Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang
Selingkuh?. spesial birthday 2


__ADS_3

Cukup lama mereka mengobrol sambil mendengarkan lagu. Saat ini sudah pukul tujuh malam,Ella beranjak dari tempat tidur lalu mengisi daya telfonnya. Jimin masih rebahan di tempat tidur sambil memandangi istri kecilnya.


"Aku mau ke dapur dulu" ucap Ella lalu pergi keluar.


"Kenapa dia ke dapur? Kan ada pembantu,baiklah lebih baik aku menyusun rencana untuk event di kantor,dan sekaligus hari ulang tahun Ella" gumam Jimin.


Jimin pergi ke ruang kerjanya untuk menelfon sekertaris nya. Sementara Ella pergi ke dapur,entah apa yang dia lakukan. Mari kita lihat!


Ella berjalan menghampiri pembantu yang sedang menyiapkan makan malam "hari ini mbak masak apa? Tidak usah terlalu banyak karna aku tadi udah makan" tanya Ella kepada pembantu tersebut,dia memang sudah biasa memanggil semua pembantu dengan sebutan mbak.


"Saya hanya menyiapkan makanan biasa non" jawab pembantu tersebut.


"Apa masih lama?" tanya Ella lagi.


"Sedikit lagi selesai non"


"Baiklah"


"Balik ke kamar lagi aja deh" gumam Ella.


Ella pun menuju ke kamar lagi,namun sebelum itu ia mengambil beberapa snack. Saat sampai di kamar,ia tidak mendapati Jimin,lalu Ella menuju ke ruang kerja Jimin. Saat sampai di depan ruang Jimin,Ella mendengar sesuatu...


"....Happy birthday sayang"


"Om!" seru Ella dengan perasaan campur aduk.


"E-ella.." ucap Jimin terkejut lalu menutup telfonnya.


"Dia denger semuanya nggak ya" batin Jimin panik.


"Om telfonan sama siapa?" tanya Ella yang mencoba menahan air mata nya.


"Ah ini...t-tadi om...ah telfonan sama Tae,nanyain tentang keadaan markas" elak Jimin dengan tingkah kaku.


"Taehyung oppa? Dasar pembohong! Jelas-jelas aku mendengar bahwa dia mengucapkan selamat ulang tahun kepada seseorang,dengan panggilan sayang" batin Ella.


"Ah begitu,ya sudah,Ella mau tidur,nanti Ella nggak ikut makan malam" ucap Ella dengan senyum kecutnya lalu pergi dari sana.


"Hufft,untung dia percaya,tapi kenapa tingkahnya aneh? Jika dia tau semua yang ku ucapkan dia tidak mungkin seperti itu,tapi dia terlihat muram" gumam Jimin.


"Ah terserah lah" ucap Jimin lalu kembali menelfon seseorang tadi.

__ADS_1


Sementara di kamar,Ella benar-benar tidak bisa menahan air matanya lagi. Dia mengunci pintu lalu menangis memeluk guling.


"Hiks tidak mungkin jika om selingkuh kan? Tidak,ini tidak mungkin..t-tapi siapa yang ia sebut sayang?" Ella terus berfikir dengan air mata yang mengalir.


Hal hangat yang ia rasakan dengan Jimin tadi tiba-tiba berubah menjadi dingin. Rasa bahagia berubah menjadi rasa kesedihan. Senyuman manis berubah menjadi tangisan. Karna lelah menangis,ia tertidur tanpa membuka kunci pintu terlebih dahulu.


Jimin masih berada di ruang kerjanya. Sedari tadi dia hanya sibuk ber telfonan dengan sekertaris nya,yaitu Mina. Entah apa yang mereka bicarakan sampai lama. Sampai akhirnya terdengar suara ketukan pintu,Jimin segera menatap ke arah pintu dan terlihat lah pembantunya.


"Maaf tuan,makan malamnya sudah siap" ucap pembantu tersebut.


"Baiklah,coba kamu panggil nona muda"perintah Jimin.


"Saya tadi sudah ke kamar,namun tidak ada jawaban,dan pintunya terkunci,saya kira nona muda bersama anda"


"Di kunci?" gumam Jimin.


"Ya sudah,kamu dan yang lainnya makan dulu,saya tidak tau apakah nanti makan malam atau tidak" ucap Jimin lalu bergegas menuju kamarnya.


Ceklak,dia mencoba membuka pintunya namun ternyata benar bahwa pintunya di kunci. Jimin sudah mencoba mengetuk pintu berkali-kali namun tidak ada sahutan. Dia segera mengambil kunci cadangan yang berada di vas samping kamarnya.


"Ada apa dengannya? Kenapa mengunci pintu?" gumam nya sambil membuka kunci.


"Kenapa dia menangis? Apa terjadi sesuatu? Kenapa tidak bilang kepada ku?" pikir Jimin.


Jimin berdiri lalu membenahi posisi tidur Ella. Dia mencium Ella lalu ikut tidur di samping nya.


Pagi harinya Ella terbangun dan melihat suaminya yang sudah duduk di samping nya dengan pakaian rapi. Jimin menatap Ella dengan senyuman manisnya namun Ella tidak menggubris hal tersebut,dia segera menuju ke kamar mandi.


"Hm ada apa dengannya? Apa aku membuat masalah?" gumamnya.


Setelah Ella selesai mencuci mukanya,ia keluar dan di kejutkan Jimin yang berada di depan pintu kamar mandi. Ella mencoba terlihat biasa,dia menghindari Jimin dan mencoba keluar dari kamar,Jimin segera menahan tangannya.


"Kamu kenapa? Apa om melakukan kesalahan?" tanya Jimin. Ella menggeleng tanpa menatap mata Jimin.


Jimin langsung menarik Ella kedalam pelukan nya, "Ceritalah jika ada masalah,om tau kamu habis menangis kan? Ada apa!" sekali lagi Jimin mencoba bertanya namun Ella tetap menggeleng.


"Baiklah jika kamu tidak mau jujur,Pakaikan dasinya,aku harus segera ke kantor" ucap Jimin.


"Kamu duluan yang membohongi ku" batin Ella.


Ella mengambil dasi lalu memakainya di leher Jimin. Dia mengencangkan ikatan dasi tersebut dan membuat Jimin sesak. Jimin segera menahan tangan Ella dan menatap Ella dalam. Ella seketika menjadi gugup dan melepaskan tangannya.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan?"


"Aku mau mandi,aku harus sekolah hari ini" ucap Ella.


"Aku akan mengeluarkan mu dari sekolah agar bisa fokus dengan suamimu ini" ucap Jimin melonggarkan dasinya.


"Om tidak bisa berbuat seenaknya!" tegas Ella.


"Kenapa tidak? Aku suamimu,dan kamu harus menurutiku" ujar Jimin.


"Apa aku juga harus menahan rasa sakit ini selamanya?"tanya Ella dengan mata berkaca-kaca.


"Apa maksudmu?" tanya Jimin bingung.


"Lupakan saja,berangkat lah ke kantor, aku tidak jadi sekolah" ucap Ella lalu berjalan menjauhi Jimin.


"Aku pulang malam, ada banyak hal yang harus aku urus di kantor" ucap Jimin.


"Hal apa? Berduaan dengan selingkuhan mu?" gumam Ella.


"Aku mendengarnya Ella,apa maksudmu beduaan dengan selingkuhan ku? Aku tidak selingkuh" tegas Jimin.


"Om bilang aku harus jujur kan? Oke aku jujur! Aku memang menangis tadi malam,itu semua karna om! Om yang sudah membohongi ku duluan! Aku mendengar om mengucapkan selamat ulang tahun kepada seseorang dengan sebutan sayang,tapi om bilang om telfonan dengan Tae oppa" ucap Ella dengan air mata yang tidak sanggup ia tahan lagi.


"Ella...kamu salah faham,om minta maaf jika om membohongi mu,tapi-" ucap Jimin terpotong saat hendak menjelaskan semuanya.


"Tidak apa apa,Ella baik-baik saja,Ella masih bisa menahan nya" ucap Ella lalu pergi dari kamar.


"Ella kamu salah faham,om tidak selingkuh!" seru Jimin.


"Akh Ella!" teriak Jimin merasa frustasi.


"Kenapa dia bisa mengira aku selingkuh? Dan kapan aku mengucapkan selamat ulang tahun kepada seseorang?"pikir Jimin.


Jimin mencoba mengingat apakah dia mengucapkan ucapan selamat ulang tahun atau tidak,ternyata benar,dia sudah bisa mengingatnya.


"Dasar gadis bodoh! Aku tidak mengucapkan seseorang selamat ulang tahun,tapi aku berbicara kepada Mina agar membelikan ku roti Ulang tahun dengan kata-kata Happy birthday sayang,kenapa kamu sangat bodoh Ella"


TBC...


...Maaf beberapa hari kemarin aku nggak up🙃. akan ku bayar semuanya, moga aja hari ini bisa up sampai 3 eps an, kalau nggak bisa ya besok😆. ...

__ADS_1


__ADS_2