Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang
Eps.21


__ADS_3

Malam berganti pagi,yang tadinya gelap dan dingin sekarang menjadi terang dan hangat. Matahari sudah terbit dari arah timur. Sebuah dering telfon membangunkan seseorang di dalam kamar hotel. Jimin terbangun lalu mengambil Hp nya.


"Hmm,halo?"sapa Jimin dengan suara khas bangun tidur.


" Hyung di mana? Aku ke rumah kok nggak ada,kata pembantu kalian nggak pulang"tanya Jungkook dari sebrang sana.


"Ngapain lo ke rumah gw?"


"Gapapa,cuma mau main aja sama Ella,sekalian buat jemput Hyung" jawab Jungkook.


"Jemput gw?mau ke mana?"


"Nah kan lupa,dah tua sih makanya pikun,kan nanti jam 10 ada meeting"


"Eh iya gw lupa,dah dulu telfonnya"


Jimin memutus sambungan telfon lalu buru-buru masuk ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi,Jimin keluar mengenakan kimono dan duduk di samping Ella.


"Ella,bangun,kita harus pulang sekarang" Jimin menepuk bahu Ella lembut.


"Ella masih ngantuk" Ella hanya membalik badannya lalu lanjut tidur.


"Bangunlah,nanti tidur lagi di rumah,om ada meeting"


"Iya iya"


Akhirnya Ella bangun. Dia menatap Jimin yang hanya mengenakan kimono,lalu ia duduk dan sadarlah jika dia tidak mengenakan sehelai benang pun di badannya. Ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Apa yang om lakukan! Nggak mungkin kan?" tanya Ella panik.


"Coba kamu ingat apa yang terjadi semalam"


"Hiks Ella udah nggak perawan,om kenapa lakuin itu sama Ella,kalau Ella minta kan bisa di tolak" Ella menangis memukul dada Jimin.


Jimin menahan tangan Ella lalu berkata "kalau om gak bantu kamu,kamu bisa gila,om nggak mau kamu gila,dan lagian semalem itu kamu yang agresif buka om,kamu bilang ah daddy nikmat"


"Ih enggak gitu" Ella memukul wajah Jimin menggunakan bantal lalu menyembunyikan mukanya di balik selimut karna malu.


"Sini,gak usah malu,om malah seneng kalau kamu duluan yang minta" goda Jimin.


"Bodo ah,Ella mau mandi"


Saat Ella hendak turun dari kasur,dia merasakan nyeri di bagian sensitif nya. Dan terasa semua tubuhnya pegal pegal. Ya wajar saja karna semalam kan habis olah raga.


"Akh sakit" rintih Ella.


"Coba om lihat"


"Eh jangan" cegah Ella dengan pipi merahnya.


"Gak usah malu,kan om udah lihat semuanya tadi malam" ucap Jimin lalu melihat bagian sensitif Ella, wajah Ella tambah merah dibuatnya.


"Em harus di beri kiss nih biar sembuh" goda Jimin.


"Om jangan macam-macam lagi ya,katanya mau meeting"


"Gapapa terlambat,kan om bos nya" Jimin smirk lalu membuka lebar lebar paha Ella,langsung saja dia mengecup bagian sensitif Ella.


"Emh om,jangan mulai lagi"


"Nanggung by" ucap Jimin.


Jimin memainkan milik Ella menggunakan lidahnya. Permainan sederhana namun berhasil membuat Ella kembali mendes*h merasakan kenikmatan. Ella menjambak rambut Jimin lalu menekannya agar lebih dalam.


"Ah,om ber-hasil buat Ella gila,emhh ah" des*h Ella.


"Shhh om lebih dalam lagi" minta Ella.


Jimin menuruti ucapan Istrinya. Lidahnya menari lihay di sarang Ella. Ella hanya bisa mendes*h hingga akhirnya mencapai *******. Jimin menjilati cairan yang di keluarkan Ella lalu menatap ke arah istrinya yang sudah menutupi wajahnya karna malu.

__ADS_1


"Nikmat kan?" tanya Jimin menggoda.


"Jangan di tutup wajahnya,om kan pengen lihat wajah cantik istri om ini" goda Jimin.


"Udah ih,buruan gendong ke kamar mandi" ucap Ella yang belum juga membuka matanya.


"Kamu lihat bibir om ini, terkena cairanmu,cepat bersihin"


"T-tapi" tetap saja Ella tidak mau membuka tangannya.


Jimin langsung menarik tangan Ella lalu mencium dan me l*m*t bibir Ella. Ella sempat terkejut namun akhirnya dia membalas ciuman tersebut. Ella mengalungkan tangannya di leher Jimin. Lalu Jimin menggendong Ella tanpa menghentikan aksi mereka.


Kita skip saja mereka sudah berada di mobil. Di dalam perjalanan menuju rumah mereka,Ella hanya diam memakan pizza yang sempat mereka beli tadi di hotel. Jimin fokus menyetir dan kadang ia di suapin Ella.


"Nanti malam om mau minta jatah lagi" ucap Jimin.


"Hah! Nggak mau! Kan tadi malam udah"


"Tapikan tadi malam kamu dalam pengaruh obat,dan nanti om mau kita melakukan nya lagi dengan sadar"


"Ih gak mau,nanti sakit! Yang ini saja masih sakit" ucap Ella lalu memasukan pizza ke mulut nya,dengan cepat Jimin menggigit pizza yang hendak masuk ke mulut Ella. Otak Ella loading sebentar lalu...


"Yak! Om jangan nekat! Nanti kalau nabrak gimana?!"


"Habisnya dari tadi kamu makan sendiri,om nggak di suapin lagi!om juga laper!"


"Hehe lupa" Ella hanya nyengir.


"Ya udah nih,aaaa" Ella menyuapi Jimin.


"Nanti kalau Ella hamil gimana om?" tanya Ella.


"Ya nggak gimana gimana lah,kita kan udah nikah" jawab Jimin dengan santai nya.


"Tapi Ella masih 15 tahun,beberapa hari lagi baru 16 tahun,om nggak takut terjadi sesuatu sama Ella?"


"Kalau kamu hamil,om bakal jagain kamu setiap jam setiap menit setiap detik,om nggak akan biarin kamu kenapa-napa,kalau harus milih kamu atau calon anak kita,om bakal milih kamu" ucap Jimin membelai rambut Ella.


"Kenapa Ella? Kenapa nggak anak kita aja? Apa om nggak sayang sana anak kita?"


"Bukan gitu,kalau om milih anak kita,terus kamu menyusul Ayah,om sama anak kita gimana? Tapi kalau om milih kamu,kita bisa buat anak lagi"


"Tapi Ella tetap berharap semua baik-baik saja"


"Ya sudah kalau kamu khawatir jika hamil,kita mainnya pakai pengaman" ucap Jimin.


"Emang bisa?"


"Tentu bisa,mau coba? Nanti malam ya" goda Jimin.


"Tapi harus pelan!"


"Serius kamu mau?" tanya Jimin dan Ella hanya mengangguk.


"Yess akhirnya" ucap Jimin senang.


"Bayi gede!" gumam Ella.


Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah. Dan sesampainya mereka di mansion,terlihat dua mobil terparkir di halaman. Setelah Jimin memarkirkan mobilnya,merek turun. Ella berjalan sedikit pincang dan Jimin menggandeng Ella.


"Kenapa nggak om gendong aja sih?" tanya Jimin.


"Gak ah malu sama orang rumah"


Jimin hanya senyum tipis lalu menggendong Ella. Ella memberontak namun akhirnya diam juga setelah di kiss Jimin. Mereka masuk ke dalam rumah dan di sambut dua laki-laki dan satu perempuan.


"Cia" seru Ella saat melihat Cia duduk di sofa.


"Ella,aku kira kamu masih sakit,kenapa nggak sekolah?" tanya Cia.

__ADS_1


Jimin menurunkan Ella di sofa lalu ikut duduk. "Aku...aku ada urusan sama om" jawab Ella kaku.


"Hmm kalian...wahh akhirnya Ella ngasih jatah juga ke Jimin" ucap Taehyung.


"Jatah apa hyung?" tanya Jungkook.


"Bocil diem aja" Taehyung mengacak rambut Jungkook.


"Serius El? Kalian udah anu?" tanya Cia penasaran.


"Apaan sih kalian berdua! Jangan sampai hasut istri gw ya! Nikah aja sono berdua,cocok! Sama-sama mes*m" ucap Jimin.


"Dih,yakali gw nikah sama bocah" ucap Tae menatap Cia sinis.


"Dih gw juga ogah nikah sama lu! Selera gw sugar daddy bukan kek lo!" jawab Cia yang tak kalah sinis.


"Malah berantem sih,nanti cinta loh" goda Ella.


"Ihh ogah!" jawab Tae dan Cia kompak.


"Bapak-bapak ibu-ibu dimohon mengerti! Jungkook nggak ngerti maksud kalian!" ucap Jungkook di tengah perdebatan.


"Makanya cepet gede,jangan kalah sama bocah otak mes*m ini" ucap Tae menyentil jidat Cia. Cia hanya cemberut sambil melirik sinis ke arah Tae.


"Udah-udah,lo ngapain ke sini Tae?" tanya Jimin.


"Gw cuma mau tanya orang yang kemarin malam lo suruh jemput di bar itu mau di apain? Gw juga udah dapet informasi tentang keluarganya" jawab Tae.


"Untuk saat ini lo diemin aja dulu,yang penting udah di penjara,setelah meeting gw ke sana" jawab Jimin.


"Maksud om orang yang kemarin malam godain Ella? Om mau apain orang itu! Om udah janji gak akan macam-macam!"


"Om cuma mau ngasih pelajaran sama dia"jawab Jimin santai.


"Ella nggak mau om siksa dia! Kalau mau di bunuh langsung aja gak usah di siksa!" kesal Ella.


"Tapi-" ucapan Jimin terpotong.


"Terserah om kalau nggak mau nurut sama Ella,Ella nggak bisa maksa" ucap Ella lalu berdiri dari duduknya.


"Cia sama Jungkook mau ikut Ella ke kamar?" tanya Ella.


"Ayo,kita nonton Frozen ya" jawab Jungkook.


"Ella dengerin om dulu" Jimin menarik tangan Ella.


"Yaudah iya Om nggak akan siksa dia,tapi Ella jangan marah dong"


"Hem!" jawab Ella lalu berjalan masuk ke kamar bersama Jungkook.


"Hem tu bocah,ngambek lagi kan" ucap Cia.


"Lo ngapain masih di sini? Gak ikut Ella?" tanya Tae.


"Gak ah males" jawab Cia.


"JUNGKOOK KATANYA MAU MEETING MALAH NONTON FROZEN!" seru Jimin.


"Dah biarin aja tu bocah nonton Frozen,Siap-siap sono,katanya mau meeting" ucap Tae.


"Hm"


Jimin pergi dari ruang tamu dengan muka datar.


TBC...


...Woeeyy tolong😭 otak author udah ngelag😭 idenya kok gak muncul lagi😭 niatnya mau up tiga bab eh malah otak gak bisa di ajak kerjasama 😭 moga besok lancar biar bisa up banyak 😭. makasih udah mau baca+Like, komen+Vote😭....


...Saya istrinya Jimin,pamit undur diri🙃 Selamat malam, selamat membaca,selamat berlalu 🙃Author mau cari inspirasi dulu😌...

__ADS_1


__ADS_2