Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 66 ~ Back to School ~


__ADS_3

Bu Yati sangat senang memiliki calon besan yang orang terpandang. Otomatis ibu itu langsung menerima perjodohan putra putri mereka. Dalam waktu singkat berita tentang Bu Yati menjadi calon besan Ny. Olivia langsung tersebar.


Sebagian orang iri dengan keberuntungan Bu Yati. Sebagian lagi tak yakin itu terjadi, dan sebagian lainnya ikut senang dan semakin kagum akan pribadi Ny. Olivia yang kaya raya namun bersahaja, jauh dari sifat sombong. Berita itu tersebar di lingkungan rumah sakit yang rata-rata telah mengenal Ny. Olivia hingga ke lingkungan rumah bahkan juga di pasar.


Sementara itu keluarga Cullen kembali ke rumah dan sambut oleh Axel. Saat makan malam Ny. Olivia langsung menceritakan kejadian seru di rumah Hani. Putra bungsunya itu mendengar mulai dengan ekspresi serius hingga tertawa.


"Lalu bagaimana denganmu dan Athena?" tanya Olivia tiba-tiba.


"Athena? Kenapa dengan Athena?" tanya Axel langsung tertunduk dengan wajah bersemu merah.


Hardy tertawa, Axel tidak tahu kebiasaan Ny. Olivia yang selalu bertanya tentang Athena. Jika tidak sekarang, besoknya Ny. Olivia akan bertanya kapan Athena akan datang ke rumah.


"Kapan kamu akan bawa Athena ke rumah?" ucap Hardy yang langsung tahu apa maksud pertanyaan ibunya.


"Kenapa harus dibawa ke sini?" tanya Axel lagi.


"Kamu tidak tahu ya? Athena itu penyedap rasa bagi Mommy. Kalau tidak ketemu Athena, makan Mommy jadi tidak enak," ucap Hardy yang langsung dicubit oleh Ny. Olivia.


Axel tersenyum, merasa tak heran lagi karena Hardy yang hampir setiap hari menjemput Athena ke sekolah dan mengajak gadis cantik itu untuk bertandang ke rumah itu.


Mommy ternyata benar-benar sayang sama Athena. Aku pikir cuma akal bulus Hardy aja yang ingin ketemu buat bermesraan dengan Athena. Apa kabar gadis itu? Biasanya aku selalu ada disampingnya meski tak terlihat olehnya. Kini kami justru terpisahkan, rasanya emang kangen banget. Mommy dan aku, sama-sama butuh Athena seperti penyedap rasa. Betul! Athena adalah penyebab rasa, apalagi saat berciuman rasanya manis sekali, batin Axel.


"Hallooow... Hallooow udah gila loe ya senyum-senyum sendiri," ucap Hardy yang akhirnya terdengar juga oleh Axel.


Axel menatap bergantian Ny. Olivia dan Tn. Tom Cullen yang tertawa-tawa melihat ekspresinya.


"Kalau tidak tahan berpisah, ajak dia tinggal di sini. Nikahi dia lalu kita bisa berkumpul di rumah ini," usul Olivia.


Nyonya itu tidak sabar, ingin berkumpul bersama dengan orang-orang terkasihnya. Selalu menyarankan untuk segera menikahi Athena, entah itu pada Hardy dulu yang menyamar menjadi Axel atau pada Axel yang beneran.


"Athena masih mau kuliah Ma," ucap Axel akhirnya.


"Kuliah itu boleh menikah lho sayang dan umur kalian juga sudah boleh menikah. Mengenai bagaimana menafkahi istri, sambil kuliah kalian boleh bekerja di perusahaan Daddy. Tapi gajinya beda ya dengan karyawan yang kerjanya full. Mommy tak sabar ingin menimang cucu yang lahir dari wanita-wanita cantik itu," ucap Olivia akhirnya dengan suara pelan seperti menghiba.


Axel dan Hardy langsung menunduk, pikiran mereka langsung ikut berkelana ke mana-mana. Membayangkan menikahi pacar masing-masing dan membuat mereka hamil lalu memiliki anak-anak dan menyerahkannya pada Ny. Olivia sesuai permintaannya. Tanpa sadar Axel tertawa sendiri begitu juga dengan Hardy.


"Kalian pasti sedang menghayal sekarang," ucap Olivia.


Kedua anak kembarnya yang tampan-tampan itu langsung berhenti tertawa. Dengan serius melanjutkan makannya dan berpura-pura tak memikirkannya lagi padahal dalam pikiran mereka tak mudah mengusir bayang-bayang kedua wanita cantik itu.

__ADS_1


"Aku belum berpikir ke situ Mom, saat ini ingin mengajukan ujian-ujianku yang tertinggal. Aku ingin melanjutkan sekolahku, di SMA lama. Sekolahnya Athena sekarang ini, aku ingin mengambil semua ujian dan lulus bersama Athena. Itu rencanaku," ucap Axel.


"Tapi apa boleh seperti itu Nak?" tanya Olivia heran.


"Justru itu aku ingin kembali ke sekolah itu. Guru-guru di sana mengenalku dan sayang padaku. Aku akan memohon untuk diberikan semua ujian yang pernah aku lewatkan dulu. Aku rasa, aku bisa menyelesaikan semua hanya dalam beberapa hari. Ujian kenaikan kelas X menjadi kelas XI lalu semua ujian harian, ujian mid semester atau ujian semester. Aku rela mengerjakan ujian setiap hari agar bisa setingkat dengan Athena dan kami bisa lulus bersama," jelas Axel.


"Wah, kekuatan cinta memang luar biasa. Kamu akan mengejar ketinggalan selama dua tahun itu? Semua mata pelajaran itu? Apa guru-guru itu akan bersedia memberi soal dan mengisi raportmu?" tanya Hardy.


"Aku akan janjikan sekolah itu menjadi sekolah yang mendapat nilai UN tertinggi diseluruh sekolah di negeri ini," ucap Axel semangat.


"Wah, benar-benar jenius," ucap Hardy.


"Mungkin ini hikmah dari aku memiliki kecerdasanku ini, meski ketinggalan pelajaran aku rasa aku mampu untuk mengejarnya," jelas Axel.


"Kamu yakin bisa Nak? Setiap hari mengerjakan ulangan itu sulit lho? Kamu bisa stress," ucap Tom Cullen.


"Tidak masalah Dad, aku justru stress kalau tidak bisa lulus bareng Athena," ucap Axel.


Ny. Olivia terenyuh mendengar ucapan Axel.


Meski anak itu terlihat diam saja, tak menunjukkan antusias-nya terhadap hubungannya dengan Athena tapi ternyata di hatinya hanya memikirkan gadis itu. Mereka ingin lulus bersama. Axel, kamu ternyata benar-benar cinta sama Athena, batin Olivia.


"Itu menyia-nyiakan waktu Mom, bukan mengejar ketinggalan. Jika Axel memang mampu untuk mengejarnya, kenapa tidak? Dia bilang dia stress jika tidak mengejar Athena dan lulus bersama. Jika disuruh ulang kelas X lagi dia makin tertinggal jauh dari Athena," ucap Tom Cullen sambil tertawa.


"Benar juga, kasihan kamu yang masih kelas X sementara Athena udah masuk kuliah. Bisa-bisa stress karena cemburu sama mahasiswa lain," ucap Olivia lalu tertawa sendiri.


Apa yang diucapkan Ny. Olivia memang terpikirkan oleh Axel karena itu dia ingin lanjutkan rencananya dan ingin mengejar ketinggalannya.


"Tapi kamu menjanjikan akan menjadikan sekolah itu menjadi sekolah dengan nilai lulus tertinggi? Apa kamu sanggup?" tanya Tom Cullen.


"Sanggup Dad, selama empat tahun bergentayangan di sekolah itu. Aku juga tetap ikut belajar. Jangankan mata pelajaran IPA, mata pelajaran IPS pun aku lahap semua karena berulang kali mempelajarinya. Bahkan anak terpintar disekolah itu aku lawan setiap tahunnya. Aku tahu saat mereka salah dalam menjawab, aku bisa mengira-ngira berapa nilai-nilai mereka dan ternyata benar. Intinya aku sanggup Dad, demi segera lulus dari SMA itu...,"


Dan demi Athena, Mommy benar, aku akan stress kalau mengetahui Athena jadi mahasiswi sedangkan aku masih anak SMA. Aku takut dia malu berhubungan denganku. Meski aku rasa dia tidak akan seperti itu tapi jika kami kuliah bersama hatiku akan tenang, batin Axel.


"Aku juga berencana belajar bersama-sama dengan Athena. Agar dia semangat belajar dan bisa lulus di universitas terbaik," ucap Axel.


"Baguslah kamu sudah memikirkan sejauh itu. Sudah memikirkan masa depan kalian berdua. Athena juga anak yang cerdas dia juga pasti bisa mengikuti pelajaran bersamamu," ucap Tom Cullen dan Axel berterima kasih karena dukungan ayahnya itu.


"Maafkan aku ya Axel, karena perbuatanku membuatmu menjadi sulit dan harus berjuang demi mengejar ketertinggalan pelajaranmu," ucap Hardy dengan wajah menyesal.

__ADS_1


"Tak usah menyesal Hard, aku sendiri tidak menyesali kok. Saat aku pikir ulahmu yang menyebabkan aku berkenalan dengan Athena, sedikit pun aku tidak menyesal. Jika aku menjadi Axel yang penyendiri dulu dan melanjutkan hidupku seperti dulu mungkin aku tidak akan pernah bertemu gadis itu, aku tidak akan berkenalan dengannya, tidak akan membantunya, tidak akan dekat dengannya dan tidak akan jatuh cinta padanya. Aku sekarang mungkin jadi mahasiswa yang penyendiri dan kita mungkin tidak akan bertemu dan berkumpul di sini. Aku justru ingin berterima kasih padamu," ucap Axel sambil menatap saudara kembarnya.


Semua langsung mengangguk membenarkan ucapan-ucapan Axel. Hardy menatap Axel penuh haru, laki-laki itu bertekad ingin menjadi seseorang yang lebih baik seperti orang-orang yang memiliki hati yang lapang di hadapannya ini.


Menjadi orang-orang yang selalu berpikiran positif. Orang-orang yang bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian hingga mereka dengan mudah bisa memaafkan orang yang bersalah pada mereka. Sikap seperti itu yang membuat mereka selalu bahagia karena bebas dari rasa dendam.


"Kami dulunya juga bukan orang tua yang baik, kami lalai menjaga putra kami, tapi sejak kejadian Axel jatuh dari rooftop membuat kami sadar. Entah siapa yang memulai isu itu. Axel ingin bunuh diri karena kurang perhatian dari orang tuanya. Sejak itu kami berubah, hidup kita terasa lebih bahagia ya Dad, karena tidak melulu memikirkan bisnis dan keuntungan. Bahagia itu bisa datang dari mana saja. Bukan hanya karena sukses bisnis kita baru bisa bahagia. Tapi tertawa bersama keluarga, orang-orang yang kita kenal itu juga bisa membuat kita bahagia. Jadi Hardy, rasa bersalahmu cukup sekian hari ini karena kita semua sudah mendapatkan hikmah dari perbuatanmu. Jangan pikirkan lagi dan bahagialah," ucap Olivia sambil menepuk punggung tangan putranya.


Hardy mengangguk sambil tersenyum. Keesokan harinya Axel mendatangi guru bersama orang tuanya. Menceritakan kronologi kejadian berikut bukti-bukti dirawatnya Axel selama empat tahun lebih. Meski kepala sekolah telah berganti namun kebanyakan dari guru-guru di sekolah itu masih mengenal dan mengingat Axel.


Mereka mendukung Axel menyelesaikan sekolahnya di SMA itu. Ditambah Axel yang memang berotak cemerlang, para guru-guru itu bahkan menunjukkan piala-piala yang pernah diraih Axel hanya dalam kurun waktu belum setahun itu.


Akhirnya Pak Kepala Sekolah bersedia menerima Axel di kelas XII dan menekankan anak itu untuk bisa mengerjakan ujian-ujian yang tertinggal. Tak hanya Axel yang mengangguk tapi juga para guru yang hadir di ruang kepala sekolah itu.


Mereka berbondong-bondong mendukung Axel untuk menyelesaikan sekolahnya di SMA itu. Mereka bersedia menyiapkan soal-soal dan mengawasi pelaksanaan ujian-ujian Axel. Bahkan guru-guru wali kelas yang seharusnya menjadi wali kelas Axel pun bersedia mengisi raportnya nanti.


Melihat itu Kepala Sekolah juga bersemangat mengajukan nama Axel sebagai peserta UN tahun ini karena telah yakin akan kemampuan anak itu.


"Kami pulang dulu ya sayang," ucap Olivia meninggalkan putranya yang telah dibolehkan masuk ke kelas XII IPA 1 hari itu.


"Makasih atas bantuannya Mommy," ucap Axel sambil memeluk ibunya.


"Mommy tak berbuat banyak semua ini karena kemampuanmu sendiri," ucap Olivia.


"Tapi jika Mommy dan Daddy tidak menemaniku mungkin Pak Kepala Sekolah tak mau menemuiku," bantah Axel.


"Kamu tinggal suruh maju guru-guru itu untuk membelamu. Apa kamu tadi tidak lihat, mereka begitu semangat menolongmu?" tanya Olivia.


Axel tersenyum namun tetap saja laki-laki itu memeluk ibunya dan berterima kasih. Orang tuanya pun pamit pulang, Axel masuk ke kelasnya. Ada rasa malu karena merasa menjadi murid yang paling tua umurnya. Namun karena wajahnya yang tampan sama sekali tidak ada yang peduli dengan itu ditambah wajah Axel yang masih pantas menjadi anak SMA kelas XII.


Pulang sekolah Axel menunggu di depan pintu kelas Athena. Saat keluar kelas Athena tercenung, menatap tubuh laki-laki yang sedang berdiri membelakangi itu. Tubuh yang mengenakan seragam persis seperti tubuh hantu yang dicintainya.


Athena hanya terpaku hingga beberapa saat, setelah sekian lama tak melihat Axel hantu dengan segaram sekolah seperti itu. Ada rasa rindu yang semakin memuncak dalam hatinya hingga membuat matanya berkaca-kaca.


Sadarlah Athena, dia bukan Axel hantumu. Axel sudah bukan hantu lagi, tapi telah menjadi manusia dan tak mungkin sekolah di sini, batin Athena.


Namun tiba-tiba laki-laki itu membalik badan, dan langsung tersenyum pada Athena. Gadis itu terkejut hingga ternganga. Axel langsung menutupnya dengan mulutnya. Sadar masih di sekolah mereka akhirnya tertawa. Beberapa siswa-siswi yang menyaksikan itu ikut bertepuk tangan. Segera Axel menarik tangan Athena keluar dari gerbang sekolah.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2