Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang
Akhirnya sah!!++


__ADS_3

...DIMOHON BIJAK DALAM MEMBACA! JIKA MERASA DI BAWAH UMUR 18 SILAKAN SKIP! JANGAN NGEYEL! KALAU NGEYEL YAUDAH DOSA TANGGUNG SENDIRI 🤧 JANGAN DI LAPORIN! GAK SUKA SKIP!!!!!!!!!...


...........


Karna tadi Ella benar-benar ngambek,akhirnya Jimin mengalah. Mereka pergi ke Namsan Tower. Namsan tower merupakan sebuah wisata di Korea Selatan. Sebenarnya Jimin khawatir jika Ella demam lagi,namun Ella mengancam tidak mau memberi jatah kepada Jimin,jadi ya sudah Jimin mengalah demi mengesahkan hubungan mereka nanti malam.


"Uh dingin banget" ucap Ella menggosokkan kedua tangannya.


"Kan om udah bilang tadi,di sini dingin"


"Gapapa deh,kan ada om" ucap Ella.


"Terus kalau ada om kenapa? Kamu pikir om nggak kedinginan? Cuma pakai jas terus meluk kamu kayak gini,dingin tau!"


Ya,mereka saat ini sedang berpelukan sambil melihat kembang api. Jimin memeluk Ella dari belakang agar mengurangi rasa dingin nya. Namun tetap saja udaranya bisa menerobos pori-pori baju mereka.


"Ya udah,beliin Ella kopi dulu baru pulang"ucap Ella.


"Kopi?"heran Jimin.


"Iyalah"


"Hem ya udah ayo" Jimin melepas pelukan lalu menggenggam tangan Ella.


Karna kedai kopi terdekat di sana sangat ramai,jadi Jimin mengajak Ella ke sebuah bar. Jangan di pikir kalau bar hanya ada minuman keras,di bar juga ada kopi,jus,ataupun minum lainnya. Ya walaupun jarang yang beli minuman biasa.


Saat Jimin sedang memesan kopi,ada seseorang yang menghampiri Ella. Orang tersebut duduk di samping Ella dan mencoba memegang paha Ella. Ella yang terkejut langsung menjauh dari orang tersebut,tapi orang tersebut tidak menyerah,dia tetap mendekati Ella.


"Yak! Bapak ini mau apa? Udah tua bangka masih aja genit!" kesal Ella.


"Cantik-cantik kok galak,tapi gapapa om tetap suka,mau main sama om?" goda seseorang tadi.


"Ishh,kalau anda berani menyentuh saya! Saya tidak akan membiarkan anda hidup! Atau bahkan junior anda akan hilang!" ancam Ella.


"Wahh,sangat menarik babby" bukannya takut,seseorang tadi malah makin mendekat.


"OM!" teriak Ella karna sudah sangat takut.


Jimin yang mendengar teriakan Ella pun langsung berlari ke arah Ella. Emosinya langsung memuncak saat melihat seorang laki-laki menggoda istrinya. Tanpa aba-aba,Jimin langsung menarik laki-laki tersebut dan memukulnya dengan sangat keras.


"Akh" rintih laki-laki tadi.


"Dasar baj!ng*n!! Br3ngs3k!! Sepertinya anda sudah bosan hidup!" ucap Jimin lalu memukulnya lagi.


Jimin benar-benar emosi hingga tak memberi celah kepada laki-laki tersebut untuk menyerang. Laki-laki tersebut sudah sangat lemas dengan tubuh banyak lebab dan darah.


"Sudah tua tapi masih genit dengan istri orang lain! Mati saja kau!"


Pukulan terakhir membuat orang tadi pingsan. Jimin tetap tidak berhenti memukul. Ella langsung menahan Jimin atau jika tidak,dia bisa melihat seorang mayat di hadapannya.

__ADS_1


"Berhentilah om,sudah cukup! Dia sudah pingsan" mohon Ella yang menangis ketakutan.


"Kamu tidak apa-apa kan? Apa orang tadi menodaimu?" ucap Jimin khawatir.


"Aku baik-baik saja,aku ingin pulang" ucap Ella.


"Hem,tunggu sebentar"


Jimin mengambil hp nya lalu menelfon seseorang. Setelah itu dia mengambil pesanannya tadi dan membayar lebih untuk biaya tanggungjawab karna merusak fasilitas bar. Setelah itu Jimin dan Ella pulang.


Di dalam mobil,Ella masih sedikit terisak. Kejadian tadi masih terus terbayang di pikiran Ella. Ini pertama kalinya ia melihat Jimin semarah itu,bahkan saat kejadian Jors waktu itu Jimin masih bisa menahan emosinya.


"Jangan menangis lagi" ucap Jimin.


"Apa om tidak berfikir bagaimana nasibku nanti? Jika om membunuhnya tadi terus om di penjara,lalu aku bagaimana? Aku tidak mau melihat om seperti tadi lagi! Aku takut...aku takut jika om kenapa napa" tangisannya kembali pecah.


"Maafkan aku...aku tidak akan mengulangi nya lagi" ucap Jimin merasa bersalah.


"Jangan menangis lagi,minum kopinya,aku sudah memesankan untuk mu,jadi harus di minum" lanjut Jimin.


Ella hanya mengangguk lalu menghapus air matanya dan mengambil satu cup berisi kopi hangat. Walaupun dia sedang minum,namun tetap saja terisak.


"Apa ini,kenapa aku malah menjadi kepanasan"batin Ella.


"Om,apa om tidak menyalakan AC nya? Aku kepanasan" ucap Ella.


"Tapi ini sangat dingin,kenapa kamu malah kepanasan?" heran Jimin.


"Kamu tadi baik-baik saja kan sebelum minum kopi?" tanya Jimin menghidupkan AC.


"Iya,tapi setelah minum kopi tubuhku terasa panas" ucap Ella.


"Berikan kopinya kepada ku" ucap Jimin.


"Tapi om sedang menyetir"


"Gapapa,berikan!"


Ella memberikan cup kopi tersebut. Jimin mencium baunya namun tidak menemukan hal mencurigakan. Lalu dia menaruh kopi di tempat sampah yang ada di mobil.


"Kok di buang?" tanya Ella.


"Coba kamu cari tau di Google tanda tanda seseorang yang minum obat perangs*ng" ucap Jimin.


Ella menuruti perkataan Jimin. Lalu ia membacakan hasilnya. Dan benar saja dugaan Jimin. Ella meminum kopi yang sudah di beri obat perangs*ng. Entah siapa yang sudah memasukkan obat tersebut ke kopi Ella.


"Om gimana ini? Ella nggak kuat,ini sangat panas" ucap Ella khawatir.


"Tahanlah sebentar,aku akan mencari hotel terdekat" ucap Jimin yang fokus menyetir.

__ADS_1


"Akh cepatlah,emh"


"Sabar sayang,setelah ini aku akan memanjakan mu"


Karna tidak tahan lagi,Ella melepas bajunya dan membuka jendela mobil. Jimin buru-buru menutup jendela karna dia tidak mau jika tubuh istrinya di pandangi oleh semua orang.


"Jangan gila Ella!"


"Ah tapi om,aku butuh udara,di sini sangat panas"


"Pakai lagi bajumu,kita sudah sampai,aku tidak mau kamu keluar tanpa baju!" ucap Jimin memarkirkan mobilnya di sebuah hotel.


Ella menuruti perkataan Jimin,dia segera memakai bajunya lagi. Dan setelah mobil terpakir dengan sempurna,Ella buru buru keluar dari mobil dan di susul Jimin. Mereka berdua masuk lalu memesan satu kamar.


Baru saja masuk lift,Ella sudah tidak tahan. Ia langsung meremas kuat junior Jimin,Jimin langsung mencegah Ella agar tidak melakukan hal lain di lift.


"Jangan di sini,tahan sebentar ya"


"Emh om Ella nggak kuat" Ella mencium dada bidang Jimin.


"Sayang tahanlah sebentar,aku akan memanjakan mu nanti,tapi jangan di sini" Jimin menahan tangan Ella.


Akhirnya lift terbuka,Jimin langsung menggendong Ella menuju kamar yang sudah mereka pesan. Jimin mendudukkan Ella di kasur. Dengan nafsunya yang tinggi,Ella langsung membuka semua pakaian nya. Itu membuat Jimin tegang dan ikut melepas semua pakaiannya.


"Puaskan aku,daddy" ucap Ella dengan manja.


"Aku tidak akan menolak nya sayang,bermainlah sesukamu" ucap Jimin.


Ella langsung ******* bibir Jimin dengan rakus, tangannya tidak tinggal diam,dia memainkan junior Jimin yang sudah menegang. Ciumannya turun ke leher dan dada Jimin,dia meninggalkan banyak bekas kissmark di sana. Jimin yang menikmati permainan istrinya hanya bisa mendes*h merasa nikmat.


"Daddy,masukan sekarang" ucap Ella.


Jimin tersenyum smirk lalu menindihi Ella. Tanpa aba-aba,Jimin langsung saja memasukkan miliknya ke sarangnya dengan sekali hentakan. Darah segar mengalir dari gua Ella. Ella meringis kesakitan namun tetap saja menggoda Jimin agar melanjutkan aktivitas mereka.


Dan akhirnya hubungan mereka sah. Malam itu menjadi malam terindah buat mereka,ya walaupun itu semua karna Ella yang terpengaruh obat,namun tidak mengurangi rasa nikmat yang mereka rasakan.


Suara des*han yang terdengar merdu di seluruh ruangan tersebut membuat suasana tambah panas. Di tambah lagi keringat yang bercucuran membuat kesan hot. Hingga akhirnya Jimin ambruk di ronde terakhir mereka.


TBC...


......Maaf kurang detail karna author belum pernah ngerasain 🙃 Author masih kecil tapi pikirannya astagfirullah 🤧😭 tadi author udah bilang untuk di bawah umur skip!! eh tapi author nya nggak ngaca klo umurnya juga di bawah umur🙃 DASAR!!.......


Buat kalian yang mau tau gambaran Namsan tower,Author kasih gambarnya.




__ADS_1


Doain author biar bisa pergi ke sana😭. AMIIINN😭.


......Yaudah sampai jumpa besok di next eps🙃 gak tau up jamber tapi insyaallah tetap Up.......


__ADS_2