Gadis Pembayar Hutang

Gadis Pembayar Hutang
Video?


__ADS_3

Setelah pulang sekolah,Ella langsung berbaring di sofa yang berada di ruang keluarga. Tubuhnya masih sedikit lemah dan juga masih demam. Lalu dua pembantu menghampiri nya.


"Permisi non,apa non butuh sesuatu? Akan saya ambilkan" ucap salah satu dari mereka.


Ella langsung duduk dan sedikit merenggangkan ototnya,lalu "Em boleh ambilkan makan nggak? Tapi jangan banyak,sekalian obat Ella di kamar,nggak usah sungkan,masuk aja,obatnya ada di nakas"


"Baik non" ucap mereka lalu melaksanakan tugas.


Sementara Ella,dia masih memikirkan tentang ucapan Cia di kelas tadi. Ucapan tentang hubungan suami istri. Ya bagaimana pun juga Ella kan masih di bawah umur,apa dia harus melakukan nya? Tidak mungkin kan dia akan hamil di usia mudanya?


"Cia udah ngirim vidio nya,aku tonton nggak ya? Emang vidionya kayak gimana sih? Tapi kata Cia nggak boleh di tonton di tempat umum,harus sendiri,nanti aja deh" ucap Ella dengan dirinya sendiri.


Saat merenung,tiba-tiba ponselnya berdering. Ella yang lupa menaruh ponselnya pun jadi bingung. Dia mencari di dalam tas tapi tidak ada,dan ternyata dia menduduki nya. Ella segera menjawab telfon dari Jimin.


"Kenapa?" tanya Ella.


"Sudah pulang? Langsung makan terus minum obat,lalu tidur" ucap Jimin dalam telfon.


"Iya,habis ini makan" jawab Ella.


"Ya udah,om lagi sibuk,nanti om telfon lagi"


"Aku boleh ke sana nggak habis makan? Bosen di rumah"


"Nggak boleh,Ella harus istirahat"ucap Jimin.


" Tapi kan Ella bosen om,boleh ya? Nanti Ella bisa istirahat di sana" ucap Ella memohon.


"Baiklah,tapi hati-hati ya" ucap Jimin.


"Iya" jawab Ella senang.


Setelah menutup telfon,Ella segera makan dan minum obat. Lalu dia pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian nya. Setelah siap,ia cepat-cepat keluar dan berangkat ke kantor Jimin.



Akhirnya Ella sampai di sebuah gedung yang sangat tinggi dan besar milik Jimin. Dia mengamatinya dari luar,bener-bener menakjubkan. Ini pertama kalinya dia datang di kantor Jimin. Ella pun melangkahkan kakinya menuju meja resepsionis.

__ADS_1


"Permisi mbak,ruangan tuan Park di mana ya?" tanya Ella sopan kepada resepsionis nya.


"Sebelumnya anda sudah membuat janji? Dan kalau boleh tau adek ini siapa ya?" tanya resepsionis dengan nada lembut namun dengan tatapan sinis.


"Oh aku udah ada janji,dan aku ini istrinya tuan Park" jawab Ella jujur.


"Istrinya? Haha aduh dek! Saya tau kalau tuan Park itu tampan dan kaya,tapi tolong halu nya jangan tinggi-tinggi,nanti jatoh sakit loh,haha, lagian saya yang cantik sexy membahana kayak gini gak di lirik,apalagi kamu" ucap Resepsionis tadi mulai melunjak.


"Haha halu? Jika tidak percaya,silakan panggil langsung Om Jimin!" jawab Ella yang tak kalah galaknya.


"Udah deh dek,cepat pergi dari sini,saya tidak punya banyak waktu untuk meladeni bocil sepertimu"


"Sepertinya anda bosan kerja di sini"ucap Ella smirk.


"Cepat pergi atau saya panggil satpam?" ancam Resepsionis.


"Silahkan panggil,mungkin anda yang akan keluar dari kantor ini"


"SATPAM!"teriak Resepsionis.


Seorang satpam dengan tubuh besar karna perut bincit nya pun muncul membawa tongkat hitamnya.


"Cepat seret bocil ini! Mengganggu saja!" ucap resepsionis yang mulai kesal.


Satpam tersebut menatap Ella,dia langsung mundur karna terkejut. Satpam tersebut menunduk hormat. Hal itu membuat resepsionis bingung.


"Apa yang kamu lakukan? Saya menyuruhmu membawa nya pergi!" kesal resepsionis.


"M-maaf mbak saya tidak bisa mengusir nona muda" ucap Satpam tersebut membuat resepsionis kaget.


"N-nona muda?"


"Sudah percaya?" smirk Ella.


"M-maafkan saya non,saya tidak tau" ucap resepsionis ketakutan.


"Tapi sayangnya saya tidak bisa memaafkan orang seperti mu,apa pantas seorang resepsionis bersifat kasar sepertimu? Seorang resepsionis harus sopan dengan siapapun!"

__ADS_1


"M-maaf"


"Kamu saya pecat" ucap Ella.


"Hah,t-tapi non,saya tidak bisa di pecat tanpa persetujuan Tuan park"


"Oh begitu? Baiklah,saya telfon suami saya dulu" ucap Ella menekan kata suami saya.


Setelah Ella menelfon Jimin,akhirnya Jimin keluar dengan tatapan tajam. Ia langsung melempar sebuah amplop kecil berwarna coklat ke arah resepsionis.


"Itu pesangon mu, baru dua hari di terima kerja namun sudah ngelunjak,silahkan bereskan barang-barang mu!" ucap Jimin lalu menarik Ella pergi dari sana.


"Huh dasar tante-tante banyak HALU!" ledek Ella saat di tarik Jimin.


Saat ini Ella dan Jimin sudah berada di ruangan Jimin. Sebuah ruangan yang luas dengan pemandangan kota Seoul yang terlihat indah dari bangunan lantai 25 tersebut.


Ella terus saja mondar-mandir melihat pemandangan. Hal itu membuat Jimin tidak bisa konsen mengerjakan tugasnya.


"Ella duduklah! Kamu sudah bilang tadi kan? Katanya mau istirahat,sekarang istirahat!" ucap Jimin.


"Tapikan di sini nggak ada kasurnya,terus Ella istirahat di mana?" tanya Ella.


"Coba buka rak buku itu,di sana ada ruangan pribadi ku,atau kalau nggak mau sendiri yaudah istirahat di sofa" ucap Jimin yang lalu terfokus pada leptop nya lagi.


"Em baiklah" Ella merebahkan tubuhnya di sofa yang tidak jauh dari meja kerja Jimin.


Karna Ella tidak bisa tidur,dia pun bermain ponselnya. Ella teringat dengan video yang di kirim Cia tadi. Ella mencoba untuk mengunduh video tersebut lalu menontonnya tanpa menggunakan handset.


Terdengar suara des*han dari ponsel Ella. Suara tersebut membuat Jimin membulatkan matanya lalu menatap Ella yang sangat fokus menatap benda pipih di hadapan nya.


"Ella kamu nonton apa?" tanya Jimin.


"Video yang di kasih Cia" jawab Ella polos.


"Video? Tapi kok..."


Karna penasaran,akhirnya Jimin menghampiri Ella yang berbaring menatap Ponselnya. Jimin sangat terkejut saat mengetahui video apa yang di tonton bocah itu.

__ADS_1


TBC...


...Maaf pendek,aku sengaja up malam karna besok aku masuk sekolah lagi,jadi nggak tau bisa up apa engga,tapi aku usahain up tiap hari😊 dukung author terus ya,bantu promosi ke temen-temennya biar rame yang baca😊makasih 💜 sekali lagi maaf pendek. cuma 900 kata aja🤧 maaf banget 🤧...


__ADS_2