
Axel menyesali tingkah Athena yang memberitahu rencana pernikahan mereka dengan begitu santai. Axel menganggap hal seperti itu harus dibicarakan dengan sangat serius. Sebenarnya hal itu karena ketakutan Axel yang berlebihan atas jawaban dari permintaan restu itu.
Axel begitu takut ditolak oleh kedua orang tua itu sehingga membuat laki-laki itu tak kunjung bicara. Hanya sibuk mempersiapkan hatinya. Hal itu membuat Athena tak sabar dan langsung-langsung saja meminta restu kedua orang tuanya.
Melihat Axel yang panik melihat sikap Athena justru dipergunakan Tn. Dani dan Ny. Anna untuk mengerjai pacar putri mereka itu. Tn. Dani menuduhnya lancang, lamban dan tak menghargai. Mendengar itu tanpa sadar, laki-laki yang tadinya mendadak pendiam itu nyerocos tak henti.
"Maaf Pa, maaf Ma, ini memang salah saya. Sebenarnya sejak dari tadi saya ingin mengucapkannya. Ingin meminta restu dari Mama dan Papa untuk menikahi Athena tapi ... tiba-tiba keberanian saya hilang. Kata-kata yang sudah saya siapkan dari tadi tiba-tiba hilang. Saya pikir, saya terkena amnesia tapi seluruh materi presentasi skripsi saya hingga kini masih ingat. Rasanya lebih sulit bicara di hadapan Mama dan Papa ketimbang di depan dosen penguji," jelas Axel dengan suara yang makin lama makin mengecil.
Tn. Dani tertawa begitu juga Ny. Anna. Axel hilang keberanian, begitu takut gagal melamar Athena. Ny. Anna lagi-lagi mengerjai Axel.
"Kenapa keberanianmu bisa hilang? Apa kamu tidak yakin mencintai Athena?" tanya Anna akhirnya.
"Nggak Ma, saya yakin sekali cinta sama Athena. Saya rela menyerahkan hidup saya demi Athena. Saya rela lakukan apa saja demi kebahagiaan Athena. Saya tak bisa hidup tanpa Athena. Saya ingin memiliki Athena. Saya akan mencintai Athena seumur hidup saya. Saya juga akan menjaganya dengan segenap jiwa raga saya. Karena itu Ma, Pa tolong izinkan saya menikahi Athena," ungkap Axel hanya dengan sekali tarikan nafas.
Tn. Dani tertawa melihat Axel yang begitu lancar bicara saat dituduh tak yakin mencintai Athena. Tanpa memikirkan rasa takut ditolak atau dinilai tak sopan. Axel mengungkapkan isi hatinya yang paling dalam tentang kesungguhan hatinya terhadap Athena.
__ADS_1
Athena dan Ny. Anna tertunduk menahan tawa. Athena menyadari kedua orang tuanya sedang mengerjai Axel. Gadis itu sangat mengerti, kedua orang tuanya sangat mengutamakan kebahagiaan putrinya. Apalagi, tak ada yang alasan bagi mereka menolak kekasihnya.
Axel adalah seorang yang sempurna. Sempurna dalam menunjukkan rasa cintanya. Berkali-kali berhasil menjaga kehormatannya. Menjaga cinta mereka tetap suci hingga akhirnya memberanikan diri untuk melamar Athena.
Namun, bukannya segera memberi jawaban, Tn. Dani justru mengerjai Axel dengan menunda memberi jawaban. Tn. Dani malah meninggalkan ruang makan itu. Axel tak sabar menunggu jawaban Tn. Dani. Dengan rasa panik yang semakin memuncak, laki-laki itu memberanikan diri mengungkapkan isi hatinya dan ketakutannya.
"Aku cinta Athena. Sangat cinta Athena. Aku selalu ingin bersamanya. Setiap saat, setiap detik tapi ... saat bersama Athena, aku berpikiran macam-macam. Aku takut suatu saat kehilangan kendali. Aku takut tak bisa menjaganya lagi. Untuk itu Pa, tolong segera beri aku jawaban," ucap Axel ikut berdiri menatap Tn. Dani.
Dari ucapan Axel tersirat rasa takut, karena itu Axel memohon. Rasa takut membuat ucapannya jadi terkesan mengancam. Tn. Dani tersenyum mendengar perkataan Axel itu.
"A-apa? Maaf? Apa maksud Papa?" tanya Axel.
"Apa makanmu sudah selesai?" tanya Dani yang dijawab dengan cepat oleh Axel.
"Ayo ke ruang tengah. Aku akan berikan jawaban sekarang juga," ucap Dani lalu melangkah ke ruang tengah.
__ADS_1
Sejak tadi sebenarnya Tn. Dani sudah ingin mengajak mereka bicara di ruang tengah ingin mendengarkan secara sungguh-sungguh niat kedua sejoli itu. Axel mengira Tn. Dani ingin mengulur waktu memberikan jawaban. Membuat laki-laki itu tidak sabar.
Athena menyelipkan tangannya ke tangan Axel. Menggandeng tangan yang masih dingin itu menuju ruang tengah. Namun, mereka heran, Tn. Dani tidak duduk tetapi masih tetap berdiri di tengah ruangan itu.
Menatap mata Axel dengan sangat tajam. Melihat itu jantung Axel langsung berdebar kencang. Teringat ucapannya tadi yang seperti mengancam, Axel takut Tn. Dani akan murka. Terlihat Tn. Dani mengangkat tangannya menunjuk ke arah Axel.
"Awas kamu! Kalau kamu berani membuat anak gadisku menangis, aku akan buat perhitungan denganmu!" ucap Dani dengan tatapan mata yang tajam.
Axel gemetar, tak menyangka akan mendapat ancaman dari Tn. Dani. Dengan mata yang berkaca-kaca, laki-laki itu hampir saja terduduk berlutut jika Tn. Dani tak langsung memeluknya.
"Kami restui pernikahan kalian," ucap Dani sambil menepuk punggung laki-laki yang hampir putus asa itu.
Axel terpaku. Seperti tak percaya dengan apa yang didengarnya. Bahkan saat Tn. Dani melepaskan pelukannya Axel masih belum sadar dengan apa yang terjadi. Athena langsung menyadarkan Axel dan memintanya untuk berterima kasih.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...
__ADS_1