Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 63 ~ Manusia Kembali ~


__ADS_3

Paman Budi sulit mempercayai cerita Axel. Namun saat Hardy telah selesai mendapatkan tindakan medis dan di bawa ke ruang rawat inap barulah Paman Budi percaya kalau ternyata memang ada dua orang dengan wajah yang sangat mirip. Paman dan Bibi Hardy itu akhirnya mengakui bahwa Hardy bukanlah putra kandung dari adik Paman Budi.


"Ternyata benar Pak, mereka memang kembar," ucap Bibi Hayati.


"Apa maksudnya kembar?" tanya Olivia langsung menghampiri.


"Adikku, dia seorang bidan. Suatu hari saat menjelang subuh, dia datang bersama seorang bayi. Dia nekad mencuri bayi itu untuk dijadikan anak angkatnya. Adik saya yang terpaksa diceraikan oleh suaminya karena tidak memiliki anak akhirnya nekad menculik bayi itu. Dia berkata tak ada seorang pun yang mengetahui tentang kelahiran bayi itu. Bahkan si ibu yang tak menyadari memiliki bayi kembar tak menyadari kalau akan melahirkan lagi. Dia berkata kalau ibu yang melahirkan itu kaget karena kembali merasakan kontraksi setelah berjam-jam setelah kelahiran bayi pertamanya ...,"


"Daddy! Ini sama persis dengan yang Mommy rasakan Dad," ucap Olivia yang dibalas anggukan oleh Tim Cullen.


"Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Tom Cullen penasaran karena istrinya yang merasa pernah mengalami hal yang serupa.


"Setelah menolong kelahiran bayi itu, diam-diam adikku membawa bayi yang lahir pertama dan meninggalkan bayi yang baru lahir karena bayi pertama lebih diam sementara bayi kedua masih terus menangis. Takut ketahuan segera adikku mengganti posisi mereka dan langsung membawanya pergi salah satunya. Besoknya dia minta berhenti bekerja karena ingin menyusul suaminya untuk menunjukkan bayi itu pada suaminya. Namun suaminya yang telah berkeluarga lagi tak mau menerima dan mengusirnya. Akhirnya adik saya mendatangi saya dan tinggal bersama kami, sekian lama kami mengira kalau bayinya itu memang bayinya. Namun, di detik-detik kepergiannya dia menceritakan jati diri Hardy yang sesungguhnya. Kami pun tak mengerti apa-apa, tak tahu bagaimana mengembalikannya. Bahkan saya tidak tahu di rumah sakit mana dia bekerja. Kami yang tak memiliki anak akhirnya memutuskan untuk merawat Hardy seperti anak kami sendiri," jelas Budi.


"Dad, bagaimana kalau Hardy ternyata putra kita?" tanya Olivia.


"Mereka benar-benar sangat mirip, saya hampir tak percaya kalau nak Axel pernah tinggal di rumah kami sebagai Hardy," jelas Hayati.


"Pantas sifatnya kadang berubah, Hardy tak se rajin Axel. Dan sikapnya tak sepatuh Axel," ucap Budi lagi.


"Kalau begitu kita akan melakukan tes DNA untuk membuktikannya," ucap Tom Cullen.


Ny. Olivia mengangguk dengan cepat, Axel tercenung mendengar kisah yang diceritakan Paman Budi. Laki-laki itu langsung diam terduduk. Tak menyangka jika ibunya ternyata pernah melahirkan anak kembar tanpa dia sendiri sadar kalau sedang mengandung anak kembar.


Hidden twins, batin Axel.


"Hidden twins?"


Axel merasa dejavu dengan kata-kata itu, semakin di ucapkannya semakin terasa pernah mengucapkan. Terbayang ekspresi kekaguman Athena yang terperangah serta tertawa malu-malu karena ketahuan terpesona.


~ Kakak memang cerdas, pantas Kakak jurusan IPA ~


~ Kakak memang cerdas, pantas Kakak jurusan IPA ~


~ Kakak memang cerdas, pantas Kakak jurusan IPA ~


Axel kembali menepuk kepalanya berkali-kali bahkan menjambak rambutnya untuk menghilangkan suara terngiang-ngiang di telinganya.


"Axel! Kamu kenapa Nak?" tanya Olivia dengan suara keras.


Ny. Olivia langsung memeluk putranya itu. Ny. Olivia merasa kalau Axel menyesali kejadian yang mengejutkan ini. Mengetahui kenyataan memiliki saudara kembar yang justru ingin membunuhnya tentu membuat Axel shock.


"Sayang jangan sakiti dirimu, Mommy sayang sama kamu Nak. Apa yang terjadi ini bukan salahmu. Kamu hanya korban dari kenyataan ini Nak," ucap Olivia sambil memeluk putranya.


Axel membalas pelukan ibunya, laki-laki itu merasa shock dengan kejadian yang bermacam-macam terjadi dalam waktu dekat ini. Kenyataan dia telah koma selama lebih dari empat tahun, teman yang ternyata berniat jahat padanya dan sekarang ternyata berkemungkinan adalah saudara kembarnya sendiri. Di tambah cintanya pada Hani dan bayang-bayang suara Athena yang muncul di kepalanya membuat Axel tak mampu menahan semua secara bersamaan.


Laki-laki itu jatuh pingsan. Dalam pingsannya Axel melihat kembali seperti apa kehidupannya selama koma dan bergentayangan di sekolah hingga akhirnya bertemu Athena, berteman dengan gadis itu, membantunya, membelanya, melindunginya, menyayanginya hingga akhirnya jatuh cinta padanya. Axel menyaksikan sendiri betapa dia sangat mencintai Athena.


"ATHENA!!" teriak Axel dan langsung sadar dari pingsannya.


"Kenapa sayang? Kenapa Athena?" tanya Olivia yang mendengar Axel memanggil nama gadis itu.


"Aku mimpi saat-saat bersama Athena Mom. Rasanya begitu nyata, aku setiap saat setiap detik ada disampingnya. Aku ..., aku ..., aku cinta sama Athena Mom," ucap Axel dengan mata yang berkaca-kaca.


Ny. Olivia mengangguk senang, jika Axel mencintai Athena, ibunya Axel itu ikut merasa senang.


"Aku mau cari Athena sekarang Mom ...,"


"Tapi ...," seru Olivia yang tak lagi di dengar oleh Axel.


Laki-laki itu tergesa-gesa mencari Athena di sekolahnya namun terlihat sekolah yang telah bubar. Axel mencari-cari, matanya berkeliling mencari dan akhirnya melihat seorang gadis yang berjalan sendiri sambil melamun. Axel tersenyum dan berlari menghampiri gadis itu.


Gadis yang berjalan sambil menunduk itu tiba-tiba merasa tubuhnya ditarik dalam pelukan. Athena kaget dan menatap siapa yang menarik tubuhnya. Tatapan mata Athena lurus memandang ke arah wajah laki-laki yang dicintainya itu.

__ADS_1


"Kalau jalan jangan melamun, berbahaya. Kamu hampir saja diserempet motor," ucap Axel.


Kata-kata Axel justru membuat Athena tersadar. Segera mendorong tubuh laki-laki itu menjauh. Athena mengucapkan terima kasih dan melanjutkan perjalanannya. Jika tadi melangkah sambil melamun kali ini gadis itu melangkah sambil terisak-isak.


"Athena!" panggil Axel.


Langkah kaki gadis itu terhenti, namun masih menunduk dan terisak-isak.


"Maafkan aku," ucap Axel.


Athena diam, sama sekali tak menoleh. Axel mendekati gadis itu dan menarik lengan gadis itu hingga berbalik ke arahnya.


"Tolong maafkan aku," ucap Axel sekali lagi.


"Siapa yang bicara denganku? Kenapa meminta maaf padaku?" ucap Athena.


"Aku Axel ...,"


"Yang mana? Aku mengenal dua Axel, yang satu mengharapkanku tapi dia palsu sementara Axel yang asli dia mencampakkan aku demi cinta pertamanya ...,"


"Athena," ucap Axel yang langsung memeluk Athena.


"Lepaskan aku, aku ingin sendiri, aku ingin pulang," ucap Athena sambil mendorong tubuh Axel yang memeluknya.


Namun Axel bertahan memeluk gadis itu.


"Aku mencintaimu Athena," ucap Axel sambil terus memeluk gadis itu.


"Axel yang mana?" tanya Athena lagi.


"Axel yang asli, aku bukan Hardy. Axel yang selama ini bersamamu, yang selalu menunggu pergantian waktu untuk muncul dihadapanmu. Yang selalu merindukan saat-saat bisa bicara denganmu. Yang selalu membangunkanmu dengan ciumanku, yang selalu khawatir kamu berpergian seorang diri. Aku Axel, Axel yang sebenarnya yang dulu bergentayangan di sekolah atau pun di rumahmu. Axel yang berjanji akan selalu mencintaimu, yang berjanji akan selalu berada di sisimu meski akhirnya kamu menikah dengan laki-laki lain," tutur Axel panjang lebar.


Athena termangu mendengar tutur kata Axel. Semua yang diucapkan laki-laki itu semuanya nyata pengalaman mereka. Athena mengangkat wajahnya menatap wajah Axel. Laki-laki itu tersenyum. Dalam sekejap mengecup bibir gadis itu. Athena kaget melihat aksi Axel yang nekad menciumnya di jalanan.


"Ini bukti cintaku, aku berani menunjukkannya di depan siapa pun. Aku tidak takut, paling juga di suruh kawin," ucap Axel.


"Apa?" tanya Athena tak sadar.


"Ayo kita pulang," ucap Axel sambil menarik tangan gadis itu.


Sampai di rumah Axel langsung menyapa Mama Athena.


Laki-laki itu meski hanya mengingat semua kenangan di rumah itu dalam posisi menjadi hantu tapi sekarang dapat mengingat kembali kenangan-kenangan selama di rumah itu. Mama Athena yang tak mengetahui bahwa Axel yang berada di hadapannya sekarang bukanlah Axel yang biasa datang ke rumahnya.


Mama Athena mengizinkan Axel masuk ke kamar Athena. Dalam kamar, Axel langsung memeluk erat tubuh gadis itu. Namun, Athena menjauh justru berdiri menghadap ke jendela.


"Kenapa muncul di depanku, apa Kakak tidak tahu, dengan susah payah aku berusaha melupakan Kakak? Kenapa sekarang justru muncul di depanku?" tanya Athena.


"Aku sudah ingat Athena, aku ingat semua kenanganku saat menjadi hantu. Aku ingat saat-saat bersamamu, dan sekarang aku yakin pada perasaanku sama kamu," jelas Axel.


"Lalu bagaimana dengan Hani? Dia menunggu Kakak lebih dari empat tahun. Kakak tidak boleh mengabaikannya begitu saja, aku ikhlas jika Kakak kembali bersamanya. Aku tidak berhak menguasai Kakak, dia adalah cinta pertama Kakak dan dia masih menunggu Kakak hingga saat ini. Dia yang leih berhak, dia yang lebih dulu mencintai Kakak," jelas Athena.


Gadis itu lalu melangkah mendekati pintu dan membukanya. Menunjukkan dia ingin Axel keluar dari kamarnya.


"Kamu benar, dia adalah cinta pertamaku, saat sadar yang kuingat adalah dia. Tapi sekarang aku juga sadar ada yang lebih aku cintai. Ada yang lebih aku rindukan. Athena aku mencintai kamu lebih dari apa pun," ucap Axel yang enggan meninggalkan kamar itu.


"Tapi Kakak tidak boleh seperti itu, dia menunggu Kakak. Aku ini perempuan sama sepertinya, aku mengerti seperti apa penderitaannya menunggu. Mengharapkan seseorang yang kucintai kembali ke sisiku. Aku tidak mau egois menguasaimu. Aku tidak mau menjadi perebut cinta orang," ucap Athena lalu menunduk menangis terisak-isak.


Axel mendekat lalu membelai lembut rambut gadis itu.


"Kamu tidak merebutku dari siapa pun, cinta Hani bukan untukku. Tapi untuk Hardy, sejak awal hingga akhir yang dicintai Hani adalah Hardy. Aku hanya bertepuk sebelah tangan. Aku merasa dia mencintaiku, karena aku yang menyambut perasaan cintanya. Tapi bagi Hani di matanya aku adalah Hardy. Sejak awal hingga akhir bertemu dia hanya mencintai Hardy. Meski sikap kami berbeda terhadapnya, meski dia harus merasa bingung pada semua perbedaan sikap kami tapi dia tetap menerimanya karena dia cinta Hardy. Dia tidak mengenalku Athena, di matanya aku adalah Hardy. Kamu sama sekali tidak merebutku darinya karena cintanya bukan untukku tapi untuk Hardy," tutur Axel sambil tersenyum menangkup wajah Athena.


"Benarkah? Tapi Hani bilang kalian pernah berciuman, jika Hardy selalu bersikap cuek padanya berarti Kak Axel yang menciumnya artinya kalian itu saling mencintai.," ucap Athena.

__ADS_1


Axel tertawa, lalu kembali memeluk gadis cantik itu.


"Percaya atau tidak aku tidak pernah menciumnya, aku memang suka padanya. Mungkin karena kasihan pada cintanya yang diabaikan Hardy. Tapi aku tidak pernah berani melakukan itu, aku masih kelas X saat bertemu dengannya. Belum terpikir bagiku untuk mencoba mencium seorang gadis," jelas Axel sambil tertawa kecil.


"Benarkah? Lalu yang menciumnya siapa?" tanya Athena.


"Tentu saja Hardy, dia berlagak tidak menyukai Hani tapi tetap berminat untuk bermesraan dengannya. Dia itu memang aneh, playboy kelas berat," ucap Axel.


"Berarti Kakak benar-benar tidak pernah berciuman dengan Hani? Dengan cinta pertama Kakak itu?" tanya Athena. Axel mengangguk.


"Satu-satunya gadis yang pernah aku cium itu cuma kamu," ucap Axel yang langsung membenamkan bibirnya ke bibir Athena.


Gadis yang telah merindukan Axel sekian lama itu akhirnya tak kuasa menolak. Athena membalas ciuman Axel dengan perasaan menggebu. Cinta yang tertahan dalam dirinya ingin dilepaskannya. Athena yang sejak dulu mencintai Axel bahkan rela menyerahkan diri pada laki-laki yang hanya berwujud hantu itu. Kini Athena justru mendapatkan laki-laki itu utuh dalam wujud manusia.


Athena begitu bahagia, mendapati kenyataan laki-laki yang dicintainya masih hidup dan juga membalas cintanya. Tiba-tiba terdengar suara berdehem dari balik pintu. Mereka segera melepas ciuman panas mereka. Mama Athena muncul dari balik pintu yang terbuka.


Axe tak melepas jari tangan Athena, laki-laki itu tetap menggenggam tangan gadis yang dicintainya itu.


"Axel, Mama dengar kamu masuk rumah sakit?" tanya Mama Athena.


"Ya Ma," jawab Axel yang langsung menggantikan posisi Hardy sebagai calon menantu nyonya itu.


"Maaf ya Mama tidak menjengukmu karena Athena yang melarang Mama. Athena bilang hubungan kalian sudah tidak bisa di lanjutkan lagi jadi Mama dilarang untuk menjengukmu," jelas Mama Athena dengan raut wajah menyesal.


"Tidak apa-apa Ma, tidak masalah. Kemarin hubunganku dengan Athena memang sedikit kacau. Athena marah padaku karena itu dia memutuskan untuk berpisah dariku, tapi aku tetap cinta sama dia Ma. Seperti apa pun masalahnya aku tetap cinta sama Athena. Dan sekarang aku ingin membujuknya untuk kembali padaku. Mama tolong restui aku," ucap Axel memohon sementara Athena menatap kagum pada laki-laki disampingnya itu.


"Bagi Mama, semua itu terserah Athena karena dia yang menjalaninya," ucap Mama Athena.


"Makasih Ma," ucap Axel.


Nyonya kaya yang bijak itu pun mengangguk, lalu pamit kembali ke lantai bawah. Mereka berdua menarik nafas lega. Kembali berpelukan dengan senyum tersungging di bibir mereka.


"Maaf Athena," ucap Axel tiba-tiba.


"Apa?" tanya Athena kaget dan merenggangkan pelukannya.


"Setelah kamu tamat SMA nanti kita belum bisa menikah karena aku masih siswa kelas X," ucap Axel tersenyum dengan senyum manisnya yang menggoda.


"Aku pikir kenapa? Aku pikir Kakak mengingat sesuatu dan ingin meninggalkanku lagi," tanya Athena sambil memukul-mukul lengan Axel.


Laki-laki itu tertawa lalu menangkap kedua tangan Athena dan menatap wajah gadis itu dengan tatapan yang lembut.


"Aku bahagia Athena, ini sesuatu yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Menatapmu, memelukmu, menciummu dalam wujud manusia hidup yang sebenarnya. Ini hal yang paling membahagiakan dalam hidupku. Saat menjadi hantu pun aku tak berani mengkhayal ini. Tapi sekarang semua terwujud, aku bisa menciummu tanpa harus menunggu hari antara gelap dan terang. Aku sangat bahagia Athena, ini anugrah terbesar dalam hidupku bisa mengenalmu dan mencintaimu dalam wujud manusia seperti ini," jelas Axel dengan mata-mata yang berkaca-kaca.


Melihat itu Athena memeluk Axel dengan erat. Sebuah kenyataan yang juga tak berani di khayalkan Athena namun sangat diharapkan gadis itu. Axel merenggangkan pelukannya dan mengangkat dagu gadis itu. Hal yang selalu diinginkannya setiap saat, setiap waktu, setiap detik adalah bisa mencium gadis itu kapan pun.


"Aku ini seperti maniak, setiap saat ingin menciummu. Tapi tidak apa-apa kalau ketahuan Mama paling disuruh nikah. Aku tidak masalah, malah sangat ingin," ucap Axel yang membuat Athena langsung tersenyum.


Gadis itu memeluk leher laki-laki itu dan membenamkan bibirnya ke bibir laki-laki itu tapi Axel mengelak dan menoleh ke arah pintu.


"Kamu nggak takut ketahuan Mama, berciuman di kamar? Aku ini manusia lho bisa dilihat oleh Mama," bisik Axel.


"Ya aku tahu Kakak ini manusia, tapi nggak mungkin Mama ulang naik ke atas lagi. Mama itu sebenarnya paling males naik ke lantai atas sini," ucap Athena sambil tersenyum.


"Jadi aman?" tanya Axel.


"'Kan seperti yang Kakak bilang tadi, paling disuruh nikah," ucap Athena sambil kembali membenamkan bibirnya ke bibir laki-laki itu.


Axel tak memiliki keraguan lagi, langsung menyambut ciuman hangat itu dan membalasnya. Begitu ingin melepaskan luapan rasa rindu dan cintanya pada gadis itu. Axel mencium Athena hingga nafasnya terasa sesak, namun laki-laki tak ingin melepaskannya, semakin dalam menyesap mulut yang manis beraroma vanilla itu.


Meski dadanya berdebar namun Axel menikmatinya, menikmati hidungnya yang kembali menghembuskan nafas dan jantungnya yang kembali berdebar. Sebuah rasa yang tak hanya di rasakan oleh Axel namun juga dirasakan oleh Athena. Hembusan nafas Axel diwajahnya dan debaran jantung di dada laki-laki itu. Mereka berdua menikmati kebahagiaan Axel yang manjadi manusia kembali.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2