Ghost Love Story

Ghost Love Story
BAB 44 ~ Triple S-B ~


__ADS_3

Athena berjanji akan selalu setia pada Axel sang hantu meski saat ini sedang dekat dengan Axel manusia. Semua di lakukannya demi menghapus rasa penasaran dalam dirinya mengenai koneksi antara Axel hantu dan Axel manusia.


Keesokan harinya Athena menjalani sekolahnya seperti biasa namun gadis itu di berondong berbagai macam pertanyaan saat istirahat siang.


Siapa dia?


Apa dia Axel yang di lukisan?


Sudah berapa lama kalian saling kenal?


Kenapa tidak mengenalkannya pada kami?


Ketemu di mana?


Apa dia punya saudara?


Apa kalian sudah resmi?


Apa Mamamu setuju? Kalau nggak buat gue aja?


Apa dia suka sama loe?


Apa mungkin sebenarnya dia ngincar gue?


"Haaaa...," ucap yang lain serentak.


"Kalau halu jangan kelewat say-ton. Ngincar loe? Napa nggak langsung aja nembak loe? Napa mampir ke Athena dulu?" tanya Vivi pada Kimmy


Gadis itu tak peduli. Teman Athena itu masih sibuk dengan khayalannya.


"Gue pernah nonton drakor ya, ceritanya kayak gitu. Demi dapetin cewek yang dia suka, dia itu deketin temannya dulu," jelas Kimmy.


"Iya, tapi kalau kasus Athena, tadinya dia pengen dapetin loe tapi karena udah liat Athena dia jadi pengen dapetin Athena," ucap Vivi sambil cekikikan sendiri.


"Napa sih loe nggak cs-an ma gua?" tanya Kimmy ngambek.


"Gue mikir realita. Sejak dulu Athena dan Axel itu udah bersama. Sekarang aja cowok itu muncul ke permukaan. Kalau punya tampang kayak gitu emang harus sabar menunggu saat yang tepat untuk muncul karena bakal banyak dideketin cewek-cewek," lanjut Vivi sambil mengetuk keningnya sambil menatap langit-langit sekolah.


Athena yang mendengarkan perdebatan sahabat-sahabatnya hanya bisa diam. Begitu juga dengan Mia, gadis itu menatap Athena seperti ada yang ingin dibicarakannya. Diam-diam saat Kimmy dan Vivi berdebat, mereka jalan ke kantin. Athena ingin mengisi perutnya yang sudah terasa keroncong. Awalnya Mia menolak karena tidak memiliki uang namun Athena memaksa dengan alasan ingin bicara tapi sudah sangat lapar.


Mia tetap tak bersedia, akhirnya Athena berkata akan mentraktir semua teman-temannya dengan alasan baru jadian dengan Axel. Barulah Mia bersedia makan di kantin bersama Athena.


"Cowok itu bukan Axel, loe jangan sampai tertipu olehnya," ucap Mia menasehati temannya.


"Gue tahu, kemarin udah gue buktiin. Tapi kenapa bisa wajahnya sama persis ya dan nama mereka juga sama?" tanya Athena.


"Itu masih misteri, tapi gue menangkap aura negatif dari tubuhnya makanya gue nggak suka sama dia," ucap Mia.


"Ah ya benar, saat loe kenalan sama dia. Gue liat banget kalau tatapan loe itu serem. Dia aja sampai ketakutan dan langsung ngajak pulang. Ya 'kan?" tanya Athena lagi.


"Hmm ... gue emang bisa melihat bersihnya hati seseorang, sama kayak loe. Gue tau loe anak baik cuma gue nggak tau loe mau temenan ama gue atau nggak. Itu nggak bisa terdeteksi ama gue," ucap Mia sambil tersenyum sipu.


Athena tersenyum, sebenarnya Athena bukan orang yang sulit di dekati. Cuma dia tidak mau mendahului, dia tidak mencari teman tapi kalau ada yang mau berteman dengannya dia akan bersedia.


"Trus, loe tau nggak apa yang membuat dia mengeluarkan aura negatif gitu?" tanya Athena.


"Kalau sebabnya secara persis, gue nggak tau," jawab Mia.


"Apa karena dia itu .... em ...," ucap Athena yang bingung menjelaskannya.

__ADS_1


Akhirnya gadis itu berbisik pada Mia dan membisikkan kalau Axel itu suka main dengan gadis-gadis.


"Haaa," teriak Mia.


Athena langsung menyilangkan jari telunjuk di bibirnya.


"Gue bisikin aja respon loe kayak gitu, gimana kalau ngomong beneran," ucap Athena dengan suara pelan.


Mia pun akhirnya bicara dengan suara pelan.


"Maksud loe dia playboy? *** bebas gitu?" bisik Mia.


Athena mengangguk.


"Apa itu bisa menimbulkan aura negatif yang bisa kelihatan ama loe?" tanya Athena.


"Bisa jadi, aura itu bisa terpancar dari apa aja. Bisa dari perilaku, dari karakter, niat di hati atau dosa-dosanya. Pokoknya itu cerminan diri kalau hatinya bersih auranya akan positif kalau hatinya busuk, auranya akan negatif," ucap Mia.


"Haaa, kalau gitu dia punya niat busuk?" tanya Athena.


"Ya, nggak tau, gue ini indigo bukan paranormal," jawab Mia lalu tersenyum.


Athena tersenyum miring, ucapan Mia cukup lucu tapi Athena sedang was-was dengan keselamatannya. Jika Axel manusia ini beraura negatif dan berniat buruk padanya, dia bisa terancam bahaya.


"Kalau perilakunya ama loe gimana? Menurut loe dia berniat jahat?" tanya Mia.


"Kalau kemarin-kemarin sih kayaknya baik-baik aja. Dia curhat kalau dia beneran serius sama gue. Dan nggak akan mengulangi kelakuannya ama cewek-cewek itu jika gue mau jadian sama dia," jelas Athena.


"Trus, loe percaya sama dia?" tanya Mia.


"Ya, nggak tau. Gua ini manusia biasa bukan paranormal," ucap Athena meniru ucapan Mia.


Mia tersenyum.


"Ibunya, dia suka banget sama gue. Alasannya karena anaknya suka sama gue. Lah gue sendiri nggak yakin kalau Axel itu beneran suka ama gue," jelas Athena lagi.


"Trus?" tanya Mia penasaran.


"Kalau dilihat sih Axel yang ini, nggak kelihatan jahat-jahat amat, dia patuh ama ibunya. Dia juga nggak maksain gue. Bisa loe bayangkan nggak? Cowok idola trus udah biasa mendapatkan apa yang diinginkannya. Cewek-cewek itu yang rela menyerahkan dirinya sendiri tanpa paksaan, dia udah terbiasa melakukan itu tapi kalau sama gue dia nggak mau maksain. Menurut loe gimana?" tanya Athena.


"Bingung juga sih, dia udah biasa main ama cewek tapi giliran sama loe dia bisa nahan diri? Itu poin bagus artinya dia nggak main paksa dan serius ama loe. Tapi ..."


"Tapi kenapa?" tanya Athena penasaran.


"Gimana kalau itu taktik dia, sama seperti cewek yang lainnya. Dia nungguin loe menyerahkan diri jadi dia nggak ada konsekwensi. Nggak perlu tanggung jawab apa-apa," tutur Mia.


"Aduh gue tambah bingung," ucap Athena.


Tak lama kemudian Kimmy dan Vivi menyusul ke kantin. Mereka sewot karena tidak diajak, namun langsung diam karena Athena yang janji akan mentraktir mereka. Empat sahabat itu pun asyik menikmati makan siang mereka. Meski jam istirahat telah habis.


"Tenang aja, gue denger Bu Septi nggak masuk hari ini. Lanjut aja makannya," ucap Kimmy yakin.


"Yakin loe? Awas ya, kalau di hukum lagi!" ujar Athena.


Benar apa yang di katakan Kimmy, Bu Septi memang tidak mengajar hari ini. Tapi yang menggantikan adalah Bu Wakil Kepala Sekolah yang terkenal garang. Walhasil keempat siswi yang telat itu pun di beri hukuman. Meski Kimmy memberi alasan perutnya sakit maag karena tidak makan dan telat selesai makan karena menunggu giliran kantin yang penuh.


"Ya, kamu yang maag, tapi masa semua juga ikut maag. Kalian semua kompak kan? Jadi di hukum satu harus di hukum semua. Kalian ibu hukum berdiri di lorong kelas sana, hanya berdiri, nggak boleh ngobrol," ucap Bu Wakil Kepala Sekolah.


Mereka pun keluar sambil menunduk, anak-anak kelas yang lain tertawa.

__ADS_1


"Tunggu dulu! Siapa yang traktir kalian?" tanya Bu Wakil Kepala Sekolah.


Ketiga siswi itu sontak menoleh pada Athena, gadis itu pun angkat tangan dengan ragu-ragu.


"Ya sudah, kamu yang traktir. Boleh duduk," ucap Bu Wakil Kepala Sekolah.


"Loh kok gitu Bu, nggak adil dong?" protes Kimmy.


"Trus yang adil itu gimana? Dia udah bikin perut kalian kenyang. Masa mau di hukum lagi?" tanya Bu Wakil Kepala Sekolah.


Ketiga siswi itu menunduk dan langsung beranjak ke luar kelas.


"Ngga apa-apa Bu, saya ikut di hukum. Karena kesalahan kami lakukan sama, sama-sama membolos dan telat masuk kelas," ucap Athena yang akhirnya ikut berjalan keluar.


"Wah, loe ikut keluar? Padahal 'kan loe bisa selamat," ucap Kimmy.


"Selamat apanya, kalian yang selamat. Gue lagi males masuk kelas, apalagi kalau ngeliat kalian di luar, gue bete. Gue bisa ngiri," ucap Athena sambil tersenyum.


"Orang di hukum kok malah iri," ucap Mia yang juga ikut tersenyum.


"Ya dong, gue 'kan teman sejati, kalau kalian di hukum gue juga harus di hukum. Tapi ... kalau gue yang di setrap sendirian karena gue yang angkat tangan sendiri. Apa kalian biarin gue di hukum sendirian?" tanya Athena.


"Nggak lah, gue pasti ikut ama loe," ucap Kimmy cepat.


"Gue juga," ucap Mia.


"Kalau gue nggak!" ucap Vivi tegas.


Ketiga sahabatnya menatap gadis yang satu itu.


"Gue nggak mau ketinggalan," ucap Vivi.


Yang akhirnya membuat mereka tertawa bersama kemudian berpelukan bersama.


"Ya, apa pun yang terjadi pada satu orang akan di rasakan oleh yang lainnya," ucap Vivi.


"Ya, karena kita triple SB," ucap Kimmy.


"Apa itu SSS-B?" tanya Mia.


"Susah Senang Selalu Bersama," jawab Kimmy.


Mereka kembali tertawa. Tak lama kemudian terdengar suara berdehem.


"Kalian itu tidak boleh ngobrol!" ucap Bu Wakil Kepala Sekolah.


"Nggak ngobrol Bu, cuma pelukan," jawab Kimmy sambil tersenyum.


Bu Wakil Kepala Sekolah itu membesarkan matanya. Keempat sahabat itu langsung berpencar dan berdiri tertunduk. Saat Wakil Kepala Sekolah itu masuk ke kelas, mereka kembali tersenyum sambil menunduk dan menoleh ke kanan dan ke kiri. Athena menyilangkan jari telunjuknya di bibir, mereka tersenyum tanpa mengeluarkan suara.


Hari itu saat pulang sekolah, Axel manusia tak terlihat. Itu membuat Athena lega, gadis itu agak sedikit panik jika harus berhadapan terus dengan Axel. Gadis itu pun sampai di kamarnya dengan selamat.


Saat menjelang pergantian waktu Athena bersiap-siap menunggu kemunculan Axel. Sambil menunggu gadis berjalan mondar-mandir sambil berpikir.


"Mereka jelas berbeda, Kak Axel-ku punya tahi lalat sedangkan Axel itu tak punya tahi lalat. Tapi, Tante Olivia bilang kalau dia pernah merasa melahirkan lagi. Dengan. kandungan yang sama tapi waktu yang jauh berbeda. Saat di USG juga tidak terdeteksi bayi kembar. Apa mungkin itu terjadi?" tanya Athena pada dirinya sendiri.


"Itu bisa terjadi, namanya hidden twins," ucap Axel tiba-tiba muncul di pergantian waktu.


Tanpa disadari Athena, laki-laki tampan itu telah muncul dan Athena langsung memeluknya. Athena segera bercerita pada laki-laki tampan itu tentang keanehan yang di dapatnya selama berada di rumah Axel manusia.

__ADS_1


Athena merasa sangat menyesal saat bangun tadi pagi, dia mendapati hari telah terang. Gadis itu kesal bahkan menangis dan berteriak akan menuntut Axel yang tidak membangunkannya hingga gadis itu tidak bisa melepas rindu pada laki-laki tampan itu.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2