
Athena merasa sedih karena tak bisa menemui ayah dan ibunya. Gadis yang terperangkap dalam tubuh Axella itu hanya bisa menangis untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya. Satu-satunya harapan yang bisa membuat hatinya bahagia adalah saat pergantian waktu nanti. Athena bahkan nekad memberikan petunjuk pada Axel kalau dirinya akan datang saat siang berganti malam nanti.
Athena pun memilih untuk tidur, dan untuk menghilangkan kesedihannya. Saat terbangun, kembali Athena merasakan tubuhnya terasa ringan. Gadis itu telah yakin kalau saat ini jiwanya telah keluar dari tubuh Axella.
Dengan wajah ceria, Athena segera berlari menuju ruang rawat inapnya sendiri. Saat menjadi dirinya sendiri dirinya meski hanya bisa dilihat oleh Axel di antara pergantian waktu tetapi saat itu adalah saat yang paling membahagiakannya. Axel akan melepaskan rasa rindu dengan memeluk dan menciumnya.
Athena yakin Axel bisa menerima situasi ini karena sekian lama Axel hidup dalam keadaan seperti ini, hanya bisa terlihat di antara dua waktu. Saat ini takdir membuat mereka bertukar kejadian. Giliran Athena yang hanya bisa dilihat Axel saat pergantian waktu.
Dengan bahagia Athena melangkah menembus dinding. Namun apa yang dilihatnya, Axel sedang duduk di atas ranjang rumah sakit sambil memeluk dan mencium Athena. Athena langsung sadar, kalau yang mendiami tubuhnya saat ini adalah Axella.
Athena langsung mundur dan menangis di balik pintu. Saat pergantian waktu adalah saat-saat yang ditunggu-tunggunya. Saat itulah Athena ingin menemui Axel. Saat itulah Axel bisa melihatnya, memeluknya dan menciumnya.
Kini saat yang ditunggu-tunggu itu berubah menjadi saat yang menyedihkan baginya. Melihat Axel begitu bernafsu mencium seseorang yang bukan dirinya. Athena menangis sesenggukan. Tak sanggup membayangkan Axella yang begitu menikmati ciuman penuh cinta dari Axel.
Athena tahu semua itu bukanlah salah Axel. Gadis itu mengerti kalau Axel sama sekali tidak tahu, kalau jiwanya masih bergentayangan. Laki-laki itu pasti sangat berharap kalau Athena segera bangun kembali. Melihat Athena yang membuka matanya pasti sangat membuatnya bahagia.
Kak Axel, batin Athena di dalam hati menatap Axel yang memeluk dan mencium Axella yang bersemayam di dalam tubuhnya.
__ADS_1
Gadis itu mundur dan melangkah keluar. Duduk di kursi panjang penunggu pasien di depan ruangan perawatan intensifnya itu. Menangis seorang diri tanpa ada rasa yang bisa melihatnya. Athena tak bisa muncul di depan Axel saat ini, meski laki-laki itu bisa melihatnya saat ini. Athena tak mungkin muncul dihadapannya di saat tubuh Athena telah bangun. Axel akan merasa bingung dan Athena tak bisa menjelaskan kalau di dalam tubuh Athena terdapat jiwa Axella.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kak Axella begitu jahat. Teganya dia menggantikan posisiku. Aku bahkan nggak setuju usulannya itu. Kak Axella jahat. Setelah apa yang aku lakukan padanya, Kak Axella masih jahat padaku, batin Athena menangis sesenggukan.
Menangis sesenggukan, menunggu hingga pergantian waktu berakhir. Gadis itu pasrah, hanya bisa mematung di kursi tunggu itu. Tak ada harapan baginya bertemu dengan Axel lagi.
Kak Axella pasti bertahan di tubuhku. Dengan cara begitu dia mendapatkan Kak Axel. Dia pasti bahagia bisa mendapatkan Kak Axel. Dia tidak akan peduli lagi padaku. Aku juga tidak bisa ceritakan kejadian yang sebenarnya. Apa yang harus aku lakukan? Batin Athena sambil sesenggukan.
Tiba-tiba pintu terbuka, terlihat Axel berlari memanggil tenaga medis, Athena termangu menatapnya lalu tersadar, segera Athena masuk ke ruang rawat intensif itu dan melihat tubuh Athena kembali tertidur di atas ranjang. Sementara Axella berdiri menatap tubuhnya di samping ranjang rumah sakit itu.
"Apa yang Kak Axella lakukan?" tanya Athena yang sadar kalau Axella telah keluar dari tubuhnya.
Sesama makhluk tak kasat mata itu saling berhadapan dan saling menatap. Begitu emosi Athena hingga tak peduli lagi pada senioritas. Athena tak ingin Axella melakukan itu lagi. Berpura-pura menjadi dirinya dan bermesraan dengan Axel.
"Aku tak peduli lagi kamu mau hidup atau mau mati. Tapi jangan pernah masuk ke dalam tubuhku dan berpura-pura menjadi aku lagi!" teriak Athena.
Tentu saja teriakan keras Athena tak ada yang mendengarnya. Kedua makhluk yang tak kasat mata itu masih berada di ruang rawat inap Athena itu, tak akan terdengar oleh siapa pun di rumah sakit itu. Athena dan Axella masih saling menatap ketika tiba-tiba pintu terbuka dan beberapa orang tenaga medis masuk.
__ADS_1
Athena mengalihkan pandangannya ke arah mereka yang sedang memeriksakan kondisi kesehatan Athena. Masih terpaku menatap tubuhnya sendiri. Tiba-tiba seseorang menarik, dan membalikkan tubuhnya dan langsung memeluknya.
"Ternyata kamu masih ada di sini," ucap Axel menangis terisak sambil memeluk erat Athena.
Paramedis heran melihat tingkah Axel tetapi terpaksa mengabaikannya karena harus memeriksa tanda-tanda kehidupan Athena. Gadis tak kasat mata itu membalas pelukan Axel. Axel semakin terisak-isak.
"Aku masih di sini Kak. Aku tidak ke mana-mana," jawab Athena.
"Aku ingin menyusulmu Athena. Aku nggak sanggup lagi. Aku ingin bersamamu. Aku nggak tahan menatap kamu berbaring selamanya seperti itu. Aku selalu merasa tersiksa setiap kali pikiran itu muncul. Bagaimana kalau tiba-tiba kamu pergi? Bagaimana kalau tiba-tiba kamu tak ada di sini lagi? Aku letih Athena. Aku ingin bersamamu. Biarkan aku menyusulmu," ucap Axel.
Tanpa sengaja menoleh ke arah pisau buah yang tergeletak di lantai. Athena baru mengerti, Axel sempat ingin mengakhiri hidupnya menggunakan pisau buah itu. Athena menduga Axella segera masuk ke dalam tubuhnya untuk mencegah niat laki-laki itu.
"Nggak! Nggak! Jangan lakukan itu. Kak Axel nggak akan bertemu denganku dengan cara seperti itu. Itu justru akan membuat kita terpisah. Jangan lakukan itu Kak. Kakak harus padaku. Kakak jangan lakukan itu lagi. Aku nggak mau ketemu Kak Axel jika Kakak seperti itu, lebih baik aku pergi!" ucap Athena ikut menangis tersedu-sedu.
"Jangan Athena. Jangan pergi! Aku janji akan sabar menunggumu. Aku tidak akan putus asa lagi," janji Axel semakin erat memeluk Athena.
Athena tersenyum dengan air mata yang mengalir deras. Seiring dengan berakhirnya ucapan janji Axel, menghilang pula Athena dari pelukannya. Meski gadis itu tetap berdiri di sana. Axel tak dapat melihatnya lagi karena pergantian waktu antara siang menjadi malam telah berakhir.
__ADS_1
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...