Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang
Sepesial my Birthday &Jimin birthday. 1


__ADS_3

...Sebelum nya aku ucapin HAPPY BIRTHDAY JIMIN!!! SELAMAT ULANG TAHUN KE 26 TAHUN, DAN SELAMAT ULANG TAHUN UNTUK DIRIKU SENDIRI YANG KE 16 TAHUN😆. ...


.............


...✧༺♥༻✧...


Saat ini Jimin dan Ella sedang berada di sebuah restoran. Sebenarnya tadi niat Jimin mau langsung pulang,namun Ella lapar jadi mereka mampir dulu untuk makan. Dan sekarang Ella yang memilih restoran nya. Yang biasanya Jimin memilih restoran mahal dan mewah tapi sekarang Ella memilih restoran yang sederhana namun cukup rapi.


Berada di markas setengah hari membuat mereka kehabisan tenaga. Tidak terasa juga bahwa hari sudah sore. Mereka memilih tempat duduk di balkon,agar mendapatkan hawa sejuk.Mereka sama-sama menatap ke arah langit yang sudah semburat oren biru.


"Apa yang om pikir tentang kebahagiaan?" tanya Ella di saat mereka menatap langit,dan pertanyaan itu membuat Jimin menatap Ella.


"Kebahagiaan? Hm,aku belum pernah merasakannya sebelumnya,namun om rasa,om sudah menemukannya sekarang,...kamu,kamu yang berhasil membuat om bahagia" jawab Jimin lalu tersenyum.


Ella menatap Jimin dan membalas senyumannya,lalu ia berkata "kalau menurut Ella,kebahagiaan itu sederhana,tidak harus menggunakan uang yang banyak ataupun jabatan yang tinggi, kebahagiaan bisa timbul dari orang yang kita sayang,seperti Ella dulu yang selalu bahagia dengan Ayah dan Ibu, walaupun kami tidak se kaya om tapi kami sangat bahagia,tapi setelah Ayah dan Ibu tidur untuk selamanya...Ella mulai berfikir apakah Ella masih bisa bahagia? Tapi om datang untuk memberikan dukungan,kehangatan, kasihsayang, dan kebahagiaan"


"Kamu benar,sejak berumur 10 tahun,aku hidup berkecukupan namun tidak mendapatkan kebahagiaan, dan saat kecil pun aku tidak mendapatkan kebahagiaan karna Ayah ku"ujar Jimin.


"Mungkin jika Om melupakan dendam om dan fokus untuk hidup om,om bisa bahagia sejak dulu"ucap Ella.


"Hem,dan sekarang semua dendam om sudah hilang,semua masalah sudah selesai,kita bisa hidup bahagia bersama selamanya" ucap Jimin.


Ella langsung memeluk Jimin karna merasa bahagia dan juga terharu. Setelah Ayahnya meninggal,hanya Jimin yang ada di samping nya,itu sebabnya dia merasa takut jika Jimin juga meniggalkan nya.


"Aku tidak yakin masalah akan selesai sampai di sini,tapi Ella janji,Ella akan selalu ada untuk om" ucap Ella di sela pelukan mereka.


"Kita akan berjuang bersama" imbuh Jimin.


Ya beginilah hidup. Kita hidup untuk menjadi nyata,bukan sempurna. Kebahagiaan tidak harus di ukur dari ekonomi,kita bisa merasakan kebahagiaan walupun hidup kita susah,asalkan ada orang yang benar-benar menyayangi kita di samping kita.


Sebagai pasangan,kita harus selalu saling mempercayai satu sama lain, saling mendukung. Jika kita saling percaya maka hubungan kita akan baik-baik saja. Namun juga kita harus menjaga kepercayaan tersebut agar pasangan kita bisa terus percaya.


Setelah berbincang,akhirnya makanan yang mereka pesan pun datang. Ella dan Jimin mulai menyantap dan menikmati makanan sederhana tersebut.


"Gimana? Enak kan?" tanya Ella setelah melihat Jimin memakan makanannya.


Jimin mengangguk lalu menjawab "Emh ini sangat enak,kamu sangat pintar memilih restoran"


"Ella sama Ayah dan Ibu sering ke sini dulu" ucap Ella lalu lanjut makan.


"Kebahagiaan yang sederhana,aku ingin merasakan itu bersama kedua orangtua ku,tapi sudah terlambat,tapi aku bisa merasakannya bersama Ella,dia memang di takdirkan untuk membuat ku bahagia dan mengerti arti kata bahagia yang sesungguhnya" batin Jimin.


...

__ADS_1


Setelah mengisi perut kosong mereka,sekarang mereka sudah berada di mansion. Mereka merebahkan diri di tempat tidur. Jimin memeluk Ella dari belakang,berpelukan dalam selimut sambil mendengarkan lagu.


"Om tau makna lagu Epiphany ini?" tanya Ella.


"Emm,tidak" jawab Jimin.


"Apa yang om tau? Kadang aku bingung kenapa om bisa jadi pemimpin? Padahal apa apa tidak tau" ejek Ella.


"Yak!! Aku memang kurang faham dalam hal seperti ini,tapi jika di dunia bisnis aku rajanya" ujar Jimin sombong.


"Hm yaya"


"Jadi apa makna nya? Apa kamu tau?" tanya Jimin balik.


"Ah aku tidak yakin,tapi sepertinya lagu ini menggambarkan bahwa kita harus mencintai diri sendiri,diri kita yang bersinar, 'I’m the one I should love' Akulah yang harus aku cintai, benar kan?" ucap Ella.


"Hm jadilah guru bahasa" canda Jimin.


"Ogah,susah! Ella pengen nya jadi..... Jadi... Emm jadi apa ya? Jadi istrinya om aja" ucap Ella lalu terkekeh.


Jimin mencubit pipi Ella dari belakang. "Itu tadi lagunya siapa? Kayaknya om baru dengar" tanya Jimin.


"Lagunya Jin BTS,judulnya Epiphany" jawab Ella.


"Jin?" ucap Jimin karna terkejut.


"Walaupun nama mereka sama dan mungkin juga sama-sama tampan,tapi tetap Park Jimin yang paling tampan" ucap Jimin sombong.


"Dih,Pede banget! Padahal om sama Jin BTS masih gantengan Jin BTS" goda Ella.


"Oh gitu,masih ganteng dia? Ya udah sana nikah sama dia" kesal Jimin lalu melepas pelukan.


"Pengen nya sih gitu,tapi tiba-tiba om dateng terus nikahin Ella, putus sudah semua harapan Ella untuk nikah sama Jin BTS" ucap Ella lebih berusaha untuk memanasi hati Jimin.


"Ah nyebelin!" kesal Jimin lalu membalik badannya membelakangi Ella.


Ella terkekeh dengan tingkah Jimin,ia pun memeluk Jimin dari belakang lalu membisikkan "Apa om gak mau di kasih jatah?"


Mata Jimin yang awalnya tertutup menjadi terbuka melongo tidak percaya. Ia segera membalikkan badannya menatap Ella yang sedang terkekeh.


"Serius? Kamu mau kasih om jatah? Malam ini?" tanya Jimin karna tidak percaya.


"Haha aku hanya bercanda,aku lelah aku mau tidur" ucap Ella yang masih sedikit tertawa.

__ADS_1


Ekspresi Jimin langsung berubah 660 derajat. Dengan sigap, cepat, dia langsung menindih i Ella dengan muka datarnya. Ella yang melihat ekspresi Jimin menjadi takut.


"Om jangan kayak gini dong,serem tau" ucap Ella cemberut.


"Kamu udah berani jailin om? Tadi katanya mau kasih jatah,jadi sekarang harus buktiin omongan kamu" ucap Jimin.


"Ella tadi kan cuma bercanda,lepasin Ella ya," ucap Ella memohon.


"Gak!" tegas Jimin langsung tenggelam ke leher jenjang Ella.


"Emh om! Jangan sekarang,ini masih sore!" ucap Ella yang mencoba memberontak.


Jimin menghentikan aktivitas nya lalu menatap Ella sejenak. Ia pun kembali ambruk di samping Ella dengan menghela nafas. Ella merasa bingung dengan tingkah Jimin,dia takut jika Jimin ngambek. Lalu Ella berusaha memeluk Jimin,namun terlambat! Jimin duluan yang memeluk nya.


"Hem baiklah,kita lakukan nanti malam,mari lanjutkan mengobrol" ucap Jimin.


"Om benar-benar membuat semua orang takut!" ucap Ella.


"Apa kamu takut dengan ku?" tanya Jimin.


"Tidak,untuk apa aku takut dengan mu?" jawab Ella bohong,padahal kenyataannya dia takut.


"Tapi aku takut dengan mu" ucap Jimin.


"Ha? Kenapa? Kan Ella imut gini,kenapa takut?" tanya Ella heran.


"Om takut jika kamu dewasa,om mau kamu tetep jadi Ella yang polos, om takut kehilangan kamu,tetap di sini!" jawab Jimin.


"Om!! Jangan seperti itu! Jangan membuat ku menangis lagi!" ucap Ella yang berusaha menahan rasa terharunya.


"Haha,baiklah bayi kecilku" ucap Jimin mencubit pipi Ella.


"Kamu akan berulang tahun kan?" tanya Jimin lagi.


"Ah iya! Aku hampir lupa,itu artinya aku akan ber usia 16 tahun? Wah kenapa ini sangat cepat? Shh aku tidak mau dewasa!" ucap Ella.


"Yak! Umur hanya lah angka, soal dewasa atau tidak nya seseorang itu di lihat dari sifatnya, jika dia berumur 26 tahun namun bersikap seperti anak kecil dia belum bisa di sebut dewasa,Jungkook contohnya, dan jika dia masih kecil namun otaknya udah berfikir dewasa dia bisa di sebut orang dewasa,Cia contohnya" jelas Jimin.


"Ah iya om benar" ucap Ella.


TBC...


__ADS_1



Cieehh my babby mochi ulang tahun🤣💜


__ADS_2