
Setelah sedikit berdebat,mereka pun makan. Ella menepati janjinya untuk minum obat setelah makan,jadi dia tertidur karna dosis obatnya.
"Kita pamit aja ya" ucap Jin lalu berdiri.
"Oh ya udah,syukur deh kalian pulang" ucap Jimin ikut berdiri.
"Dih,gak suka gw ke sini?" sinis Jin.
"Ya bukannya gitu,tapi emang iya sih,ganggu momen gw sama Ella" jawab Jimin.
"Serah lo dah bantet,kita pulang dulu" ucap Jin.
"Iye iye tetua" jawab Jimin.
"tua tua gini masih cakep juga kalik" ucap Jin sombong
"Tapi gak nikah nikah" ledek Tae.
"Serah lo pada" setelah itu Jin keluar.
"Daa Hyung,besok Jungkook ke sini lagi main sama Ella" ucap Jungkook pamitan.
"Gak menerima bocil di sini" ucap Jimin datar.
"Serah gw lah,wleekk" lalu Jungkook lari keluar menyusul Jin dan Tae.
Lalu Jimin menatap Ella yang tidur di sofa. Dia membelai rambut Ella lembut dengan senyum manisnya,lalu mengecup sekilas bibir Ella. Setelah itu,Jimin menggendong Ella ke kamar. Ia menidurkan Ella di ranjang dan menyelimuti nya.
"Tidur yang nyenyak bayi nakal ku" ucap Jimin lalu pergi ke ruang kerja.
Di ruangan yang bisa di bilang luas itu,Jimin sedang sibuk dengan laptopnya. Saking seriusnya,dia sampai kaget saat ada telfon masuk.
"Ada apa?" tanya Jimin datar kepada orang yang menelfon.
"Benarkah? Oke besok kita langsung ke markas Jors" ucap Jimin dengan smirk.
Setelah itu dia menutup telfon dan kembali fokus dengan laptopnya. Setelah setengah Jam ia senam jari,ia keluar menuju ruang bawah tanah. Ruangan yang gelap dengan cahaya minim dari obor.
Jimin membuka sebuah almari yang cukup besar. Terlihat banyak sekali senjata tajam dan juga senjata peluru. Dia mengambil salah satu pistolnya. Lalu memeriksa apakah masih ada pelurunya atau tidak,setelah itu ia mengambil pedang yang panjang dan terlihat sangat tajam. Ia menggoreskan pelan pada sofa di sana,sofa nya langsung sobek dong. Gimana rasanya jika itu terkena di kulit atau tubuh? Ish ngeri.
"Masih bagus,besok pakai ini aja" ucap Jimin lalu memasukkan Pedang dan Pistol yang ia ambil tadi kedalam sebuah kotak. Lalu Jimin menutup kembali almari nya.
"Aku harus bilang apa sama Ella besok? Dia gak boleh tau tentang ini,bisa bahaya jika dia ikut" pikir Jimin.
"Ah sudahlah,itu urusan besok"
Jimin pun kembali ke ruang kerjanya dan mengambil handphone yang ada di atas meja. Sempat mengetikkan beberapa nomor lalu ia mengangkat telfonnya.
"Semua mafioso sudah siap?" tanya Jimin.
"Iya,semua senjata juga sudah di periksa,besok tinggal meluncur ke lapangan" ucap Tae dari sebrang sana.
"Oke makasih" jawab Jimin singkat lalu memutuskan sambungan telfon.
Jimin pun kembali ke kamarnya dan berbaring di dekat Ella dengan perlahan. Sekitar sepuluh menit dia mencoba memejamkan matanya namum Tetap tidak bisa tidur. Alhasil ia memeluk tubuh Ella baru bisa tidur.
....
Satu malam pun berlalu,suara alarm berbunyi membuat keduanya terbangun dari mimpi indahnya.
"Emh..kenapa om menyalakan alarm?" tanya Ella dengan suara khas orang bangun tidur.
Jimin merenggangkan ototnya lalu menjawab "maaf jika om membangunkan mu,om ada meeting penting hari ini"
__ADS_1
"Sepagi ini? Ini baru jam 4 pagi loh om. Kantor saja belum buka" ucap Ella curiga.
"Ya mau gimana lagi? Klien om yang minta" Jimin beranjak dari ranjang lalu mengambil handuk.
"Kamu tidur lagi saja jika masih mengantuk" ucap Jimin sebelum akhirnya masuk kamar mandi.
"Kenapa om aneh? Tidak mungkin meeting sepagi ini,apa aku harus mengikutinya?"
Setelah beberapa menit terdengar suara kran dan air mengalir,akhirnya Jimin keluar mengenakan handuk yang di ikat di pinggangnya.
"Om punya roti sobek" batin Ella terkagum melihat Jimin.
"Kenapa nggak balik tidur?" tanya Jimin.
"Em e-enggak bisa" gugup Ella sambil nunduk.
"Kamu kenapa?" bingung Jimin.
"B-buruan pake baju!" tegas Ella.
Jimin baru menyadarinya jika dia telanjang dada. Dia pun smirk dan hendak mendekati Ella,namun tidak jadi karna teringat sesuatu.
"Ya sudah om ganti baju dulu" Jimin langsung bergegas menuju Walk in Closet.
"Tumben banget om nggak berbuat mes*m,kok aneh ya" ucap Ella melihat ke arah Walk in Closet.
Beberapa menit kemudian Jimin keluar mengenakan pakaian serba hitam. Hal itu membuat Ella semakin curiga karna tidak mungkin jika meeting menggunakan pakaian seperti itu.
"Kenapa pakai itu? Kenapa nggak pakai jas? Om mau kemana sih?" tanya Ella beruntun.
"Aduh gw lupa" batin Jimin.
"Mafia punya klien ya?" pikir Ella dalam hati.
"Ya sudah,om langsung berangkat ya,kamu istirahat aja,jangan lupa sarapan terus minum obat" ucap Jimin lalu mengecup kepala Ella dan keluar menuju ruang bawah tanah.
Jimin mengambil kotak yang berisi Pedang dan pistol yang kemarin ia masukan. Tanpa Jimin sadari,Ella mengikutinya.
"Kotak apa itu?" ucap Ella lirih.
Saat Jimin hendak keluar,Ella buru buru pergi dari situ. Ella mengamati Jimin dari jauh,setelah Jimin pergi,barulah Ella pergi ke kamar.
"Mau kemana ya? Kalau ini tentang mafia pasti om pergi ke markasnya,aku ingin tau apa benar om meeting? Tapi di mana markasnya" Ella terus berfikir namun tetap bingung.
Ella memutuskan untuk mandi dan bersiap-siap. Setelah siap,dia keluar dan menuju pos penjaga rumahnya.
"Pak,ada yang tau di mana markas mafia nya Om Jimin nggak?" tanya Ella.
"Saya tau sih non,tapi ada apa ya?"
"Antar saya ya pak" mohon Ella.
"Tapi ini masih sangat pagi,Non Ella mau ngapain?" heran penjaga tersebut.
"Udah pokoknya anter Ella! Cepat siapin mobilnya!" tegas Ella.
Penjaga tersebut langsung buru-buru menyiapkan mobil untuk Ella. Setelah siap,mereka berdua pergi menuju markas mafia Jimin. Petugas tersebut tau karna pernah mengantar Jimin ke markas.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama,akhirnya mobil mereka sampai di halaman markas tersebut. Ella buru-buru keluar dari mobil dan berlari ke arah pintu namun di tahan oleh beberapa mafioso.
"Maaf anda siapa?!"
__ADS_1
"Saya istrinya om Jimin,biarkan saya masuk" tegas Ella.
"Mohon maaf Dek,jangan kebanyakan halu nanti jatuh sakit" ledek salah satu dari mereka.
"Saya gak halu! Jika kalian tidak percaya cepat panggil bos kalian!" kesal Ella.
"Maaf tapi King tidak bisa di ganggu"
"YAKKK!!" bentak Ella karna sudah sangat kesal.
Sementara di dalam yang mendengar teriakan Ella pun langsung keluar terutama Jimin. Dia sangat terkejut saat melihat Ella di seret oleh beberapa mafioso penjaga.
"LEPASKAN!" ucap Jimin lantang dan tegas.
Sontak saja dua penjaga tadi melepaskan Ella. Ella langsung berlari ke arah Jimin dan menampar Jimin. Plakkk! Jimin seketika terdiam lalu memegang pipinya yang di tampar Ella.
"Kenapa om bohong!"
"Kamu kenapa ke sini? Cepat pulang!" tegas Jimin.
"Gak! Ella gak akan pulang,penjaga itu bilang kalau om mau menyerang mafia kan? Kenapa om bohong!" ucap Ella lalu menangis.
"Ella,om mohon pulang sekarang" bujuk Jimin.
"Gak mau"
"ELLA JANGAN BANDEL! OM BILANG PULANG YA PULANG!" bentak Jimin.
"Om...om bentak Ella? Hiks Ella benci sama om" Ella langsung berlari menuju mobil.
"Ella sayang" Jimin mengejar Ella.
"Maaf" Jimin memeluk Ella.
"Hiks..jangan pergi! Ella takut"
"Tapi,om harus pergi demi ayah" ucap Jimin melepaskan pelukan.
"Ayah? Apa om menemukan ayah? Ella ingin ikut"
"Tidak Ella,ini bahaya,tetap di rumah,om janji bakal bawa ayah pulang dengan selamat"
"Om udah janji bakal ajak Ella ketemu ayah!" kesal Ella.
"Ella,nurut sama om ya" mohon Jimin.
"Nggak! Ella ingin ikut,kalau nggak boleh Ella bisa ke sana sendiri lalu menyelamatkan ayah dan pergi bareng ayah! Ella akan pisah sama om!" ancam Ella.
"Haishh,beraninya mengancam" sebal Jimin.
"Ya sudah ikutlah,tapi gak boleh turun dari mobil! Biar om yang jemput Ayah! Faham?!"
"Iya" jawab Ella mengangguk.
TBC...
...Makasih atas dukungan dari kalian semua 💜 lop yu banyak-banyak 🖤😆...
...BORAHAE 💜 oh ya,borahae artinya I purple you,aku ungu kamu😆 karna warna ungu kan warna terakhir di pelangi,jadi itu menandakan bahwa kalian semua cinta terakhirku 🤣 tapi ini cuma antara Author sama Readers aja loh ya😆...
bonus Marjuki😎 eh Jungkook maksudnya 😆 pacar kedua author 🤣 canda🤧 haluðŸ˜
__ADS_1