, Ella duduk di paha Jimin dengan kepala menyender di dada Jimin sambil bermain Hp. Sedangkan Jimin tetap fokus dengan pekerjaannya,sekali kali dia mengelus rambut Ella dan menciumnya.
Sudah sekitar 1 jam mereka duduk dengan posisi tersebut. Ella yang lelah dengan posisinya pun mencoba bergerak,hal itu membuat sesuatu bangun.
"J-Jangan banyak gerak El" ucap Jimin dengan suara beratnya.
"Tapi kan Ella capek,om kapan selesai nya sih!" kesal Ella.
"Bentar lagi" jawab Jimin lalu melanjutkan aktivitas nya.
Beberapa menit kemudian terdengar dengkuran halus dari Ella. Jimin melihat ke arah Ella yang ternyata sudah tertidur dengan tangan yang masih membawa Hp. Jimin mengambil Hp nya lalu fokus dengan tugasnya lagi.
15 menit sudah berlalu,akhirnya Jimin sudah selesai dengan berkas berkas tadi. Dia mengambil telfon kabel lalu mengetikkan beberapa nomor dan mulai berbicara dengan seseorang di sebrang sana. Dan beberapa saat kemudian ada yang mengetuk pintu.
__ADS_1
"Masuk!" seru Jimin.
Seorang wanita dengan pakaian sopan masuk menghampiri Jimin. Wanita tersebut sempat sedikit kaget karna Ella yang tidur di pangkuan Jimin. Namun wanita tersebut langsung mengalihkan pandangan.
"Tuan memanggil saya?" tanya Wanita tersebut yang merupakan sekertaris Jimin,sebut saja Mina.
"Iya, simpan flashdisk ini dan pelajari bahan yang akan kita gunakan besok untuk meeting" Jimin memberikan sebuah Flashdisk kepada Mina.
"Baik tuan,apa ada yang lain?"
"Tidak,kamu bisa kembali bekerja"
"Baik,saya permisi" Mina menunduk hormat lalu pergi dari ruangan Jimin.
Dan sekarang hanya ada Jimin dan Ella.
Jimin langsung menutup laptopnya lalu membawa Ella menuju ruang Pribadinya. Sebuah ruangan yang tidak terlalu luas ataupun kecil dengan satu kasur dan almari baju. Jimin menidurkan Ella di kasur dan menyelimuti nya.
"Di suruh tidur kok susah banget"
Karna Jimin juga lelah seharian bekerja,ia tertidur di samping Ella. Tadi pagi sehabis mengantar Ella dia pergi ke markas untuk melihat keadaan Jors,lalu kembali ke kantor karna harus mengerjakan beberapa berkas untuk meeting besok pagi.
Sudah pukul empat sore,matahari juga sudah berada di barat,namun dua insan tadi belum juga bangun. Sampai akhirnya ada suara dering telfon dari hp Ella,yang membuat mereka berdua terbangun.
Ella membuka matanya dan sempat merenggangkan ototnya. Jimin juga sama,lalu Ella meraih HPnya yang berada di samping nya,dia melihat nama si penelepon 'My Sis Cia' dia segera mengangkat telfon.
"Emm Cia ada apa?"tanya Ella dengan suara khas bangun tidur.
"Kok suara lo kek gitu,baru bangun tidur apa baru selesai olah raga?" goda Cia.
Jimin yang mendengar percakapan istrinya dan temannya tersebut faham apa yang di maksud. Cepat-cepat Jimin merebut hp Ella.
"Eh om apaan sih" kesal Ella.
"Yak!jangan bikin kepolosan Ella hilang! jangan pernah jawab apapun jika Ella tanya tentang hal Dewasa" kesal Jimin lalu menutup telfon.
"Om apaan sih! Nanti kalau Cia marah sama Ella gimana?!" Ella langsung merebut hp dengan kesal.
"Ya biarin aja,daripada kamu kena hasut sama dia"
"Ish yaudah! Ella nggak akan pernah mau ngasih jatah buat Om!" kesal Ella.
"Jatah? Kamu tau tentang jatah?" heran Jimin.
"Hm,kata Cia kalau istri harus memberi jatah kepada suaminya,tapi jatah apa Ella nggak tau,jatah beras? Atau sembako?"
"Nah kan Cia lagi yang bilang,udah gak usah di pikirin! Kita mandi sekarang" ucap Jimin.
"Om jawan dulu jatah apa?" rengek Ella.
"Kayak di Video yang kamu tonton tadi" jawab Jimin malas lalu berdiri.
"Kayak Video? Fixs Ella nggak mau!" ucap Ella merinding.
__ADS_1
"Loh loh,kok gak mau"
"Om pikirin ya gimana sakitnya kalau di gituin"
"Itu udah resiko mu,ayo mandi bareng" ajak Jimin.
"Hah mandi bareng? Nggak! Ella gak mau!" tolak Ella.
"Ya udah nanti kamu mandi sendiri,tapi hati hati karna di sini ada....ih pokoknya serem" ucap Jimin mencoba menakut-nakuti Ella.
"Ih om bohong kan? Jangan nakut-nakutin Ella" ucap Ella dengan raut wajah ketakutan.
"Ya udah kalau nggak percaya" Jimin mulai melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
"Eh iya iya Ella ikut,tapi jangan macam-macam ya!"seru Ella mengejar Jimin,Jimin hanya smirk karna merasa menang.
Setelah Jimin menutup pintu,dia berjalan menuju Ella dengan senyum nakalnya. Ella hanya menatap Jimin dengan polosnya. Lalu Ella mulai membuat semua pakaian yang menutupi tubuhnya dan mulai mandi. Sementara Jimin,dia masih berdiri tegak menatap tubuh mulus istri kecilnya. Ada sesuatu yang berdiri juga namun bukan Jimin,apa itu?
"Ella,kamu nggak takut? Di sini ada suamimu tapi kamu berani sekali melepaskan semua pakaian mu" ucap Jimin mulai mendekati Ella.
"Kalau Om berani macam-macam,Ella bakal pergi dari rumah!"ancam Ella dengan tatapan tajam nya.
"Ah ayolah Ella,kamu udah berani membuat jun!or ku bangun,kamu harus bertanggungjawab" Jimin memohon dengan suara berat karna menahan hasratnya.
"Gak gak! Om sendiri tadi yang mengajakku! Aku tidak mau!"
"Lalu untuk apa kamu bertanya kepada Cia jika tidak mau melakukannya dengan ku" kesal Jimin.
"Ya...em tapikan itu..ah Ella pokoknya gak mau! Om jangan maksa dong"
"Om janji nggak akan kelewat batas,cukup buat junior tidur lagi,ya?" mohon Jimin.
"Tapi om-" ucapannya terpotong karna Jimin menciumnya sekilas.
"Om mohon,ya? cuma mainin junior aja,om nggak akan minta yang lain,om mohon sayang"
"Em..y-ya udah" jawab Ella dengan ragu.
Jimin senang mendengar jawaban Ella. Karna sudah tidak bisa menahan hasratnya,ia langsung ******* bibir Ella. Lum*at*n yang ganas membuat Ella kehabisan nafas. Ella buru-buru menepuk dada Jimin,Jimin yang faham maksud Ella langsung menghentikan aktifitas nya.
Tanpa bicara lagi,Jimin langsung membuka celananya dan terlihat jelas jun!ornya yang sudah tegang. Ella dengan susah payah menelan sl*v!nanya karna merasa takut dengan jun!or milik Jimin.
"Ayo,mainkan" ucap Jimin.
"A-aku nggak bisa" ucap Ella gugup dengan pipi merahnya.
Jimin memegang tangan Ella lalu mengarahkan ke arah Jun!ornya. Lalu membantu Ella untuk memainkan nya. Ella hanya menurut,dan setelah cukup lama,Ella sudah bisa melakukan nya sendiri. Bahkan ia lebih ganas dari Jimin yang biasanya bermain solo. Ella berhasil membuat Jimin mendes*h kenikmatan dan mandi keringat. Sampai akhirnya Jimin mencapai puncaknya,ia mengeluarkan cairan putih. Ella yang melihat cairan tersebut keluar menjadi takut dan menghentikan aktifitas nya. Dia menatap Jimin yang sudah lemas.
"Terimakasih" ucap Jimin dengan senyum nya lalu mencoba mengatur nafasnya.
"Apa tadi tidak sakit?" tanya Ella.
"Tidak sayang,itu sangat nikmat,kamu sudah lincah memainkannya,sepertinya aku akan merasa candu dengan sentuhan mu" ucap Jimin.
__ADS_1
TBC...
...Maafin author 🤧 huwahhh😪...